Pembunuhan Sadis di Palu Tewaskan Ayah dan Anak, Ibu Kritis

Palu – Aksi kekerasan ekstrem mengguncang Kota Palu, Sulawesi Tengah, pada Kamis malam (22/6). Satu keluarga ditemukan menjadi korban pembunuhan di kediaman mereka di kawasan perumahan Jalan Maleo, ...

Jul 28, 2026 - 03:59
0 0
Pembunuhan Sadis di Palu Tewaskan Ayah dan Anak, Ibu Kritis

Palu – Aksi kekerasan ekstrem mengguncang Kota Palu, Sulawesi Tengah, pada Kamis malam (22/6). Satu keluarga ditemukan menjadi korban pembunuhan di kediaman mereka di kawasan perumahan Jalan Maleo, Kecamatan Palu Selatan. Seorang ayah dan anak dinyatakan tewas di lokasi, sementara sang ibu kini berjuang melawan kritis di ruang perawatan intensif rumah sakit.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, peristiwa tragis ini pertama kali diketahui oleh seorang tetangga korban sekitar pukul 20.30 WITA. Saksi mencium bau tidak sedap yang mencurigakan dari dalam rumah bercat putih tersebut. Setelah beberapa kali dipanggil tidak ada respons, warga bersama petugas keamanan lingkungan akhirnya mendobrak pintu depan. Pemandangan mengerikan langsung menyambut mereka: jasad seorang pria bersimbah darah tergeletak di ruang tamu, sementara tubuh mungil seorang bocah laki-laki ditemukan tak bernyawa di kamar tidurnya.

Kondisi Korban Mengerikan

Tim identifikasi dari Kepolisian Resor Palu yang tiba tak lama kemudian mendapati fakta bahwa kedua korban mengalami luka tusuk berat di sejumlah bagian tubuh. ayah, yang belakangan diketahui bernama Andi Mulyadi (41), ditemukan dengan posisi terlentang dengan luka tusuk di dada dan leher. Putranya, Bayu Anggara (7), mengalami nasib serupa dengan luka di bagian perut dan punggung. Sementara itu, istri korban, Sari Dewanti (38), ditemukan dalam kondisi kritis dengan luka sayatan di lengan dan kepala. Ia segera dilarikan ke Rumah Sakit Umum Anutapura Palu menggunakan ambulans.

"Korban perempuan mengalami trauma berat dan kehilangan banyak darah. Tim medis sedang melakukan tindakan operasi darurat untuk menyelamatkan nyawanya," ujar dr. Farah Nabila, salah satu dokter jaga yang menangani pasien tersebut. Pihak rumah sakit belum dapat dimintai keterangan lebih lanjut karena masih fokus pada penanganan medis.

Respons Kepolisian dan Jalannya Penyelidikan

Kapolres Palu, AKBP Didik Prasetyo, saat menggelar konferensi pers di Mapolres Palu, Jumat (23/6), memastikan pihaknya telah membentuk tim khusus untuk mengusut tuntas kasus yang menggegerkan warga ini. "Kami sudah mengamankan lokasi kejadian dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) secara menyeluruh. Sejumlah barang bukti telah dikumpulkan, termasuk pisau dapur yang diduga menjadi senjata tajam yang digunakan pelaku," ungkapnya.

Kepolisian masih mendalami motif di balik pembunuhan brutal ini. Beberapa saksi kunci, termasuk tetangga dan kerabat korban, telah dimintai keterangan. Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ada tanda-tanda pencurian barang berharga. Perhiasan, telepon genggam, dan uang di dompet korban masih berada di tempatnya. Hal ini semakin menguatkan dugaan bahwa insiden tersebut dilatarbelakangi oleh dendam pribadi atau konflik interpersonal. "Kami mengeksplorasi semua kemungkinan, termasuk potensi adanya hubungan dengan aktivitas bisnis atau kehidupan pribadi korban," tambah AKBP Didik.

