Application Name Application Name

Patokan

Hukum & Kriminal

Morizio Runtuwene Paparkan Data TPT Indonesia 2021-2026 dalam Grand Launch Goodtalenta

JAKARTA — Morizio Runtuwene, CEO dan Founder Goodtalenta, memaparkan data tingkat pengangguran terbuka (TPT) Indonesia periode 2021-2026 dalam acara Grand

Morizio Runtuwene Paparkan Data TPT Indonesia 2021-2026 dalam Grand Launch Goodtalenta

JAKARTA — Morizio Runtuwene, CEO dan Founder Goodtalenta, memaparkan data tingkat pengangguran terbuka (TPT) Indonesia periode 2021-2026 dalam acara Grand Launch Goodtalenta.com di Jakarta, Kamis (27/8/2026). Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan Badan Pusat Statistik (BPS), Runtuwene memperlihatkan tren penurunan TPT nasional yang konsisten: dari 6,49 persen pada 2021 menjadi 5,86 persen pada 2022, lalu 5,32 persen pada 2023, dan 4,91 persen pada 2024.

Pemaparan tersebut menjadi bagian dari peluncuran resmi Goodtalenta.com, sebuah ekosistem digital yang dirancang untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan secara lebih efisien dan transparan. Runtuwene menegaskan bahwa penurunan angka pengangguran dalam lima tahun terakhir tidak dapat dilepaskan dari peran sektor digital serta tumbuhnya ekonomi baru yang menyerap banyak tenaga kerja, khususnya generasi muda.

Kinerja Pasar Kerja Nasional 2021-2026

Data yang dipaparkan memperlihatkan penurunan TPT hampir 1,6 poin persentase dalam tiga tahun pertama periode tersebut. Pada 2021, ketika perekonomian masih dibayangi dampak pandemi Covid-19, TPT tercatat pada level tertinggi, yakni 6,49 persen. Angka tersebut berangsur membaik seiring pemulihan aktivitas ekonomi, menggeliatnya investasi, serta meningkatnya kembali mobilitas tenaga kerja antarwilayah.

Memasuki 2024, TPT turun ke 4,91 persen, level terendah dalam satu dekade terakhir. Pada 2025, proyeksi menunjukkan TPT berada di kisaran 4,5 persen, dan pada 2026 arah kebijakan menargetkan angka di bawah empat persen. Penurunan ini menjadi salah satu indikator kunci membaiknya fundamental pasar kerja Indonesia, meskipun sejumlah tantangan struktural masih tetap mengemuka.

TahunTPT (persen)Keterangan
20216,49Data BPS
20225,86Data BPS
20235,32Data BPS
20244,91Data BPS
2025±4,5Proyeksi
2026<4,0Target

Meski tren nasional terus membaik, pemaparan Morizio Runtuwene juga menyoroti masih adanya kesenjangan antarwilayah. Tingkat pengangguran di Pulau Jawa cenderung lebih rendah dibandingkan sejumlah provinsi di kawasan timur Indonesia, yang menghadapi keterbatasan infrastruktur, akses pendidikan, serta minimnya industri penyerap tenaga kerja. Karena itu, percepatan pemerataan pembangunan menjadi prasyarat agar penurunan TPT benar-benar dirasakan seluruh lapisan masyarakat.

"Angka-angka ini bukan sekadar statistik. Di balik setiap poin persentase terdapat jutaan keluarga yang kini memiliki kepastian penghasilan. Namun, kita tidak boleh berpuas diri, karena tantangan ketenagakerjaan Indonesia masih bersifat struktural," ujar Morizio Runtuwene dalam sambutannya.

Analisis: Sektor Ekonomi Baru Menopang Penyerapan Tenaga Kerja

Pengamat ketenagakerjaan menilai tren penurunan TPT tidak terlepas dari bergesernya struktur ekonomi Indonesia menuju sektor jasa, teknologi informasi, dan ekonomi digital. Pertumbuhan ekonomi digital nasional yang didorong e-commerce, fintech, serta layanan berbasis aplikasi telah menciptakan jutaan peluang kerja baru, terutama bagi pekerja muda yang akrab dengan teknologi. Menurut sejumlah analis, penyerapan tenaga kerja terbesar saat ini justru berasal dari sektor informal yang terdigitalisasi melalui platform daring.

