Menekraf: Gaya Hidup Olahraga Mampu Dorong Ekonomi Kreatif

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengemukakan bahwa penguatan perekonomian nasional melalui olahraga yang memadukan aspek gaya hidup dan partisipasi masyarakat ...

Jul 28, 2026 - 09:06
0 0
Menekraf: Gaya Hidup Olahraga Mampu Dorong Ekonomi Kreatif

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengemukakan bahwa penguatan perekonomian nasional melalui olahraga yang memadukan aspek gaya hidup dan partisipasi masyarakat luas berpotensi besar memacu pertumbuhan sektor ekonomi kreatif. Ia menilai, pergeseran paradigma olahraga dari sekadar aktivitas kompetisi menuju bagian dari keseharian modern telah menciptakan ekosistem yang saling menguntungkan dengan industri kreatif.

"Olahraga sekarang tidak bisa dipisahkan dari gaya hidup masyarakat urban. Ketika seseorang mengikuti lomba lari akhir pekan, mereka tidak hanya butuh sepatu, tetapi juga outfit yang stylish, aplikasi pelacak kemajuan, hingga konten media sosial yang menarik. Semua itu adalah produk ekonomi kreatif," ujar Riefky dalam sebuah diskusi di Jakarta, Rabu (14/1).

Transformasi Olahraga sebagai Gaya Hidup

Fenomena maraknya komunitas lari, sepeda, hingga yoga di kota-kota besar menunjukkan bahwa olahraga sudah menjadi identitas kultural yang melekat pada generasi muda. Pelaku ekonomi kreatif pun menangkap momentum ini dengan menghadirkan berbagai inovasi, mulai dari pakaian olahraga rancangan desainer lokal yang fungsional sekaligus trendi, hingga platform digital yang menyediakan latihan virtual dengan sentuhan gamifikasi.

Menurut Menekraf, keterkaitan ini harus dimanfaatkan secara optimal karena potensinya sangat besar. Data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menunjukkan bahwa subsektor fesyen, kriya, dan kuliner yang terkait langsung dengan event olahraga berkontribusi signifikan terhadap produk domestik bruto (PDB) ekonomi kreatif. Setiap gelaran lomba lari berskala nasional, misalnya, mampu menggerakkan ribuan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang memproduksi kaos edisi terbatas, medali daur ulang bernilai seni, hingga kudapan sehat khas daerah.

Multiplier Effect Lewat Even Olahraga

Riefky menjelaskan, penyelenggaraan ajang olahraga yang dikemas secara kreatif mampu menciptakan pengalaman yang menarik partisipasi luas. "Event seperti marathon tematik atau turnamen olahraga elektronik tidak hanya mendatangkan peserta dan penonton, tetapi juga melahirkan peluang bisnis bagi musisi, seniman visual, fotografer, dan konten kreator," katanya. Dampak ekonominya tidak hanya dirasakan oleh pelaku industri kreatif di kota tuan rumah, tapi juga menyebar ke daerah sekitar melalui rantai pasok lokal dan promosi wisata.

Ia mencontohkan, festival olahraga yang digelar di destinasi wisata alam mampu mendorong kunjungan wisatawan yang kemudian berinteraksi dengan budaya setempat. Kain tenun tradisional dapat difungsikan sebagai material jaket lari, kuliner khas bisa menjadi menu recovery bagi atlet, serta musik tradisional bisa menjadi bagian dari hiburan pasca-lomba. Dengan demikian, identitas lokal justru semakin diperkuat melalui medium olahraga.

Sebagai perbandingan, negara-negara maju telah lama memanfaatkan olahraga sebagai pendorong ekonomi kreatif. Di Jepang, misalnya, budaya lari maraton telah melahirkan kolaborasi antara merek fesyen ternama dan desainer lokal; sementara di Eropa, balap sepeda menjadi katalis bagi pertumbuhan kriya logam dan inovasi material ringan. Indonesia memiliki modal sosial dan budaya yang jauh lebih kaya untuk meraih potensi serupa.

Penguatan Kolaborasi Lintas Sektor

Untuk mengoptimalkan sinergi ini, Kementerian Ekonomi Kreatif berencana memfasilitasi kolaborasi antara penyelenggara event olahraga, desainer, pengembang aplikasi, dan komunitas kreatif. Riefky menekankan pentingnya pendekatan ekosistem yang terintegrasi, di mana para pemangku kepentingan dapat saling mendukung dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan acara.

"Kami akan mempertemukan para pelaku di sektor olahraga dan ekonomi kreatif dalam forum bisnis dan inkubasi program. Pemerintah juga siap memberikan insentif bagi kegiatan yang mengusung konsep sports-creative tourism," imbuhnya. Langkah ini sejalan dengan program prioritas pemerintah untuk mendiversifikasi sumber pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Dukungan Regulasi dan Pembiayaan

Menekraf menambahkan, pihaknya tengah menyusun peraturan yang dapat memudahkan kolaborasi antara pemilik modal dan startup di bidang sportstech serta sport fashion. Akses permodalan melalui skema KUR (Kredit Usaha Rakyat) dan dana abadi ekonomi kreatif juga akan diperluas agar menjangkau para inovator muda yang mengembangkan produk perpaduan olahraga dan teknologi. Harapannya, semakin banyak wirausaha baru yang lahir dari persilangan dua sektor ini.

Lebih lanjut, Riefky mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur olahraga yang ramah publik, seperti jalur sepeda dan ruang terbuka hijau, juga menjadi perhatian kementerian. Fasilitas tersebut tidak hanya mendukung gaya hidup sehat, tetapi juga menjadi etalase bagi produk ekonomi kreatif yang digunakan oleh masyarakat sehari-hari, sekaligus laboratorium sosial bagi pengujian ide-ide bisnis baru.

Proyeksi dan Harapan

Ke depan, kementerian memproyeksikan kontribusi sektor ekonomi kreatif yang bertautan dengan olahraga dapat tumbuh dua digit, terutama didorong oleh meningkatnya kesadaran masyarakat akan kesehatan dan digitalisasi. Tren wearable technology, aplikasi kebugaran, dan komunitas virtual menjadi wahana baru bagi ekspresi kreatif yang belum sepenuhnya tergarap.

"Kami optimistis, jika pendekatan ini dijalankan secara konsisten dan terukur, bukan tidak mungkin Indonesia bisa menjadi pemain utama dalam sports-creative economy di kancah global. Kuncinya ada pada inovasi dan kemampuan kita mengemas olahraga sebagai pengalaman budaya yang utuh," tutup Riefky.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User