Application Name Application Name

Patokan

Sumatera Utara

MEDAN — Banjir Merendam Martubung, 2.050 Kepala Keluarga Terdampak

Hujan deras berdurasi tinggi yang mengguyur wilayah Kota Medan dan sekitarnya merubah kawasan permukiman padat di Kelurahan Martubung, Kecamatan Medan Labu

MEDAN — Banjir Merendam Martubung, 2.050 Kepala Keluarga Terdampak

Hujan deras berdurasi tinggi yang mengguyur wilayah Kota Medan dan sekitarnya merubah kawasan permukiman padat di Kelurahan Martubung, Kecamatan Medan Labuhan, menjadi genangan air melumpuhkan. Pada Kamis (10/9/2026), ribuan warga terpaksa menghentikan seluruh aktivitas harian mereka saat luapan air berarus deras mulai menerobos masuk ke dalam rumah-rumah penduduk. Ketinggian air yang berkisar dari lutut hingga dada orang dewasa memutus akses jalan utama dan mengisolasi permukiman warga.

Kepanikan menyelimuti warga setempat sejak dini hari. Sebagian besar warga berpacu dengan waktu mengamankan dokumen penting, barang elektronik, serta perabotan rumah tangga ke tempat yang lebih tinggi. Banyak kendaraan roda dua maupun roda empat mogok di tengah jalan akibat nekat menerobos genangan air yang terus membumbung tinggi.

Skala Dampak Bencana di Medan Labuhan

Berdasarkan laporan resmi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan, dampak dari bencana hidrometeorologi kali ini terbilang sangat luas. Tercatat sedikitnya 1.770 unit rumah terendam air dengan tingkat kedalaman bervariasi. Banjir ini berakibat langsung pada kehidupan 2.050 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di beberapa lingkungan di Martubung.

Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kota Medan, TNI, Polri, serta relawan bencana segera diterjunkan ke lokasi terdampak. Petugas memprioritaskan evakuasi bagi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, balita, dan ibu hamil menggunakan perahu karet untuk menerobos kawasan pemukiman yang terisolasi.

Kategori Data Rincian Dampak Keterangan Tambahan
Lokasi Terparah Kelurahan Martubung, Medan Labuhan Kawasan permukiman padat penduduk
Rumah Terendam 1.770 Unit Ketinggian air mencapai 30 cm – 100 cm
Warga Terdampak 2.050 KK Membutuhkan bantuan logistik dan evakuasi
Penanganan Darurat Posko Pengungsian & Perahu Karet Pendirian dapur umum oleh BPBD Medan

Duka Warga di Tengah Kepungan Air

Di lokasi-lokasi pengungsian sementara seperti masjid dan kantor kelurahan, suasana haru dan lesu amat terasa. Banyak keluarga yang mengaku pasrah karena tidak sempat menyelamatkan sebagian besar harta benda mereka lantaran debit air meningkat drastis hanya dalam hitungan jam.

"Air masuk cepat sekali sekitar jam tiga subuh. Kami terbangun saat air sudah semata kaki di dalam kamar. Kami hanya sempat membawa baju seadanya dan menyelamatkan anak-anak, barang elektronik dan kasur semua habis terendam," kata Rahmat (42), salah seorang warga Martubung yang kini mengungsi.

Kondisi pasca-banjir ini juga memicu krisis sanitasi dan ketersediaan air bersih. Pasokan listrik di sejumlah blok pemukiman terpaksa dipadamkan oleh PLN untuk mencegah bahaya sengatan listrik bagi warga yang masih bertahan di rumah bertingkat.

Analisis Infrastruktur dan Urgensi Penanganan Sistemik

Banjir berulang yang kerap menimpa wilayah Medan Bagian Utara, khususnya Martubung, menggarisbawahi persoalan sistemis pada drainase kota dan tata ruang lingkungan. Kombinasi intensitas curah hujan tinggi, kurang memadainya kapasitas saluran pembuangan utama, serta pengaruh pasang air laut (rob) disinyalir menjadi pemicu utama parahnya genangan air.

Para ahli tata kota mengingatkan pentingnya modernisasi drainase mikro dan makro secara terintegrasi serta percepatan normalisasi sungai-sungai utama di Kota Medan. Penanganan banjir tidak bisa lagi menggunakan metode darurat yang bersifat sementara, melainkan memerlukan perbaikan infrastruktur drainase menyeluruh agar Martubung tidak terus-menerus menjadi korban luapan air setiap musim hujan tiba, pangkas pengamat tata kota setempat.

Hingga Kamis sore, BPBD Kota Medan masih terus menyalurkan bantuan logistik darurat seperti selimut, makanan siap saji, obat-obatan, serta air bersih. Warga diimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan mengingat prakiraan cuaca menunjukkan potensi hujan lebat masih dapat terjadi dalam beberapa hari mendatang.

Sebanyak 1.770 unit rumah di Martubung, Medan Labuhan terendam air. Tim BPBD Kota Medan disiagakan untuk evakuasi warga dan menyalurkan bantuan logistik. Baca analisis lengkapnya hanya di Patokan.com.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
writer4
TENTANG PENULIS writer4

Bacaan Terkait

Comments (0)

User