Application Name Application Name

Patokan

Hukum

Operator SPBU Bertahan Layani Warga di Tengah Duka Gempa NTT

Ketika gempa berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), banyak warga bergegas menyelamatkan diri dan mengungsikan keluarganya ke tempat yang lebih aman. Namu...

Operator SPBU Bertahan Layani Warga di Tengah Duka Gempa NTT

Ketika gempa berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), banyak warga bergegas menyelamatkan diri dan mengungsikan keluarganya ke tempat yang lebih aman. Namun di tengah kepanikan itu, ada sosok yang memilih bertahan di tempat tugasnya. Valentinus Jantur, seorang operator stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), tetap membuka pelayanan bagi masyarakat yang membutuhkan energi di tengah situasi darurat.

Keputusan Jantur untuk tetap bekerja bukanlah hal yang mudah. Saat gempa besar terjadi, rasa takut tentu menyelimuti dirinya. Getaran kuat yang merambat dari pusat gempa sempat membuat semua orang berlarian keluar dari bangunan. Namun setelah memastikan keluarganya dalam keadaan selamat, pria yang akrab disapa Jantur ini memilih kembali ke pos kerjanya. Baginya, kebutuhan bahan bakar warga tidak bisa menunggu, apalagi pada masa-masa kritis seperti ini.

Bertahan demi kebutuhan energi warga

Langkah Jantur menjadi penting karena stasiun pengisian bahan bakar merupakan salah satu infrastruktur vital dalam penanganan bencana. Tanpa pasokan BBM yang lancar, kendaraan yang digunakan untuk evakuasi, distribusi logistik, hingga mobil ambulans akan terhambat. Kesadaran inilah yang membuat Jantur memilih mengesampingkan ketakutannya dan terus melayani antrean kendaraan yang datang ke SPBU tempatnya bekerja.

Setiap hari sejak gempa terjadi, Jantur berupaya hadir tepat waktu. Ia memahami bahwa banyak pengendara yang membutuhkan bahan bakar untuk menjemput keluarganya, mengantar korban ke rumah sakit, atau sekadar mengisi kendaraan sebelum mencari tempat aman. Dalam situasi genting, kehadiran operator yang sigap menjadi penenang tersendiri bagi warga yang dilanda kebingungan.

Meski menjalankan tugasnya dengan baik, Jantur tidak memungkiri adanya kekhawatiran dalam dirinya. Gempa susulan yang masih kerap terjadi membuatnya harus selalu waspada. Ia pun mengaku setiap getaran kecil langsung membuat jantungnya berdebar. Namun dukungan dari orang-orang terdekatnya membuat tekadnya semakin bulat untuk tetap melayani masyarakat.

Keluarga dan Pertamina jadi penyemangat

Di balik ketangguhan Jantur, ada peran besar dari keluarga yang terus memberinya dukungan moril. Istri dan anak-anaknya memahami betul tanggung jawab yang diembannya. Alih-alih memintanya berhenti bekerja, keluarga justru memberikan semangat agar ia tetap bertugas selama kondisi memungkinkan. Doa dan pesan singkat dari keluarga menjadi energi tersendiri yang membuat Jantur bangkit setiap pagi untuk kembali ke SPBU.

Selain keluarga, perusahaan tempatnya bekerja juga turut hadir memberikan dukungan. Pertamina, sebagai badan usaha yang menaungi SPBU tersebut, disebut memberikan perhatian kepada para pekerja yang tetap menjalankan tugas di wilayah terdampak bencana. Kehadiran dukungan dari perusahaan ini memperkuat keyakinan Jantur bahwa dirinya tidak berjalan sendirian dalam menghadapi masa sulit.

Jantur berharap situasi di Manggarai segera pulih. Ia ingin masyarakat kembali menjalani kehidupan normal tanpa dibayangi ketakutan akan gempa. Sebelum itu terjadi, ia berjanji akan tetap berdiri di balik mesin dispenser, melayani setiap warga yang membutuhkan, apa pun kondisinya.

Semangat juang di tengah bencana

Kisah Jantur hanyalah satu dari sekian banyak kisah ketangguhan yang lahir dari bencana di NTT. Di tengah reruntuhan dan duka, masih ada orang-orang biasa yang melakukan pekerjaan luar biasa. Mereka tidak menonjolkan diri, tidak mencari pujian, tetapi kehadiran mereka sangat berarti bagi kelangsungan hidup banyak orang.

Para operator SPBU, tenaga kesehatan, relawan, hingga aparat yang bertugas di lapangan adalah garda terdepan yang memastikan roda kehidupan tetap berputar pascabencana. Mereka bekerja dengan keterbatasan, mengorbankan kenyamanan, dan menghadapi risiko setiap harinya. Semangat mereka menjadi pengingat bahwa di tengah kehancuran, solidaritas dan kepedulian tetap tumbuh subur.

Bagi warga Manggarai yang tengah berjuang memulihkan diri, kehadiran Jantur dan rekan-rekannya menjadi harapan kecil yang menenangkan. Setiap tetes bahan bakar yang mengalir dari mesin dispenser adalah simbol bahwa kehidupan terus berjalan. Setiap senyum yang diberikan operator di tengah kelelahan adalah penguat bagi mereka yang kehilangan arah.

Kisah Valentinus Jantur mengajarkan bahwa tanggung jawab tidak luntur oleh bencana. Ketika sebagian orang memilih menyelamatkan diri, ada pula yang memilih bertahan demi kepentingan banyak orang. Ketangguhan semacam inilah yang kelak akan dikenang sebagai bagian dari perjalanan panjang pemulihan NTT setelah gempa dahsyat itu berlalu.

Semoga dukungan yang terus mengalir, baik dari keluarga, perusahaan, maupun sesama warga, mampu menguatkan Jantur dan semua pihak yang bertugas di garis depan. Masa pemulihan memang tidak singkat, tetapi dengan semangat kebersamaan, warga Manggarai yakin dapat bangkit kembali dan membangun daerahnya dengan lebih kokoh.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
writer7
TENTANG PENULIS writer7

Bacaan Terkait

Comments (0)

User