Application Name Application Name

Patokan

Kategori 9

NEW DELHI — Prabowo Tegaskan BRICS Strategis Perkuat Suara Selatan Global

Di tengah dinamika geopolitik dan ekonomi dunia yang kian kompleks, Indonesia kembali mempertegas posisi strategisnya di panggung internasional. Bertempat

NEW DELHI — Prabowo Tegaskan BRICS Strategis Perkuat Suara Selatan Global

Di tengah dinamika geopolitik dan ekonomi dunia yang kian kompleks, Indonesia kembali mempertegas posisi strategisnya di panggung internasional. Bertempat di pusat konvensi Bharat Mandapam, New Delhi, India, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan pandangan mendasar dalam sesi terbuka Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS. Di hadapan para pemimpin dunia, Presiden menegaskan bahwa kelompok BRICS memiliki peran yang sangat krusial dalam mengonsolidasikan serta memperkuat suara negara-negara berkembang yang tergabung dalam kawasan Selatan Global (Global South).

Langkah diplomasi ini dinilai sangat vital untuk memastikan bahwa aspirasi dan kepentingan masyarakat di negara-negara berkembang mendapatkan ruang yang memadai dalam arsitektur tata kelola global. Indonesia mendorong agar kerja sama kolektif antarnegara berkembang tidak hanya menjadi pelengkap, melainkan pilar utama dalam menentukan arah kebijakan dunia di masa depan.

Memperkuat Posisi Tawar di Panggung Global

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyoroti pentingnya solidaritas di antara negara-negara Selatan Global untuk merespons ketimpangan sistemik yang selama ini terjadi. Menurut Beliau, berbagai forum internasional kerap kali belum sepenuhnya menampung kebutuhan mendesak dari kawasan berkembang, mulai dari akses pendanaan pembangunan hingga keadilan perdagangan.

"Komitmen ini tetap teguh. Kita harus terus melangkah melampaui tahun 2030," ujar Presiden Prabowo dengan penuh optimisme saat berbicara dalam forum KTT BRICS.

Presiden menekankan bahwa keterlibatan aktif dalam aliansi seperti BRICS memberikan daya tawar yang lebih solid. "Kerja sama antarnegara berkembang adalah kunci agar kepentingan nasional kita tidak terabaikan dalam perumusan kebijakan global yang berdampak luas," tutur Beliau menegaskan arah diplomasi Indonesia.

Melampaui Target Agenda 2030 dan Pembangunan Berkelanjutan

Menjelang datangnya tahun 2030, dunia dihadapkan pada tenggat waktu penting pencapaian Agenda Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Berbagai komitmen universal telah disepakati untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem, memulihkan ekosistem lingkungan, serta memperkuat institusi publik agar lebih transparan dan akuntabel. Namun, Presiden mengingatkan bahwa target tersebut bukanlah garis akhir.

Agenda 2030 harus dijadikan sebagai momentum awal untuk menempatkan negara-negara berkembang pada posisi ekonomi yang mandiri dan berdaya saing tinggi. Untuk memberikan gambaran mengenai fokus pembangunan tersebut, tabel berikut merangkum poin transformasi yang didorong oleh Indonesia di forum global:

  • Pengentasan Kemiskinan
  • Ketahanan Pangan
  • Tata Kelola Internasional
  • Fokus Pembangunan Target Agenda 2030 Peran Strategis Selatan Global
    Menghapus kemiskinan di seluruh kawasan dunia Memperluas aliansi perdagangan berbasis keadilan sosial
    Mencapai kemandirian dan kecukupan gizi Penguatan rantai pasok lokal dan transfer teknologi
    Institusi global yang efisien dan inklusif Mendorong reformasi lembaga keuangan multilateral

    Prinsip Kemandirian dan Kedaulatan Luar Negeri

    Selain menyuarakan penguatan aliansi, Presiden Prabowo menegaskan kembali prinsip dasar politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif. Indonesia secara konsisten menolak segala bentuk hegemoni atau upaya dari pihak luar yang berusaha mengintervensi kebijakan domestik suatu negara.

    Dalam konteks tersebut, Indonesia menawarkan sejumlah gagasan konkret untuk memperkuat posisi kawasan Selatan Global di forum BRICS:

    • Kemandirian Sektor Pangan: Memastikan negara berkembang mampu menjadi produsen dan eksportir pangan mandiri demi menjamin stabilitas pasokan global.
    • Transisi Energi Berkeadilan: Mengawal proses pemanfaatan energi terbarukan tanpa mengorbankan pertumbuhan ekonomi negara-negara berkembang.
    • Reformasi Arsitektur Keuangan: Menuntut keberadaan sistem keuangan internasional yang lebih responsif terhadap kebutuhan pembangunan infrastruktur di kawasan berkembang.

    Melalui partisipasi aktif pada KTT BRICS di New Delhi ini, Indonesia kembali membuktikan komitmennya untuk berdiri di barisan terdepan dalam memperjuangkan tatanan dunia yang lebih seimbang, setara, dan berkelanjutan bagi seluruh bangsa.

    What's Your Reaction?

    Like Like 0
    Dislike Dislike 0
    Love Love 0
    Funny Funny 0
    Wow Wow 0
    Sad Sad 0
    Angry Angry 0
    writer3
    TENTANG PENULIS writer3

    Bacaan Terkait

    Comments (0)

    User