Pemerintah Revitalisasi SDN Tanggirejo yang Rusak akibat Serangan Rayap

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengambil langkah cepat menyelamatkan Sekolah Dasar Negeri Tanggirejo di Desa Tanggirejo, Kecamatan Tanggungharjo, Kabupaten Grobogan, yang kon...

Jul 28, 2026 - 07:25
0 0
Pemerintah Revitalisasi SDN Tanggirejo yang Rusak akibat Serangan Rayap

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengambil langkah cepat menyelamatkan Sekolah Dasar Negeri Tanggirejo di Desa Tanggirejo, Kecamatan Tanggungharjo, Kabupaten Grobogan, yang kondisi fisiknya kian membahayakan setelah bertahun-tahun digerogoti rayap. Revitalisasi menyeluruh pun digulirkan lewat Program Revitalisasi Satuan Pendidikan, menandai babak baru bagi ratusan peserta didik yang selama ini terpaksa belajar di dalam ruang kelas yang tak lagi layak.

Bangunan utama sekolah yang berdiri sejak puluhan tahun lalu tersebut mengalami penurunan kualitas yang sangat drastis. Rayap tanah dengan agresif menyerang struktur kayu penyangga atap, kusen pintu dan jendela, hingga plafon. Akibatnya, sejumlah ruang kelas menunjukkan tanda-tanda kerusakan serius, mulai dari amblesnya langit-langit hingga ancaman keruntuhan yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Situasi tersebut jelas mengganggu proses belajar mengajar dan menimbulkan kekhawatiran bagi orang tua murid serta tenaga pendidik.

Sekolah yang terletak di wilayah pinggiran Grobogan itu sesungguhnya telah melaporkan kerusakan sejak beberapa tahun terakhir. Namun, keterbatasan anggaran pemerintah daerah membuat penanganan hanya sebatas tambal sulam. Kerusakan kembali terjadi dan semakin meluas. Rayap terus menggerogoti hingga akhirnya tim inspeksi dari dinas pendidikan setempat merekomendasikan agar gedung direvitalisasi total karena sudah tidak memungkinkan untuk diperbaiki secara parsial.

Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang menjadi payung proyek ini merupakan inisiatif pemerintah pusat untuk memperbaiki sarana dan prasarana sekolah yang kondisinya rusak berat. Dana alokasi khusus disiapkan agar sekolah-sekolah di daerah terpencil dan tertinggal bisa memiliki bangunan yang aman, nyaman, dan mendorong semangat belajar. Untuk SDN Tanggirejo, paket revitalisasi mencakup pembongkaran bangunan lama yang sudah tidak bisa diselamatkan, pembangunan ruang kelas baru, perbaikan sanitasi, serta pengadaan mebel yang selama ini banyak dimakan rayap.

“Kami sangat bersyukur akhirnya sekolah kami mendapat perhatian. Selama ini guru dan siswa harus ekstra hati-hati saat berada di dalam kelas. Beberapa kali kami harus memindahkan anak-anak ke ruang yang lebih aman karena plafon jebol,” ungkap Sri Wahyuni, Kepala SDN Tanggirejo, saat ditemui di sela proses revitalisasi. Ia menambahkan, sebelum proyek dimulai, pihaknya sudah mengajukan proposal bantuan berkali-kali dan akhirnya terealisasi melalui program ini.

Proses konstruksi berlangsung selama kurang lebih empat bulan dan dikebut agar bisa segera digunakan pada tahun ajaran baru. Kontraktor lokal dikerahkan dengan pengawasan ketat dari dinas teknis. Material bangunan yang digunakan diklaim bebas rayap karena struktur utama memakai beton bertulang dan baja ringan, serta dilengkapi dengan sistem anti rayap yang diinjeksikan ke dalam tanah di sekitar fondasi. Langkah ini diambil agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Selain membangun ulang ruang kelas, revitalisasi juga menyentuh fasilitas pendukung. Perpustakaan yang sebelumnya hanya berupa ruang sempit dengan koleksi buku lapuk diperluas dan dilengkapi dengan rak baru serta bahan bacaan terkini. Toilet siswa yang sebelumnya tidak layak pakai kini direnovasi dengan standar kebersihan yang lebih baik. Bahkan, halaman sekolah yang gersang mulai ditanami pohon perindang untuk menciptakan lingkungan belajar yang hijau dan asri. Semua perubahan ini disambut antusias oleh warga desa yang mayoritas merupakan keluarga petani.

Salah satu orang tua murid, Sumarni, mengaku lega melihat bangunan baru. “Anak saya kelas tiga, dia sering cerita kalau di kelas takut genting jatuh. Sekarang alhamdulillah, sekolahnya sudah bagus. Semoga anak-anak jadi rajin belajar,” katanya sambil mengamati bangunan yang hampir rampung. Hal senada disampaikan oleh Komite Sekolah, yang berharap peningkatan fasilitas ini mampu mendongkrak prestasi akademik siswa yang selama ini rendah akibat lingkungan belajar yang tidak kondusif.

Pemerintah Kabupaten Grobogan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mengapresiasi program pusat ini. Kepala Dinas dalam pernyataannya menekankan bahwa revitalisasi bukan hanya mengganti fisik bangunan, tetapi juga memulihkan semangat dan martabat pendidikan di daerah terpencil. “Kami berharap seluruh elemen masyarakat ikut merawat dan menjaga hasil pembangunan ini agar kebermanfaatannya bisa dirasakan hingga puluhan tahun ke depan,” ujarnya. Pihaknya juga berkomitmen untuk mengalokasikan perawatan rutin agar tidak kembali terbengkalai.

SDN Tanggirejo kini berdiri dengan wajah baru. Gedung bercat cerah menggantikan bangunan lapuk berwarna kusam. Ruang kelas terang dengan ventilasi memadai, meja kursi baru, serta papan tulis modern siap menyambut kegiatan belajar mengajar. Sebanyak enam ruang kelas berhasil dibangun lengkap dengan ruang guru yang representatif. Jumlah siswa yang mencapai 148 orang dipastikan akan menikmati fasilitas ini tanpa lagi diliputi rasa was-was.

Tidak hanya dari sisi fisik, revitalisasi ini juga diharapkan mampu meningkatkan mutu pembelajaran. Dengan lingkungan yang layak, guru dapat lebih leluasa mengembangkan metode pengajaran yang interaktif. Dinas pendidikan setempat bahkan berencana memberikan pelatihan bagi para guru pasca proyek rampung agar semangat baru ini diimbangi dengan peningkatan kompetensi pengajar. Kombinasi antara infrastruktur yang memadai dan kualitas pengajaran yang baik diyakini akan membawa perubahan signifikan bagi output pendidikan di desa tersebut.

Kisah SDN Tanggirejo menjadi potret kecil bahwa masih banyak sekolah di pelosok negeri yang kondisinya memprihatinkan, tetapi mendapat perhatian melalui program pemerintah. Langkah revitalisasi ini menjadi angin segar bagi pemerataan kualitas pendidikan di Indonesia, sekaligus pengingat bahwa jaminan keamanan dan kenyamanan belajar adalah hak setiap anak. Dengan rampungnya proyek ini, diharapkan tidak ada lagi cerita sekolah yang nyaris ambruk dimakan rayap, dan pelajar di Tanggirejo bisa menatap masa depan dengan penuh keyakinan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User