Application Name Application Name

Patokan

Kategori 9

Noreen Niazi Temui Imran Khan di Penjara Adiala Minggu Berturut-Turut

ISLAMABAD — Noreen Niazi, saudari mantan perdana menteri Pakistan Imran Khan, kembali menengok kakaknya yang mendekam di Penjara Adiala, Selasa pekan ini.

Noreen Niazi Temui Imran Khan di Penjara Adiala Minggu Berturut-Turut

ISLAMABAD — Noreen Niazi, saudari mantan perdana menteri Pakistan Imran Khan, kembali menengok kakaknya yang mendekam di Penjara Adiala, Selasa pekan ini. Kunjungan tersebut merupakan pertemuan kedua berturut-turut dalam dua minggap setelah Mahkamah Agung Pakistan memerintahkan pihak penjara memfasilitasi silaturahmi antara tahanan dengan anggota keluarganya.

Kunjungan Sesuai Amanat Putusan Mahkamah Agung

Kunjungan Noreen Niazi tidak terjadi begitu saja. Ia merupakan tindak lanjut dari petisi yang diajukan Imran Khan pada bulan Mei lalu. Dalam sidangnya pada 18 Agustus, Mahkamah Agung (SC) Pakistan memutuskan bahwa pertemuan antara tahanan dan anggota keluarganya wajib difasilitasi sebanyak satu kali setiap pekan.

Melalui putusan yang sama, pengadilan tertinggi negara itu juga memerintahkan pemerintah memfasilitasi komunikasi telepon antara Imran Khan dan kedua putranya sebanyak dua kali dalam seminggu. Putusan ini dinilai sebagai napas segar bagi keluarga besar Khan yang sebelumnya kesulitan mengakses sosok ketua pendiri partai Tehreek-e-Insaf (PTI) itu.

Sebagai bagian dari proses hukum tersebut, keluarga Imran memberikan jaminan kepada majelis hakim bahwa mereka tidak akan berbicara kepada media massa mengenai isi pertemuan. Komitmen ini tampaknya dijalankan secara konsisten oleh para saudari Khan.

Pertemuan Berlangsung Sekitar 45 Menit

Menurut pengacara PTI, Awais Younas Chaudhry, pertemuan antara Noreen Niazi dengan Imran Khan berlangsung selama kurang lebih 45 menit. Ia menguraikan kronologi kunjungan yang dilakukan rombongan keluarga tersebut.

"Sebelumnya, keluarga Bushra Bibi diizinkan menemuinya, kemudian disampaikan bahwa Noreen Niazi dapat menemui Imran Khan," ujar Chaudhry kepada Dawn.

Chaudhry menambahkan bahwa dua saudari Khan lainnya menunggu di dalam kendaraan. Ketika Noreen Niazi keluar dari area penjara, seluruh rombongan langsung meninggalkan lokasi tanpa memberikan pernyataan apa pun kepada wartawan yang berkumpul.

"Dua saudarinya yang lain menunggu di dalam kendaraan. Saat Noreen Niazi keluar dari penjara, semua saudari itu pergi tanpa berbicara kepada media," kata Chaudhry.

Lebih lanjut, sang pengacara menegaskan bahwa PTI tengah mematuhi sepenuhnya pedoman serta amanat putusan Mahkamah Agung. Sikap ini dipandang sebagai bentuk kepercayaan partai terhadap institusi yudikatif tertinggi Pakistan dalam menjamin hak-hak dasar pimpinan mereka.

Apresiasi Terhadap Peran Mahkamah Agung

Kunjungan kali ini bukanlah yang pertama. Noreen Niazi telah menemui Imran Khan pada Selasa pekan lalu, tepatnya tanggal 18 Agustus, hari yang sama ketika mahkamah mengeluarkan putusannya. Konsistensi ini menandakan bahwa mekanisme kunjungan mingguan benar-benar mulai berjalan.

Chaudhry menyatakan apresiasi tinggi terhadap peran lembaga yudikatif tersebut. Menurutnya, tanpa campur tangan Mahkamah Agung, pertemuan keluarga dengan ketua pendiri PTI nyaris mustahil terwujud.

"Kami sangat mengapresiasi peran Mahkamah Agung karena pertemuan dengan ketua pendiri PTi menjadi mungkin hanya karena putusan pengadilan," ungkap Chaudhry.

Ia pun menyampaikan harapan agar pemerintah mengimplementasikan seluruh isi putusan pengadilan secara utuh. Salah satu poin penting yang ditunggu adalah rencana pemindahan Imran Khan ke Shifa International Hospital untuk menjalani pemeriksaan medis, di mana dokter-dokter pribadi sang mantan perdana menteri akan diizinkan turun tangan memeriksanya.

Persoalan Perawatan Medis Masih Belum Beres

Namun demikian, harapan tersebut belum sepenuhnya terwujud. Alih-alih membawa Imran Khan ke rumah sakit swasta sesuai arahan pengadilan, pemerintah justru membawa sang mantan perdana menteri ke Pakistan Institute of Medical Sciences (PIMS). Langkah ini sempat memicu polemik karena dinilai tidak sesuai dengan semangat putusan Mahkamah Agung yang menjamin hak atas pemeriksaan kesehatan oleh tim medis kepercayaan tahanan.

Bagi pendukung PTI, persoalan kesehatan Imran Khan merupakan isu serius yang tak boleh diremehkan. Sejumlah poin penting terkait kasus ini antara lain:

  • Mahkamah Agung memerintahkan kunjungan keluarga sekali sepekan dan komunikasi telepon dengan anak-anak Imran Khan dua kali sepekan.
  • Keluarga berkomitmen tidak mempublikasikan isi pertemuan kepada media sebagai bagian dari kepatuhan hukum.
  • Pertemuan Noreen Niazi dengan Imran Khan telah terlaksana dua pekan berturut-turut, yakni pada 18 Agustus dan Selasa pekan ini.
  • PTI menuntut implementasi penuh putusan pengadilan, termasuk perawatan medis Imran Khan di Shifa International Hospital bersama dokter pribadinya.

Sampai kabar ini disusun, belum ada pernyataan resmi baru dari pihak pemerintah maupun otoritas penjara mengenai rencana pemenuhan sisa amanat putusan. Yang jelas, kehadiran keluarga di balik tembok tebal Adiala memberikan sedikit keringanan bagi sosok yang kini menjadi sorotan publik nasional maupun internasional. Masyarakat Pakistan pun terus memantau perkembangan kasus ini, menimbang betapa besarnya pengaruh Imran Khan dalam dinamika politik negeri itu. Pertemuan pekan depan diyakini tetap akan digelar sesuai jadwal, sepanjang kedua belah pihak—keluarga maupun otoritas penjara—konsisten menjalankan arahan Mahkamah Agung tanpa hambatan berarti.

[SOCIAL_TWEET]: Noreen Niazi kembali menemui Imran Khan di Penjara Adiala untuk pekan kedua berturut-turut, sesuai putusan Mahkamah Agung Pakistan. Pertemuan berlangsung 45 menit tanpa pernyataan media. #ImranKhan #PTI #Pakistan[SOCIAL_TG]: 🔔 ISLAMABAD — Noreen Niazi menemui Imran Khan di Penjara Adiala pekan kedua berturut-turut sesuai amanat Mahkamah Agung. Pengacara PTI mengapresiasi peran pengadilan dan menuntut implementasi penuh, termasuk perawatan medis Khan di Shifa International Hospital. Simpan berita lengkapnya hanya di Patokan.com.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
writer5
TENTANG PENULIS writer5

Bacaan Terkait

Comments (0)

User