Pembunuhan Sadis di Palu: Ayah dan Balita Tewas, Pelaku Diduga Rekan Kerja

Kota Palu, Sulawesi Tengah, kembali diguncang aksi kekerasan yang merenggut nyawa seorang pria dan putranya yang masih berusia dua tahun. Peristiwa tragis ini terjadi di sebuah rumah di Jalan PDAM, Ke...

Jul 28, 2026 - 01:45
0 0
Pembunuhan Sadis di Palu: Ayah dan Balita Tewas, Pelaku Diduga Rekan Kerja

Kota Palu, Sulawesi Tengah, kembali diguncang aksi kekerasan yang merenggut nyawa seorang pria dan putranya yang masih berusia dua tahun. Peristiwa tragis ini terjadi di sebuah rumah di Jalan PDAM, Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, pada Minggu malam (26/7) sekitar pukul 21.00 WITA. Polisi yang tiba di lokasi langsung mengamankan tempat kejadian dan menemukan dua korban tewas dengan luka serius di beberapa bagian tubuh. Sementara itu, istri korban, Nurhanisa, mengalami cedera parah dan segera dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif.

Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa terduga pelaku merupakan rekan kerja korban yang diduga memiliki masalah pribadi dengan keluarga itu. Identitas pelaku saat ini masih dalam pengejaran, namun polisi telah mengantongi sejumlah bukti dan keterangan saksi yang mengarah pada motif dendam atau perselisihan di tempat kerja. "Kami masih melakukan penyelidikan intensif. Beberapa orang saksi sudah memberikan keterangan yang cukup membantu," ujar seorang petugas kepolisian yang enggan disebutkan namanya.

Kronologi Mencekam di Malam Hari

Menurut warga sekitar, malam itu terdengar suara keributan dari dalam rumah korban. Beberapa tetangga mengaku mendengar teriakan minta tolong, namun karena situasi malam yang gelap dan takut, mereka tidak segera masuk ke rumah tersebut. "Saya dengar suara orang berkelahi dan tangisan anak kecil, tapi saya pikir mereka lagi bertengkar biasa. Tak lama kemudian terdengar jeritan perempuan yang sangat keras," cerita seorang tetangga yang rumahnya berjarak sekitar 10 meter dari lokasi.

Ketika situasi mulai tenang, warga memberanikan diri mendatangi rumah itu dan mendapati pintu sudah terbuka lebar. Di dalam, mereka menemukan pemandangan yang memilukan: Jamil (32), seorang pekerja proyek, tergeletak di lantai dengan luka benda tajam di bagian leher dan dada. Sementara itu, putranya yang baru berusia dua tahun, berinisial R, juga ditemukan dalam kondisi mengenaskan di dekat tubuh ayahnya. Ibu korban, Nurhanisa, tergeletak di sudut ruangan dengan luka bacok di lengan dan punggung. Warga segera menghubungi pihak berwajib dan ambulans.

Pelaku Diduga Karyawan Satu Perusahaan

Dari penyelidikan awal, terungkap bahwa pelaku merupakan seorang pria yang bekerja di perusahaan yang sama dengan Jamil. Keduanya diduga terlibat konflik terkait uang proyek atau masalah pribadi yang belum terselesaikan. "Mereka sama-sama bekerja sebagai buruh bangunan di proyek perumahan. Ada informasi bahwa pelaku sempat cekcok dengan korban di tempat kerja beberapa hari sebelum kejadian," jelas sumber kepolisian.

Pihak keluarga korban yang dihubungi wartawan mengaku tidak mengetahui persis masalah apa yang memicu penyerangan sadis itu. "Saya hanya tahu abang (Jamil) sering mengeluh soal teman kerjanya yang suka meminjam uang tapi tidak dikembalikan. Mungkin itu pelakunya," ujar adik ipar korban yang turut berduka di rumah sakit. Hingga kini, tim Resmob Polres Palu masih memburu pelaku yang diduga melarikan diri seusai melakukan aksinya.

Kondisi Istri Korban Masih Kritis

Nurhanisa, satu-satunya korban selamat dalam insiden ini, saat ini dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Anutapura Palu. Dokter menyatakan bahwa kondisinya masih kritis karena kehilangan banyak darah dan menderita luka bacok di beberapa bagian tubuh. "Pasien sudah menjalani operasi darurat dan saat ini dalam pengawasan ketat. Kami berharap kondisinya segera stabil," ujar seorang perawat di ruang ICU.

Pihak rumah sakit memastikan akan memberikan penanganan terbaik untuk korban. Sementara itu, keluarga besar terus berdatangan untuk memberikan dukungan moral. Mereka meminta agar pelaku segera ditangkap dan dihukum setimpal. "Kami sangat terpukul. Kehilangan adik dan keponakan sekaligus, dan sekarang kakak ipar saya berjuang antara hidup dan mati. Tolong bantu kami mencari keadilan," kata kerabat korban dengan suara bergetar.

Polisi Tingkatkan Pengejaran

Kapolres Palu, melalui Kasat Reskrim, menyatakan telah membentuk tim khusus untuk menangkap pelaku. Ia meminta masyarakat tetap tenang dan tidak main hakim sendiri. "Kami sudah mengantongi identitas terduga pelaku. Dalam waktu dekat, kami harap bisa segera melakukan penangkapan. Bagi anggota keluarga atau siapa pun yang mengetahui keberadaannya, diminta segera melapor," tegasnya.

Polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan barang bukti berupa pisau dapur yang diduga digunakan pelaku, serta memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi. Sejumlah saksi, termasuk tetangga dan rekan kerja korban, telah dimintai keterangan. Diharapkan, dengan kerja sama semua pihak, kasus ini dapat terungkap dengan cepat dan pelaku segera mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Tragedi ini menambah daftar panjang kejahatan yang dipicu oleh perselisihan antarrekan kerja. Pihak kepolisian mengimbau agar warga menyelesaikan setiap permasalahan dengan cara damai dan tidak mudah terpancing emosi. "Konflik sekecil apa pun bisa menjadi besar jika tidak diselesaikan dengan kepala dingin. Kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua," pungkas Kasat Reskrim.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User