NEW YORK — US Open Memicu Kecaman Akibat Laga Hingga Dini Hari
Suasana di Arthur Ashe Stadium, Flushing Meadows, New York, berubah menjadi hening dan penuh kelelahan ketika jarum jam menunjukkan pukul 03.34 pagi. Perta
Suasana di Arthur Ashe Stadium, Flushing Meadows, New York, berubah menjadi hening dan penuh kelelahan ketika jarum jam menunjukkan pukul 03.34 pagi. Pertandingan perempat final yang sengit antara Ben Shelton dan Carlos Alcaraz akhirnya tuntas setelah pertarungan sengit berdurasi 4 jam 28 menit. Pertandingan ini tidak hanya menyajikan drama olahraga tingkat tinggi, tetapi juga resmi mencatatkan sejarah sebagai laga dengan waktu selesai paling larut sepanjang 145 tahun sejarah penyelenggaraan US Open.
Kondisi ini memicu gelombang kritik pedas dari para pengamat, penonton, hingga deretan legenda tenis dunia. Sesi malam turnamen Grand Slam penutup musim ini dinilai telah mencapai titik kritis yang membahayakan kondisi fisik para atlet serta merusak kenyamanan para penggemar yang hadir di stadion maupun layar kaca.
Rekor Baru di Tengah Kegelapan Malam
Fenomena laga yang menembus dini hari di New York sebenarnya bukan hal yang asing. Pada edisi 2022, Carlos Alcaraz pernah bertarung sengit melawan Jannik Sinner hingga pukul 02.50 pagi, yang kala itu memegang rekor sebagai waktu selesai paling larut. Namun, penyelenggaraan turnamen tahun ini dinilai telah melampaui batas kewajaran.
Hingga pertengahan turnamen, tercatat sedikitnya empat pertandingan yang waktu selesainya melampaui pukul 02.00 pagi. Masalah utama terletak pada keterlambatan jadwal mulai (start time). Pertandingan antara Shelton dan Alcaraz, misalnya, baru bisa dimulai setelah pukul 23.00 malam pada Selasa. Kejadian serupa dialami petenis veteran Venus Williams saat berhadapan dengan Sofia Kenin di babak pertama, di mana pertandingan baru dimulai setelah tengah malam dan berakhir sekitar pukul 02.00 pagi.
| Pertandingan | Tahun | Waktu Selesai | Durasi Match |
|---|---|---|---|
| Ben Shelton vs Carlos Alcaraz | 2024 | 03.34 Pagi | 4 jam 28 menit |
| Carlos Alcaraz vs Jannik Sinner | 2022 | 02.50 Pagi | 5 jam 15 menit |
| Venus Williams vs Sofia Kenin | 2024 | 02.00+ Pagi | - |
Kritik Pedas Legenda Tenis Dunia
Penjadwalan maraton yang ekstrem ini memancing reaksi keras dari mantan ratu tenis dunia, Martina Navratilova. Melalui unggahan di media sosial X, pemilik 18 gelar Grand Slam tunggal putri tersebut menegaskan bahwa sistem penataan jadwal saat ini sudah sangat tidak rasional.
"Sesuatu harus diubah. Ini tidak bisa diterima dan sama sekali tidak normal," tegas Navratilova menyikapi situasi penjadwalan yang kian tak terkendali di Flushing Meadows.
Navratilova menilai sistem sesi malam (night session) di Stadion Arthur Ashe perlu dirombak total. Saat ini, panitia US Open rutin menempatkan dua pertandingan tunggal—satu putra dan satu putri—pada jam tayang utama malam hari. Format ini memiliki risiko besar jika salah satu atau kedua pertandingan berlangsung sengit hingga set maksimal.
Navratilova menyarankan agar panitia membatasi sesi malam hanya dengan satu laga tunggal yang dikombinasikan dengan partai ganda, guna mencegah penumpukan waktu hingga larut malam.
"Saya pikir mereka harus membenahi sesi malam. Ini terlalu larut. Jika Anda menempatkan laga tunggal putri lebih dulu dan berlangsung tiga set, laga putra baru dimulai pukul 22.00 malam. Jika laga putra itu berjalan lima set, Anda akan memulainya di tengah malam. Petenis tidak seharusnya berada atau memulai laga pada tengah malam. Ini sangat kontraproduktif bagi semua orang, baik penonton maupun pemain," tambah Navratilova.
Dilema Komersialisme dan Kesehatan Atlet
Penjadwalan yang sangat larut ini memperlihatkan adanya benturan keras antara kepentingan komersial penyiaran televisi (broadcasting) dan keselamatan fisik atlet. Jam tayang utama malam hari dirancang untuk menyedot jutaan pemirsa televisi di seluruh dunia, namun dampaknya merusak sistem pemulihan fisik para pemain secara drastis.
Bagi seorang petenis profesional, menyelesaikan laga pada pukul 03.30 pagi berarti mereka baru bisa meninggalkan lokasi stadion, menjalani konferensi pers, terapi fisik, dan makan malam pada pukul 05.00 atau 06.00 pagi. Kondisi ini merusak siklus tidur alami dan memberikan ketidakadilan kompetitif bagi pemain yang lolos ke babak berikutnya, sebab waktu istirahat mereka terpangkas secara signifikan dibanding calon lawan mereka.
Berikut adalah usulan langkah konkret yang disuarakan para pakar untuk mengatasi krisis jadwal ini:
- Penerapan Batas Waktu Mulai (Curfew): Menetapkannya agar tidak ada pertandingan baru yang diizinkan berlanjut atau dimulai setelah pukul 23.00 malam.
- Restrukturisasi Sesi Malam: Mengubah format sesi malam Arthur Ashe dari dua partai tunggal menjadi satu partai tunggal dan satu partai ganda.
- Penyesuaian Waktu Mulai: Memajukan jadwal pembukaan sesi malam lebih awal dari waktu yang berlaku saat ini.
Kini, desakan publik dan kritik keras dari para senior tenis dunia menempatkan pihak USTA (United States Tennis Association) dalam tekanan besar untuk segera merevisi regulasi demi menjaga integritas olahraga dan keselamatan para atlet.




Comments (0)