Rekaman Keamanan Jadi Harapan

Di tengah minimnya saksi mata, polisi kini mengandalkan rekaman kamera pengawas di sekitar lingkungan perumahan. Tim digital forensik sedang mengecek puluhan jam rekaman dari CCTV milik warga dan fasilitas umum di sekitar Jalan Maleo. Diharapkan, rekaman tersebut dapat mengungkap aktivitas mencurigakan pada rentang waktu sebelum atau sesudah perkiraan waktu kejadian.

"Kita punya petunjuk dari jejak darah yang terputus di halaman belakang. Ada kemungkinan pelaku melarikan diri melalui jalur itu," terang seorang penyidik yang enggan disebut namanya. Keberadaan pagar belakang yang tidak terlalu tinggi memudahkan seseorang untuk memanjat dan keluar tanpa terlihat dari jalan utama.

Keheningan yang Mencekam di Lingkungan Korban

Warga sekitar mengaku syok berat. Pasangan Andi dan Sari dikenal sebagai pribadi yang ramah dan tak memiliki masalah mencolok. Rumah tangga mereka tampak harmonis; Andi adalah seorang pengusaha warung sembako yang cukup sukses, sementara Sari merupakan ibu rumah tangga yang aktif dalam kegiatan PKK setempat. "Tidak pernah ada pertengkaran terdengar. Tiba-tiba begini, kami semua masih tidak percaya," kata Aminah, tetangga sebelah yang rumahnya hanya berjarak tiga meter dari lokasi.

Sejumlah warga mengaku sempat mendengar suara berisik dari rumah korban pada sore harinya, namun mereka mengira itu suara televisi atau anak bermain. Tak ada yang menduga bahwa saat itu tragedi tengah berlangsung. "Seharusnya kami lebih peka. Rasanya menyesal sekali," ujar Pak Rustam, ketua RT setempat dengan suara bergetar.

Trauma Sosial dan Dukungan Psikososial

Peristiwa kelam ini meninggalkan luka psikologis mendalam, terutama pada anak-anak di wilayah tersebut. Sekolah tempat Bayu bersekolah, SD Negeri 4 Palu Selatan, sudah menyiapkan tim konseling untuk membantu teman-teman sekelasnya yang mulai menunjukkan tanda-tanda kecemasan. Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Palu juga turun tangan untuk melakukan pendampingan kepada warga.

"Anak-anak bisa mengalami trauma setelah mendengar cerita mengerikan semacam ini. Kami akan melakukan trauma healing agar mereka tidak terhambat secara emosional," kata Kepala Dinas Sosial setempat saat meninjau lokasi.

Harapan dari Sisa Hidup yang Kritis

Sementara itu, kondisi Sari hingga berita ini diturunkan masih belum stabil. Ia belum sadarkan diri dan masih menggunakan alat bantu pernapasan. Pihak kepolisian sangat berharap Sari dapat segera pulih dan memberikan keterangan, karena diduga kuat ia adalah satu-satunya saksi hidup yang mengetahui persis apa yang terjadi di dalam rumah pada malam nahas itu.

"Kesaksian ibu Sari akan sangat krusial untuk mengungkap tabir gelap peristiwa ini. Kami terus berdoa agar ia diselamatkan dan segera bisa diajak berkomunikasi," ujar AKBP Didik. Tim Inafis Polres Palu dan tim forensik dari Polda Sulteng masih terus bekerja di laboratorium untuk menganalisis sampel DNA dari TKP.

Publik Palu kini meradang. Mereka mendesak agar aparat segera menangkap pelaku dan mengusut motifnya secara transparan. Tagar #JusticeForKeluargaPalu mulai ramai diperbincangkan di media sosial, diiringi seruan untuk mempercepat penyelidikan.

Kasus ini menjadi serangkaian tragedi kekerasan domestik ekstrem yang terjadi di Indonesia baru-baru ini, mengingatkan kembali pentingnya sistem peringatan dini dan perlindungan terhadap ancaman kekerasan dalam lingkup terkecil masyarakat. Polisi mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi apa pun terkait kejadian ini untuk segera menghubungi posko pengaduan di Kantor Polsek Palu Selatan atau melalui layanan darurat 110.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User