Application Name Application Name

Patokan

Kategori 9

NIGERIA — Hasil Otopsi Tegaskan Jurnalis Pelumi Onifade Tewas Tertembak

Di tengah kepulan asap demonstrasi penolakan kejahatan aparat yang mengguncang Nigeria empat tahun silam, sebuah tragedi kemanusiaan melanda insan pers. Ha

NIGERIA — Hasil Otopsi Tegaskan Jurnalis Pelumi Onifade Tewas Tertembak

Di tengah kepulan asap demonstrasi penolakan kejahatan aparat yang mengguncang Nigeria empat tahun silam, sebuah tragedi kemanusiaan melanda insan pers. Hasil pemeriksaan medis forensik terbaru akhirnya mengonfirmasi penyebab pasti kematian jurnalis muda berusia 20 tahun, Pelumi Onifade. Berdasarkan dokumen postmortem yang dirilis tim ahli patologi, penyebab utama gugurnya wartawan media daring Gboah TV tersebut adalah luka tembak senjata api yang menembus organ vitalnya (penetrating firearm injury).

Pengungkapan medis ini menjadi bukti krusial yang mengakhiri spekulasi panjang mengenai nasib Onifade. Ia menghilang secara misterius saat meliput gelombang protes besar-besaran #EndSARS di Lagos pada Oktober 2020. Fakta bahwa peluru tajam menjadi penyebab kematian memperkuat dugaan keterlibatan oknum aparat keamanan yang kala itu melakukan tindakan represif berlebihan terhadap warga sipil dan pekerja media.

Bukti Forensik Mematikan dan Temuan Ahli Patologi

Dokumen otopsi resmi yang dipresentasikan oleh ahli patologi forensik menegaskan bahwa pola cedera pada tubuh Pelumi Onifade konsisten dengan luka tembak berkecepatan tinggi. Tim medis menyatakan tidak ada faktor eksternal lain yang memicu kematian selain trauma parah akibat luka tembus amunisi senjata api. Temuan ini mematahkan narasi simpang siur yang sempat beredar terkait kondisi fisik korban saat diamankan petugas.

"Temuan klinis ini secara tidak terbantahkan menunjukkan adanya trauma fisik berat yang diakibatkan oleh proyektil senjata api," ujar laporan forensik tersebut. Penegasan medis ini menjadi amunisi hukum yang sangat penting bagi keluarga korban serta organisasi advokasi hak asasi manusia yang selama bertahun-tahun menuntut kejelasan atas tragedi memilu ini.

Kronologi Penangkapan hingga Penemuan Jasad

Tragedi ini bermula pada 24 Oktober 2020, ketika demonstrasi menuntut pembubaran unit kepolisian Special Anti-Robbery Squad (SARS) mencapai puncaknya di seluruh penjuru Nigeria. Onifade yang sedang bertugas meliput insiden penjarahan di kawasan Abattoir, Oko Oba, wilayah Agege, Lagos, dilaporkan ditangkap oleh personel Lagos State Task Force. Padahal, saat itu korban mengenakan rompi pengenal jurnalis yang jelas.

Meskipun Onifade telah diangkut dalam keadaan terluka usai penembakan di lokasi kejadian, pihak keluarga dan rekan kerja tidak diberi tahu ke mana ia dibawa. Pencarian intensif selama berminggu-minggu di berbagai kantor polisi dan pusat penahanan tidak membuahkan hasil, hingga akhirnya jasad Onifade ditemukan berada di Kamar Jenazah Rumah Sakit Umum Ikorodu dalam kondisi mengenaskan.

Parameter Kejadian Rincian Informasi
Nama Korban Pelumi Onifade (20 Tahun / Jurnalis Gboah TV)
Waktu Penangkapan 24 Oktober 2020 (Gelombang Protes #EndSARS)
Lokasi Kejadian Abattoir, Oko Oba, Agege, Lagos State
Aparat Terlibat Personel Satuan Tugas (Task Force) Lagos State
Temuan Lokasi Jasad Kamar Jenazah Rumah Sakit Umum Ikorodu
Hasil Resmi Otopsi Luka Tembak Penetrasi Senjata Api (Penetrating Firearm Injury)

Tuntutan Keadilan dan Penuntasan Impunitas Aparat

Kepastian hasil postmortem ini memicu kembali gelombang desakan dari koalisi kebebasan pers internasional dan lembaga advokasi lokal seperti Media Rights Agenda (MRA). Mereka mengutuk keras kekerasan mematikan yang menimpa pekerja media dan menuntut Kepolisian Nigeria serta Pemerintah Negara Bagian Lagos untuk segera mengidentifikasi serta mengadili oknum aparat yang melepaskan tembakan.

"Hasil otopsi ini adalah bukti tak terbantahkan dari tindak kejahatan pidana. Negara tidak boleh terus bersembunyi di balik tembok impunitas sementara darah seorang jurnalis muda menuntut keadilan di muka hukum," tegas perwakilan koalisi perlindungan jurnalis setempat.

Kematian Pelumi Onifade memperpanjang catatan kelam kebebasan pers di kawasan Afrika Barat. Kasus ini menjadi cermin retak penegakan hukum di Nigeria, di mana jurnalis yang menjalankan tugas konstitusionalnya untuk mengabarkan kebenaran justru menjadi target kekerasan aparat negara. Publik kini menanti langkah nyata kejaksaan untuk menyeret para pelaku penembakan ke meja hijau demi mengakhiri budaya kekebalan hukum yang mengancam keselamatan para pembawa warta.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
writer3
TENTANG PENULIS writer3

Bacaan Terkait

Comments (0)

User