Menag Nasaruddin Umar Lantik Basnang Said Jadi Dirjen Pesantren Pertama
JAKARTA — Kementerian Agama Republik Indonesia secara resmi mencatat sejarah baru dalam tata kelola pendidikan keagamaan Islam nasional. Menteri Agama (Men
JAKARTA — Kementerian Agama Republik Indonesia secara resmi mencatat sejarah baru dalam tata kelola pendidikan keagamaan Islam nasional. Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar resmi melantik Basnang Said sebagai Direktur Jenderal (Dirjen) Pesantren di Kantor Pusat Kementerian Agama, Jalan Lapangan Banteng Barat, Jakarta Pusat, pada Selasa (15/9/2026). Pelantikan ini menandai terbentuknya struktur baru setingkat eselon I yang khusus membidangi pondok pesantren di tanah air.
Langkah pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren ini menjadi manifestasi nyata pemerintah dalam mengoptimalkan implementasi Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren. Melalui struktur mandiri ini, pembinaan, rekognisi, afirmasi, serta fasilitasi terhadap puluhan ribu pesantren di seluruh penjuru Indonesia diharapkan berlangsung jauh lebih terarah dan terintegrasi.
Kronologi Transformasi dan Pelantikan Dirjen Pesantren
Proses pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren telah melalui tahapan panjang restrukturisasi birokrasi di tubuh Kementerian Agama guna menjawab kebutuhan dunia pesantren yang kian dinamis:
- Penyusunan Transformasi Kelembagaan: Kemenag mengusulkan penguatan kelembagaan dari yang semula berada di bawah Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (Ditpdpontren) pada Ditjen Pendidikan Islam menjadi direktorat jenderal mandiri.
- Penyelesaian Regulasi dan Penataan Organisasi: Pemerintah merampungkan izin prakarsa dan penetapan struktur organisasi tata kerja (SOTK) baru guna mendukung alokasi anggaran, fungsi pengawasan, dan program pemberdayaan santri.
- Proses Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Madya: Pelaksanaan uji kompetensi dan penelusuran rekam jejak birokrasi yang ketat meloloskan Basnang Said sebagai kandidat terdepan untuk memimpin institusi anyar tersebut.
- Pelantikan Resmi Pejabat Perdana: Menag Nasaruddin Umar mengambil sumpah jabatan Basnang Said sebagai Dirjen Pesantren definitif pertama di hadapan jajaran pejabat tinggi Kemenag.
"Pesantren bukan sekadar lembaga pendidikan tradisional, melainkan benteng moral bangsa dan motor penggerak peradaban. Kehadiran Ditjen Pesantren ini adalah komitmen negara untuk memberikan rekognisi penuh serta penguatan kualitas dan kemandirian pesantren di seluruh Indonesia," ujar Menag Nasaruddin Umar dalam amanat pelantikannya.
Profil dan Rekam Jejak Basnang Said
Basnang Said dikenal sebagai birokrat tulen yang memiliki rekam jejak panjang dalam tata kelola pendidikan Islam dan keagamaan. Sebelum dipercaya mengemban amanah sebagai Dirjen Pesantren, ia telah menduduki sejumlah posisi strategis di lingkungan Kemenag, termasuk memimpin Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren. Pengalaman lapangan yang mendalam menjadikannya figur yang paham betul persoalan akar rumput, mulai dari legalitas kelembagaan, standardisasi kurikulum kepesantrenan, hingga penguatan ekosistem ekonomi pesantren.
Fokus Strategis dan Agenda Kerja Ditjen Pesantren
Sebagai nahkoda perdana institusi baru ini, Basnang Said mengemban sejumlah agenda prioritas yang menjadi harapan besar kalangan kiai, pengasuh pondok pesantren, dan santri:
- Optimalisasi Dana Abadi Pesantren: Memastikan penyaluran dan pemanfaatan dana abadi pendidikan tepat sasaran untuk beasiswa santri, riset, serta pengembangan kapasitas tenaga pendidik.
- Pemberdayaan dan Kemandirian Ekonomi: Mendorong pembentukan unit usaha dan jejaring bisnis pesantren agar mandiri secara finansial tanpa meninggalkan fungsi utamanya sebagai lembaga dakwah dan pendidikan.
- Standardisasi Fasilitas dan Perlindungan Santri: Memperkuat regulasi ramah anak di lingkungan asrama santri, mitigasi kekerasan, serta peningkatan sanitasi dan sarana prasarana penunjang pembelajaran.
- Digitalisasi Data Kelembagaan: Memperbarui sistem integrasi data EMIS Pesantren guna memudahkan verifikasi bantuan pemerintah dan pemetaan potensi kelembagaan secara transparan.
Pelantikan ini disambut positif oleh berbagai kalangan organisasi keagamaan. Sinergi antara pemerintah pusat dan pondok pesantren diharapkan semakin solid dalam melahirkan generasi santri yang berdaya saing global sekaligus berakhlak mulia.




Comments (0)