Misbakhun: Peran Kader Golkar di Pemerintahan Perlu Disosialisasikan Lebih Masif
Ketua Bidang Ekonomi DPP Partai Golkar, Mukhamad Misbakhun, menyoroti masih minimnya eksposur terhadap kerja-kerja kader partai yang saat ini mengemban amanah di lingkup pemerintahan. Ia menilai sejum...
Ketua Bidang Ekonomi DPP Partai Golkar, Mukhamad Misbakhun, menyoroti masih minimnya eksposur terhadap kerja-kerja kader partai yang saat ini mengemban amanah di lingkup pemerintahan. Ia menilai sejumlah pencapaian yang lahir dari tangan para kader kerap tidak terdokumentasikan dengan baik di ruang publik, padahal kontribusi tersebut menjadi bagian penting dari pembangunan nasional. Menurut Misbakhun, publik seharusnya dapat melihat secara lebih nyata bagaimana kader-kader Golkar bekerja, sehingga apresiasi yang diberikan masyarakat pun dapat berjalan seimbang dengan kinerja yang sesungguhnya.
Pernyataan itu disampaikan Misbakhun di tengah diskusi mengenai arah komunikasi publik partai ke depan. Ia menggarisbawahi bahwa kehadiran kader Golkar di berbagai posisi strategis bukan sekadar penempatan politik semata, melainkan sebuah amanah yang menuntut pertanggungjawaban nyata. Karena itu, setiap keberhasilan yang dicapai perlu dibingkai sebagai bagian dari catatan kinerja yang dapat dipertanggungjawabkan kepada rakyat, bukan hanya kepada struktur partai.
Media sosial sebagai kanal publikasi prestasi
Dalam pandangan Misbakhun, salah satu instrumen yang paling efektif untuk membangun narasi tersebut adalah media sosial. Perkembangan teknologi informasi saat ini membuka ruang yang sangat luas bagi siapa pun untuk menyampaikan informasi secara langsung kepada masyarakat tanpa perantara. Partai, lanjut dia, harus mampu memanfaatkan kanal ini secara optimal guna mempublikasikan berbagai capaian kader di pemerintahan, mulai dari kebijakan yang berhasil dieksekusi hingga program yang berdampak langsung bagi warga.
Ia menegaskan bahwa publikasi semacam ini bukan sekadar ajang pamer keberhasilan. Lebih dari itu, hal tersebut merupakan bentuk transparansi yang memperlihatkan kepada publik bahwa kursi pemerintahan yang diisi oleh kader Golkar digunakan untuk bekerja, bukan sekadar ditempati. Dengan demikian, kepercayaan masyarakat terhadap partai maupun terhadap institusi pemerintahan diharapkan dapat tumbuh dari bukti-bukti konkret yang tersaji di ruang digital.
Misbakhun juga mengingatkan agar para kader tidak ragu untuk menarasikan pekerjaannya secara terbuka. Selama informasi yang disampaikan akurat dan dapat diverifikasi, tidak ada alasan untuk menyembunyikan capaian dari publik. Justru dengan keterbukaan itulah partai dapat membangun citra yang positif dan berkelanjutan di tengah arus informasi yang makin deras.
Kader di posisi strategis butuh pendokumentasian kinerja
Lebih jauh, Misbakhun memandang bahwa pendokumentasian kinerja kader di pemerintahan merupakan bagian dari upaya memperkuat institusi partai secara keseluruhan. Ketika seorang kader berhasil menjalankan tugasnya dengan baik, keberhasilan itu sesungguhnya juga menjadi modal politik kolektif bagi partai. Sebaliknya, bila capaian tersebut dibiarkan tanpa publikasi, maka nilai strategisnya akan hilang begitu saja di tengah hiruk-pikuk pemberitaan yang dominan oleh isu-isu lain.
Ia mencontohkan banyaknya program dan kebijakan yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat, seperti bantuan sosial, penguatan ekonomi kerakyatan, hingga perbaikan layanan publik. Menurutnya, semua itu adalah wujud nyata kerja kader yang selayaknya diketahui khalayak luas. Dengan narasi yang terkelola dengan baik, masyarakat dapat menilai sendiri sejauh mana kehadiran kader Golkar memberikan manfaat dalam kehidupan sehari-hari.
Glorifikasi sebagai penguatan semangat kader
Selain untuk konsumsi publik, Misbakhun menilai glorifikasi atas peran kader juga berdampak positif bagi internal partai. Ketika seorang kader merasa kerja kerasnya dihargai dan diakui, hal itu akan menumbuhkan motivasi serta kebanggaan tersendiri. Semangat semacam ini dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan regenerasi kader yang berkualitas di masa mendatang.
Ia berharap budaya mengapresiasi kinerja dapat tumbuh di semua jenjang organisasi, dari tingkat pusat hingga daerah. Dengan demikian, kader yang bekerja dengan baik akan menjadi teladan bagi kader lainnya, dan pada gilirannya menciptakan iklim kompetisi yang sehat dalam berprestasi. Partai, ujarnya, harus menjadi rumah yang mampu melahirkan sekaligus merawat orang-orang terbaik untuk kepentingan bangsa.
Konsistensi antara kinerja dan narasi
Di sisi lain, Misbakhun mengingatkan bahwa glorifikasi harus tetap berpijak pada realitas kinerja. Publikasi yang dibangun tanpa didukung oleh hasil kerja yang nyata justru akan berbalik menjadi bumerang di kemudian hari. Karena itu, ia menekankan pentingnya menjaga konsistensi antara apa yang disampaikan di ruang publik dengan apa yang benar-benar dikerjakan di lapangan.
Menutup keterangannya, Misbakhun menyatakan optimisme bahwa dengan pengelolaan komunikasi yang baik, peran strategis kader Golkar di pemerintahan akan semakin dikenal luas. Ia pun mengajak seluruh jajaran partai untuk bergerak bersama dalam membangun narasi positif tersebut. Sebab, pada akhirnya yang dipertaruhkan bukan hanya citra partai, melainkan juga kepercayaan publik terhadap pemerintahan secara menyeluruh.




Comments (0)