Menteri Pertahanan Inggris: Trump Bangunkan Eropa, Senator GOP Sebut Fauci Arogan

Di kedua sisi Atlantik, dinamika politik yang berkaitan dengan mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terus bergulir. Di London, Menteri Pertahanan I

Jul 28, 2026 - 04:26
0 0
Menteri Pertahanan Inggris: Trump Bangunkan Eropa, Senator GOP Sebut Fauci Arogan

Di kedua sisi Atlantik, dinamika politik yang berkaitan dengan mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terus bergulir. Di London, Menteri Pertahanan Inggris yang baru, Wes Streeting, memberikan sinyal bahwa pemerintahan Partai Buruh siap bekerja sama dengan Washington dalam isu-isu strategis. Sementara itu, di Washington D.C., persiapan sidang Senat yang akan menghadirkan Dr. Anthony Fauci diwarnai retorika tajam dari kubu Partai Republik. Kedua perkembangan ini menegaskan bahwa bayang-bayang era Trump masih sangat terasa, baik dalam hubungan transatlantik maupun dalam perpolitikan domestik AS.

Sinyal Baru dari London: Inggris Siap Bekerja Sama

Dalam pernyataan perdananya sebagai Menteri Pertahanan, Wes Streeting tidak hanya menunjukkan kesediaan untuk berkolaborasi dengan pemerintahan Trump, tetapi juga memberikan analisis yang terus terang tentang dampak kepemimpinan sang mantan presiden terhadap Eropa. “Hal pertama yang Anda lakukan adalah, Anda tidak menjilat. ... Kesan saya, Presiden Trump dan pemerintahannya, bukan itu yang sebenarnya mereka cari,” ujar Streeting, sebagaimana dilaporkan pada akhir pekan.

Pernyataan ini mencerminkan pendekatan yang lebih pragmatis dari London. Alih-alih menggunakan diplomasi tradisional yang penuh basa-basi, Streeting mengisyaratkan bahwa hubungan yang jujur dan berlandaskan kepentingan bersama lebih dihargai oleh Trump. Ia bahkan secara eksplisit mengakui bahwa Trump telah berhasil “mengguncang kami [Eropa] keluar dari rasa puas diri”. Pengakuan ini penting karena menunjukkan bahwa setidaknya satu pemimpin senior Eropa melihat guncangan yang dibawa Trump bukan semata sebagai ancaman, melainkan sebagai katalis untuk introspeksi dan modernisasi kebijakan pertahanan Eropa.

Sikap Streeting ini menandai pergeseran tonus dari pemerintahan sebelumnya di Inggris, yang kerap bersitegang dengan Trump. Dengan menekankan bahwa Trump “adalah seorang…” (kalimat yang belum selesai dalam laporan), Streeting tampaknya ingin menyoroti karakter Trump yang langsung dan tidak menyukai basa-basi politik. Bagi Inggris yang sedang menata ulang postur pertahanannya, kemampuan membaca gaya kepemimpinan Trump menjadi krusial.

Sidang Fauci: Senator Johnson Prediksi Kesaksian yang 'Arogan'

Di sisi lain, suhu politik di Senat AS kembali memanas menjelang kesaksian Dr. Anthony Fauci, mantan direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular (NIAID). Senator Ron Johnson dari Wisconsin, seorang tokoh senior Partai Republik, pada hari Minggu menyatakan skeptisisme mendalam terhadap nilai dari kesaksian tersebut.

“Saya kira dia akan sangat pelupa, sama sekali tidak menyesal, dan arogan –– arogan luar biasa,”

kata Johnson kepada wartawan Maria Bartiromo, merujuk pada Fauci. Bagi Johnson dan banyak rekan separtainya, Fauci adalah lambang dari otoritas kesehatan federal yang, menurut mereka, gagal menangani pandemi COVID-19 secara transparan dan cenderung menutupi kesalahan.

Pernyataan Johnson ini merangkum ekspektasi yang rendah dari kubu Republik terhadap sidang yang sedianya bertujuan untuk menginvestigasi respons pandemi. Senator tersebut secara blak-blakan mengungkapkan bahwa ia “tidak berharap banyak” dari sesi tanya jawab nanti, memperkirakan bahwa Fauci akan lebih banyak menghindari pertanyaan sulit daripada memberikan jawaban substantif. Serangan terhadap Fauci ini sekaligus menjadi ajang bagi Partai Republik untuk terus menggalang narasi kritis terhadap penanganan pandemi oleh pemerintahan sebelumnya, yang secara politik masih kental dengan aroma pertarungan antara loyalis Trump dan para ahli kesehatan masyarakat.

Benang Merah: Gaya Politik Trump dan Dampaknya

Kedua berita ini, meskipun berlokasi dan bertopik berbeda, memiliki benang merah yang sama: cara sosok Donald Trump—baik secara langsung maupun melalui warisan politiknya—terus membentuk wacana dan strategi. Di Inggris, seorang menteri baru secara sadar menyesuaikan pendekatannya dengan membaca karakter Trump, sementara di AS, sekutu-sekutu Trump di Senat menggunakan panggung sidang untuk menyerang figur yang tidak disukai oleh basis pendukung mereka. Dinamika ini menegaskan bahwa apa pun hasil Pemilihan Presiden AS mendatang, 'efek Trump' terhadap cara berpolitik dan berdiplomasi telah tertanam dalam.

Eropa, melalui pengakuan Streeting, kini dipaksa untuk tidak lagi bergantung pada jaminan keamanan tradisional dan mulai memikirkan kemandirian strategis. Sementara itu, di dalam negeri AS, pertanggungjawaban pandemi masih jauh dari kata tuntas dan terus menjadi alat mobilisasi politik yang ampuh.

[SOCIAL_TWEET]: Menteri Pertahanan Inggris akui Trump berhasil "goyang" Eropa dari rasa nyaman. Di saat yang sama, Senator GOP sebut Fauci bakal "pelupa & arogan" di sidang Senat. Bayang-bayang Trump masih panjang. #Inggris #AS #Politik[SOCIAL_TG]: 🇬🇧🇺🇸 Dua Kejadian, Satu Benang Merah: Efek Trump Masih Panjang Menteri Pertahanan Inggris Wes Streeting mulai membaca gaya Trump: "Jangan menjilat, justru bukan itu yang dicari." Ia akui Trump berhasil 'bangunkan' Eropa. Sementara itu, di AS, Senator Ron Johnson (GOP) prediksi sidang Fauci bakal sia-sia: "Pelupa, tidak menyesal, dan sangat arogan." Keduanya tunjukkan bagaimana warisan politik Trump terus membentuk strategi dan retorika di dua benua.1. Menteri Pertahanan baru Inggris, Wes Streeting, kasih kode: Inggris siap kerja bareng Trump. Katanya, Trump justru bukan tipe yang suka dijilat. Streeting bahkan blak-blakan bilang Trump "mengguncang kami [Eropa] keluar dari rasa puas diri." Artinya, Eropa mulai menyesuaikan diri bukan dengan melawan, tapi dengan memahami karakter Trump. 2. Ribuan mil jauhnya, Senator Ron Johnson siap hadapi kesaksian Dr. Anthony Fauci. Ekspektasinya? Hampir nol. Dia sudah memprediksi Fauci akan "pelupa, tidak menyesal, dan sangat arogan." Serangan ini bukan sekadar kritik personal, tapi bagian dari upaya politis yang lebih besar di kubu Republik. Kesimpulannya: mau di arena diplomasi global atau sidang kongres, strategi yang digunakan tetap harus 'membaca' Trump. Efeknya masih jadi arus utama.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User