Kendati demikian, kesenjangan keterampilan (skills gap) masih menjadi pekerjaan rumah utama. Lulusan perguruan tinggi belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan industri, sementara permintaan terhadap talenta digital terus meningkat tajam. Beberapa profesi yang paling banyak dicari perusahaan saat ini antara lain:

  • Data analyst dan data scientist
  • Software engineer dan developer
  • Digital marketer dan content creator
  • Spesialis keamanan siber
  • Human capital dan talent management professional

Goodtalenta: Menjembatani Talenta dan Industri

Goodtalenta.com hadir sebagai jawaban atas dua persoalan sekaligus: efisiensi rekrutmen dan kesenjangan keterampilan. Platform ini menyediakan layanan pencarian kerja, asesmen kompetensi, hingga program pelatihan yang dirancang sesuai kebutuhan industri. Runtuwene menyebut peluncuran ini sebagai wujud komitmen perusahaan dalam menekan angka pengangguran, khususnya di kalangan lulusan baru yang kerap menghadapi kendala syarat pengalaman kerja.

Melalui teknologi, Goodtalenta berupaya memangkas proses rekrutmen yang selama ini dinilai panjang dan mahal. Fitur utama yang ditawarkan platform tersebut mencakup:

  • Pencocokan lowongan kerja berbasis algoritma dengan profil kandidat
  • Asesmen dan sertifikasi kompetensi secara daring
  • Pelatihan vokasi yang terhubung langsung dengan kebutuhan industri
  • Layanan konsultasi karier bagi pencari kerja
"Kami ingin memastikan setiap talenta Indonesia memiliki akses yang setara untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. Dengan teknologi, proses rekrutmen yang dulu memakan waktu berbulan-bulan dapat dipersingkat menjadi hitungan minggu," kata Runtuwene.

Tantangan Struktural: Angkatan Kerja Baru dan Kualitas Lapangan Kerja

Di tengah optimisme tersebut, sejumlah tantangan tetap mengemuka. Setiap tahun, sekitar 2-3 juta orang memasuki pasar kerja, sementara kualitas lapangan kerja yang tersedia masih didominasi sektor informal. Mayoritas pekerja Indonesia tercatat berada di sektor informal yang rentan terhadap gejolak ekonomi dan minim jaminan sosial. Karena itu, penurunan TPT harus diiringi perbaikan kualitas pekerjaan, bukan sekadar bertambahnya jumlah orang yang bekerja.

Pemerintah melalui Kemnaker terus mendorong program pelatihan vokasi, sertifikasi kompetensi, serta perluasan skema pelatihan kerja guna menyiapkan angkatan kerja yang adaptif terhadap perubahan zaman. Kolaborasi antara pemerintah, industri, dan platform digital seperti Goodtalenta dinilai menjadi kunci untuk menutup kesenjangan antara kebutuhan dunia usaha dan kompetensi pencari kerja.

Prospek 2026: Optimisme dengan Kewaspadaan

Dengan momentum penurunan TPT yang berkelanjutan, prospek pasar kerja pada 2026 dinilai cukup optimistis. Pertumbuhan ekonomi yang stabil, derasnya investasi di sektor hilirisasi dan ekonomi digital, serta bonus demografi menjadi modal utama bangsa ini. Namun, ketidakpastian ekonomi global, disrupsi teknologi seperti kecerdasan buatan, dan dampak otomatisasi terhadap pekerjaan rutin menjadi variabel yang harus diwaspadai. Para pengamat mengingatkan perlunya skema reskilling dan upskilling secara masif agar angkatan kerja tidak tertinggal oleh perubahan teknologi.

Penutup

Peluncuran Goodtalenta.com pada Kamis (27/8/2026) di Jakarta menjadi penanda bahwa ekosistem ketenagakerjaan Indonesia terus bertransformasi menuju arah digital. Dengan data TPT yang terus membaik dan hadirnya platform yang mempermudah penyerapan talenta, optimisme terhadap masa depan pasar kerja nasional semakin kuat. Namun, sebagaimana ditegaskan Morizio Runtuwene, keberhasilan jangka panjang tetap bergantung pada sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam menciptakan lapangan kerja yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan bagi seluruh rakyat Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
writer4
TENTANG PENULIS writer4

Bacaan Terkait

Comments (0)

User