One Nation Kekisruhan Target Migrasi: 130 Ribu atau 230 Ribu?
Kekisruhan terjadi di tubuh partai One Nation Australia setelah pernyataan kontradiktif dari dua tokoh senior mereka soal target migrasi tahunan. Angka yan
Kekisruhan terjadi di tubuh partai One Nation Australia setelah pernyataan kontradiktif dari dua tokoh senior mereka soal target migrasi tahunan. Angka yang disebut berbeda jauh — 130.000 atau 230.000 — memicu pertanyaan serius tentang koherensi kebijakan partai kanan jauh ini menjelang pemilu federal mendatang.
Situasi ini bermula ketika anggota parlemen (MP) One Nation untuk pemilihan Farrer, David Farley, tampil dalam program wawancara politik ABC Insiders pada Minggu (23/8/2026). Farley mengungkapkan bahwa target migrasi bersih One Nation sebenarnya tidak jauh berbeda dari proyeksi pemerintah Partai Buruh saat ini — sebuah pernyataan yang langsung memancing kehebohan di jagat politik Australia.
Pernyataan Farley yang Memantik Kontroversi
Dalam wawancara tersebut, Farley menjelaskan bahwa angka 130.000 untuk migrasi bersih luar negeri (Net Overseas Migration/NOM) yang selama ini diklaim One Nation sebagai kebijakan resmi mereka, belum termasuk pekerja terampil yang masuk melalui berbagai jalur visa khusus. Di antaranya, sekitar 40.000 migran dari program visa pekerja Pasifik, 68.000 hingga 70.000 perawat lansia terampil, serta pekerja mekanik dan insinyur yang dibutuhkan industri.
"Angka mentahnya tidak terlalu berbeda, tetapi kenyataannya di mana kita membutuhkan mereka. Kita tidak membutuhkan mereka di kota-kota besar metropolitan — kita membutuhkan mereka di luar sana untuk bekerja secara produktif di sektor pertanian, teknik, dan pertambangan," ujar Farley kepada ABC Insiders.
Dengan penambahan sekitar 100.000 pekerja terampil tersebut, total migrasi tahunan yang dibidik One Nation mencapai sekitar 230.000 orang per tahun — hanya 5.000 lebih sedikit dari proyeksi APBN Partai Buruh sebesar 225.000 untuk tahun fiskal 2028.
Hanson Langsung Membetulkan
Reaksi keras datang dari pemimpin partai itu sendiri, Senator Pauline Hanson. Beberapa jam setelah wawancara Farley tayang, Hanson menulis di media sosial bahwa kebijakan resmi One Nation tetap memangkas migrasi bersih luar negeri menjadi 130.000 orang — kurang dari setengah dari tingkat migrasi pemerintah Buruh saat ini yang berada di sekitar 300.000.
"Kebijakan kami adalah memangkas migrasi bersih luar negeri menjadi 130.000, terutama melalui pengurangan mahasiswa internasional dan tanggungan mereka, pemangkasan dramatis visa pascasarjana sementara, serta program migrasi terampil yang jauh lebih terarah," tulis Hanson di media sosial.
Hanson menjelaskan bahwa pekerja pertanian musiman jangka pendek, seperti mereka yang datang melalui visa pekerja Pasifik, umumnya tidak dihitung dalam angka NOM karena masa tinggal mereka tidak memenuhi tes residensi Biro Statistik Australia (ABS) — yaitu tetap tinggal minimal 12 dari 16 bulan.
Namun, Hanson mengakui bahwa skema PALM (Pacific Australia Labour Mobility) juga mencakup pekerja yang bisa tinggal hingga empat tahun, seperti di sektor pengolahan daging, dan dalam kasus tersebut mereka dihitung dalam NOM.
Joyce: Farley Hanya Salah Ucap
Barnaby Joyce, mantan wakil perdana menteri yang kini menjadi MP One Nation, mencoba meredakan situasi dalam wawancara di program Sunrise Channel Seven pada Senin pagi. Joyce menegaskan bahwa Farley hanya membuat kesalahan saat menjelaskan angka-angka tersebut.
"Tunjukkan karier politik di mana seseorang tidak pernah membuat kesalahan, dan saya akan menunjukkan seseorang yang tidak pernah berkata jujur. Saya tidak akan menjatuhkan siapa pun. Ketika orang baru di parlemen, mereka kadang bisa salah paham, dan itulah yang terjadi," kata Joyce.
Pernyataan ini menarik karena Joyce sendiri dikenal sebagai figur yang kerap vokal soal kebijakan migrasi, terutama saat ia masih bergabung dengan Partai Nasional. Kini, bersama One Nation, ia berada di posisi membela partai yang kebijakannya justru sedang dipertanyakan publik.
Konteks Politik: Migrasi Jadi Medan Pertempuran
Kekisruhan ini terjadi di tengah intensifikasi debat nasional tentang migrasi. Berdasarkan jajak pendapat Redbridge/Accent Research yang dilakukan untuk Australian Financial Review, pemilih kini lebih mempercayai One Nation dan pendekatan restriktif mereka terhadap migrasi dibandingkan Partai Buruh maupun Partai Liberal.
