Mitra Prodin dan YKKS Salurkan Kaki Palsu untuk Lansia Gianyar
Di tengah tenangnya suasana pedesaan di Kabupaten Gianyar, Bali, secercah harapan baru menyinari kehidupan I Made Maruta. Di usianya yang telah menginjak 8
Di tengah tenangnya suasana pedesaan di Kabupaten Gianyar, Bali, secercah harapan baru menyinari kehidupan I Made Maruta. Di usianya yang telah menginjak 84 tahun, lansia penyandang disabilitas fisik ini harus menjalani kesehariannya dengan keterbatasan mobilitas yang cukup berat. Namun, garis takdir mempertemukannya dengan uluran tangan kemanusiaan yang mengembalikan asa untuk kembali melangkah secara mandiri di usia senja.
Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), PT Mitra Prodin bergandengan tangan dengan Yayasan Kemanusiaan Kaki Kita (YKKS) untuk menyalurkan bantuan berupa alat bantu mobilitas berupa kaki palsu presisi bagi Made Maruta. Inisiatif ini tidak sekadar menyerahkan barang fisik, melainkan sebuah aksi nyata untuk mengangkat martabat serta kemandirian para penyandang difabel di wilayah Bali.
Sinergi Kemanusiaan Demi Kemandirian Penyandang Disabilitas
Kolaborasi antara PT Mitra Prodin dan YKKS menjadi bukti konkret bagaimana sektor swasta dan organisasi nirlaba dapat saling melengkapi dalam menguraikan persoalan sosial. Program penyaluran alat bantu ini dirancang secara sistematis, mulai dari tahap pendataan, pengukuran anatomis, hingga proses pembuatan dan penyesuaian akhir agar kenyamanan penerima manfaat dapat terjamin.
"Kami menyadari bahwa aksesibilitas dan mobilitas adalah hak dasar setiap individu. Melalui kemitraan dengan YKKS, kami ingin memastikan bahwa keberadaan PT Mitra Prodin dapat memberikan dampak sosial yang nyata dan langsung dirasakan oleh masyarakat yang paling membutuhkan," ujar perwakilan manajemen PT Mitra Prodin.
Penyediaan kaki palsu ini bukan sekadar bantuan logistik biasa. Proses pembuatannya membutuhkan ketelitian tinggi agar sesuai dengan kondisi fisik I Made Maruta yang sudah lanjut usia. YKKS menurunkan tim teknis khusus untuk memastikan socket dan poros kaki palsu dapat menopang beban tubuh dengan aman dan meminimalkan risiko cedera tambahan.
Harapan Baru I Made Maruta di Usia Senja
Bagi I Made Maruta, menerima kaki palsu ini membawa kebahagiaan mendalam yang sulit dilukiskan dengan kata-kata. Penyerahan bantuan ini disambut haru oleh keluarga dan warga setempat yang menyaksikan langsung proses penyerahan dan uji coba penggunaan alat bantu tersebut.
"Bantuan ini terasa seperti memberi saya kesempatan hidup kedua. Selama ini bergerak sangat terbatas, namun sekarang saya bisa kembali berdiri dan melangkah dengan lebih percaya diri," ungkap Made Maruta penuh rasa syukur sembari mencoba melangkah perlahan.
Keterbatasan fisik di usia lanjut sering kali menjadi hambatan ganda, baik dari sisi fisik maupun psikologis. Bantuan ini terbukti mampu mengembalikan senyum dan dorongan mental bagi penerima manfaat untuk tetap aktif dalam sisa usianya.
Analisis Program Bantuan Disabilitas di Bali
Upaya penanganan penyandang disabilitas di Bali membutuhkan pendekatan komprehensif dari berbagai pemangku kepentingan. Tabel berikut menggambarkan gambaran umum indikator dampak dari program penyaluran alat bantu mobilitas kerja sama PT Mitra Prodin dan YKKS:
| Indikator Program | Rincian Keterangan | Dampak Sosial |
|---|---|---|
| Penerima Manfaat Utama | I Made Maruta (84 Tahun), Gianyar | Peningkatan mobilitas fisik mandiri |
| Mitra Pelaksana | Yayasan Kemanusiaan Kaki Kita (YKKS) | Jaminan kustomisasi teknis & rehabilitasi |
| Fokus Program | Pemberdayaan Difabel & Lansia | Pengurangan ketergantungan pada pendamping |
| Model Pendekatan | CSR Berkelanjutan berbasis Kemitraan | Penguatan inklusivitas sosial daerah |
Tantangan Pemenuhan Hak Disabilitas dan Peran CSR
Penyaluran alat bantu mobilitas di Gianyar ini menegaskan kembali tantangan besar yang masih dihadapi oleh penyandang disabilitas di kawasan pedesaan. Terbatasnya akses terhadap fasilitas kesehatan spesialis dan tingginya biaya pembuatan alat bantu medis mandiri menjadi kendala utama yang belum sepenuhnya teratasi oleh pemerintah daerah setempat.
Di sinilah peran penting skema kepedulian korporasi. Program CSR tidak boleh lagi berhenti pada bantuan konsumtif jangka pendek, melainkan harus berorientasi pada keberlanjutan hidup penerimanya. Kemitraan antara sektor industri dan LSM lokal seperti YKKS terbukti efektif memotong rantai birokrasi sehingga bantuan tepat sasaran dan tepat guna.
Langkah nyata PT Mitra Prodin dan YKKS ini diharapkan dapat menjadi stimulus bagi pelaku usaha lain di Bali untuk mengalokasikan sumber daya CSR mereka pada sektor inklusivitas disabilitas, guna mewujudkan Bali yang ramah dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.




Comments (0)