Menteri PU Dody Hanggodo Ajak Siswa SR Sragen Manfaatkan Fasilitas Belajar
Sragen – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo melakukan peninjauan langsung ke Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, pada Kamis (19/6) pagi. Dalam kunjungan tersebu...
Sragen – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo melakukan peninjauan langsung ke Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, pada Kamis (19/6) pagi. Dalam kunjungan tersebut, ia mengajak seluruh siswa dan tenaga pendidik untuk memaksimalkan pemanfaatan sarana dan prasarana yang telah dibangun pemerintah demi meningkatkan kualitas pendidikan bagi keluarga prasejahtera.
Kedatangan Menteri Dody disambut hangat oleh ribuan siswa serta para guru. Suasana penuh semangat terlihat ketika ia memasuki gerbang sekolah yang asri tersebut. Sekolah Rakyat Terintegrasi Sragen sendiri merupakan salah satu dari ratusan proyek serupa yang digarap oleh Kementerian PU di bawah arahan Presiden untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan yang bermutu.
Fasilitas Modern untuk Masa Depan
Bangunan SR Terintegrasi Sragen menempati area seluas 1,8 hektare dengan total 24 ruang kelas yang mampu menampung hingga 720 siswa. Setiap unit kelas didesain dengan ventilasi optimal, mebel ergonomis, dan dilengkapi perangkat teknologi informasi seperti smartboard. Di samping itu, tersedia laboratorium sains, laboratorium komputer, serta ruang perpustakaan yang menyajikan koleksi buku dan akses literasi digital.
“Fasilitas ini bukan sekadar bangunan fisik. Ini adalah wadah untuk mewujudkan mimpi anak-anak kita. Saya berharap adik-adik di sini memanfaatkan setiap ruang dengan semaksimal mungkin, karena di pundak kalianlah bangsa ini bertumpu,” ujar Menteri Dody dalam sambutannya di aula serbaguna sekolah.
Dody Hanggodo juga meninjau langsung ruang keterampilan yang dilengkapi dengan peralatan tata boga dan bengkel kayu sederhana. Menurutnya, pendidikan vokasi sejak dini akan membekali siswa dengan keahlian yang dapat langsung digunakan di dunia kerja. “Kami ingin lulusan Sekolah Rakyat tidak hanya cerdas, tetapi juga terampil. Mereka harus siap bersaing di era yang semakin kompetitif,” tambahnya.
Pendidikan Inklusif bagi Keluarga Prasejahtera
Sekolah Rakyat merupakan terobosan pemerintah untuk memberikan akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga yang masuk kategori miskin ekstrem dan rentan. Program ini tidak hanya menyediakan bangku sekolah, tetapi juga seragam, alat tulis, hingga makanan bergizi secara cuma-cuma. Dengan demikian, beban ekonomi keluarga bisa berkurang, dan anak-anak bisa fokus belajar tanpa hambatan biaya.
Di SR Terintegrasi Sragen, saat ini terdapat 610 siswa yang berasal dari tujuh desa di sekitar kawasan. Para siswa mengikuti kurikulum nasional yang dipadukan dengan muatan lokal serta pengembangan karakter. Setiap pagi, sebelum kegiatan belajar dimulai, mereka diwajibkan mengikuti apel pagi dan doa bersama, membentuk disiplin dan integritas sejak dini.
Kepala Sekolah SR Terintegrasi Sragen, Siti Nurhayati, dalam laporannya menyampaikan bahwa tingkat kehadiran siswa mencapai 98 persen sejak fasilitas baru diresmikan tiga bulan lalu. “Anak-anak sangat antusias. Mereka kini memiliki tempat yang nyaman untuk belajar. Kami berterima kasih atas perhatian pemerintah,” ucapnya.
Sinergi Lintas Kementerian
Program pembangunan SR Terintegrasi tidak terlepas dari kolaborasi sejumlah kementerian dan lembaga. Kementerian PU bertanggung jawab atas infrastruktur fisik, sementara Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menyediakan kurikulum dan tenaga pengajar, serta Kementerian Sosial menangani proses seleksi calon siswa. Dody menegaskan bahwa kerja sama ini harus terus diperkuat agar dampak yang dirasakan masyarakat semakin luas.
“Kami tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Peran masing-masing instansi sangat vital. Ke depan, Kementerian PU akan mempercepat penyelesaian SR Terintegrasi di 50 kabupaten lain yang sudah masuk dalam daftar prioritas,” jelas Dody.
Inspirasi dari Siswa SR
Dalam sesi dialog yang hangat, beberapa siswa berkesempatan bertanya langsung kepada sang menteri. Rizki, siswa kelas VI, menanyakan apakah kelak ada beasiswa bagi lulusan SR yang ingin melanjutkan ke jenjang SMP. Dengan senyum, Menteri Dody menjawab, “Pemerintah sedang menyusun skema beasiswa penuh untuk kalian yang berprestasi, dari SD hingga SMA, bahkan perguruan tinggi. Kalian harus yakin bahwa jarak ekonomi bukan halangan untuk sukses.”
Jawaban tersebut disambut tepuk tangan meriah. Dody pun menekankan pentingnya peran guru dan orang tua dalam mendukung tumbuh kembang anak. Ia mengingatkan bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama.
Komitmen Jangka Panjang
Di penghujung kunjungan, Menteri Dody Hanggodo menandatangani prasasti komitmen pembangunan berkelanjutan untuk SR Terintegrasi Sragen. Ia menegaskan bahwa pemerintah akan terus mengucurkan anggaran guna pemeliharaan dan peningkatan fasilitas secara berkala. “Kami tidak ingin bangunan ini bagus hanya di awal, lalu terbengkalai. Ada tim khusus yang akan memonitor secara rutin,” tegasnya.
Kunjungan ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah serius dalam mengurangi disparitas pendidikan di Indonesia. Dengan hadirnya Sekolah Rakyat yang terintegrasi, anak-anak dari segala latar belakang diharapkan memperoleh kesempatan yang setara untuk menggapai cita-cita.
Setelah acara, Menteri Dody menyempatkan diri menanam pohon di halaman sekolah sebagai simbol pertumbuhan dan keberlanjutan. Ia lalu berpesan kepada seluruh jajaran agar menjadikan SR Terintegrasi Sragen sebagai model yang dapat direplikasi di seluruh pelosok negeri. “Jika satu sekolah bisa melahirkan ratusan anak cerdas, bayangkan bila ada ribuan sekolah di seluruh Indonesia. Itulah wujud Indonesia Emas yang kita cita-citakan,” pungkasnya.
Comments (0)