Peningkatan popularitas One Nation di isu migrasi telah memaksa kedua partai besar untuk memperkuat posisi mereka. Partai Buruh berencana melakukan reformasi visa sementara untuk memangkas kedatangan, sementara Koalisi (Liberal-Nasional) sedang mengembangkan kebijakan untuk mengaitkan migrasi dengan laju konstruksi perumahan.
| Partai | Target Migrasi Bersih | Pendekatan |
|---|---|---|
| One Nation | 130.000/tahun (klaim resmi) | Pangkas mahasiswa internasional & visa sementara |
| Partai Buruh | 225.000 (target 2028) | Reformasi visa sementara |
| Koalisi | Bawah 180.000 (estimasi) | Ikat migrasi dengan pembangunan rumah |
Menteri Federal Pat Conroy dari Partai Buruh menyebut One Nation "tidak koheren" dan "tidak layak berkuasa" menyusul kekisruhan ini. Sementara itu, juru bicara imigrasi Koalisi Jonathon Duniam menyerang One Nation karena dianggap ceroboh dalam mengelola angka migrasi mereka.
"Itu pemimpin One Nation yang sama yang mengatakan dalam wawancara sekitar seminggu lalu bahwa ia tidak peduli dampak terhadap bisnis dari perubahan apa pun pada sistem migrasi," kata Duniam.
Kekhawatiran Dunia Usaha
Dunia usaha Australia semakin cemas dengan "perlombaan ke bawah" soal migrasi. Australian Industry Group (Ai Group) pada hari Jumat menegaskan bahwa migrasi terampil sangat penting untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja di sektor perumahan, infrastruktur, manufaktur, kesehatan, perawatan lansia, dan industri baru.
Kepala Eksekutif Ai Group, Innes Willox, menekankan bahwa Australia tidak dapat memenuhi kebutuhan tenaga kerja saat ini dan masa depan hanya melalui pelatihan domestik.
"Mengurangi migrasi terampil pada saat kekurangan tenaga kerja yang terus-menerus akan memberikan tekanan lebih lanjut pada penyediaan perumahan, proyek infrastruktur besar, dan investasi bisnis," kata Willox.
Apa Sebenarnya NOM Itu?
Perdebatan ini juga menyoroti kompleksitas konsep NOM itu sendiri. Migrasi bersih luar negeri dihitung oleh ABS berdasarkan pergerakan orang — jumlah kedatangan dari luar negeri dikurangi jumlah keberagian. Seseorang harus tetap berada di negara tersebut selama minimal 12 dari 16 bulan agar dihitung dalam NOM.
Yang termasuk dalam perhitungan ini adalah warga negara, penduduk tetap, pemegang visa sementara, pencari suaka, serta backpacker dan pekerja holiday yang tinggal lebih dari satu tahun. Pada tahun 2024-2025, sebanyak 568.000 orang masuk ke Australia, turun 14% dari tahun sebelumnya, sementara 263.000 orang meninggalkan negara tersebut.
Pakar migrasi telah lama memperingatkan bahwa mengaitkan migrasi dengan kekurangan perumahan adalah argumen yang cacat, karena pekerja migran justru penting untuk meningkatan stok perumahan.
Dampak terhadap Lanskap Politik
Kekisruhan angka 130.000 versus 230.000 ini menjadi pukulan bagi citra One Nation sebagai partai yang konsisten dalam kebijakan anti-migrasi. Sejak berdiri pada tahun 1997, pemangkasan migrasi merupakan pilar fondasi partai ini — bahkan dalam pidato pertamanya di parlemen federal, Hanson pernah menyatakan bahwa Australia terancam "ditenggelamkan oleh orang Asia."
Namun, inkonsistensi terbaru ini menimbulkan keraguan apakah partai mampu menerjemahkan janji-janji restriktif mereka ke dalam kebijakan yang koheren dan bisa dilaksanakan. Farley sendiri pernah ditegur oleh Hanson sebelumnya karena pernyataannya yang bertentangan dengan kebijakan partai soal penampilan bendera penduduk asli.
Di sisi lain, perdebatan ini menunjukkan betapa sentralnya isu migrasi dalam politik Australia saat ini. Dengan pemilu federal yang semakin dekat, setiap partai berusaha meyakinkan pemilih bahwa mereka memiliki solusi terbaik untuk mengelola arus migrasi — sambil tetap menjaga stabilitas ekonomi yang sangat bergantung pada tenaga kerja asing.
Yang pasti, publik Australia kini menanti kejelasan: apakah One Nation benar-benar akan memangkas migrasi hingga setengahnya, atau angka 230.000 yang disebut Farley-lah yang lebih mencerminkan kenyataan kebijakan mereka yang sebenarnya.




Comments (0)