Massa Masih Bertahan di Flyover Slipi, Api dan Polisi Warnai Dini Hari
Jakarta, Patokan — Suasana di kawasan Flyover Slipi, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (28/8/2026) dini hari masih jauh dari kata tenang. Sejumlah orang tampak bertahan di lokasi yang berdekatan d...
Jakarta, Patokan — Suasana di kawasan Flyover Slipi, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (28/8/2026) dini hari masih jauh dari kata tenang. Sejumlah orang tampak bertahan di lokasi yang berdekatan dengan kompleks gedung DPR RI, meski waktu telah menunjukkan dini hari. Pantauan di lapangan menggambarkan kerumunan yang bergerak dari satu titik ke titik lain, diselingi kepulan asap dari benda-benda yang dibakar.
Hingga pukul 01.30 WIB, kerumunan masih terlihat solid di sekitar pintu masuk flyover. Beberapa orang tampak membawa atribut, sementara lainnya duduk berkelompok di badan jalan. Sesekali terdengar teriakan yel-yel yang menggema di antara deru kendaraan yang sesekali melintas.
Api dan Kepulan Asap Warnai Malam
Momen paling mencolok terjadi ketika sebagian massa membakar sejumlah benda di tengah jalan. Kepulan asap tebal langsung membubung, memaksa beberapa orang di sekitar menjauh. Percikan api sempat menyala beberapa menit sebelum akhirnya padam dengan sendirinya. Belum diketahui secara pasti benda apa saja yang dibakar, tetapi pantauan visual menunjukkan material seperti kardus, ban, hingga potongan kayu.
Aksi pembakaran itu memicu respons cepat petugas. Beberapa anggota kepolisian yang berada tidak jauh dari lokasi langsung merapat dan mengatur jarak agar api tidak merambat ke area lain. Tidak ada laporan korban maupun kerusakan fasilitas umum akibat insiden tersebut, tetapi suasana sempat menegangkan selama beberapa menit.
Polisi Bersiaga dalam Jumlah Besar
Pengamanan di lokasi terbilang masif. Personel kepolisian terlihat berjaga dalam jumlah besar, tersebar di sejumlah titik strategis mulai dari ujung flyover, persimpangan, hingga area parkir gedung DPR RI. Sebagian petugas tampak menggunakan perlengkapan pengendalian massa, lengkap dengan perisai dan helm.
Pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi soal jumlah personel yang dikerahkan. Namun, dari pantauan di lapangan, barisan petugas tampak berlapis dan terus berkomunikasi satu sama lain melalui alat komunikasi. Polisi juga tampak melakukan imbauan melalui pengeras suara agar massa membubarkan diri secara tertib.
Imbauan tersebut sempat direspons dengan teriakan dari sebagian massa, tetapi situasi secara keseluruhan masih terkendali. Tidak terlihat adanya bentrokan fisik antara petugas dan peserta aksi hingga berita ini ditulis.
Lalu Lintas dan Aktivitas Warga Terdampak
Kehadiran massa di badan jalan otomatis memengaruhi arus lalu lintas di Jalan Gatot Subroto. Kendaraan yang melintas dari arah Slipi menuju Semanggi maupun sebaliknya mengalami perlambatan signifikan. Beberapa pengemudi memilih berputar arah atau mencari jalur alternatif melalui jalan-jalan kecil di sekitar kawasan tersebut.
Sejumlah warga yang rumahnya berada di sekitar lokasi mengaku waswas sejak aksi mulai memanas. "Kami hanya berharap semuanya cepat selesai dan tidak ada yang dirugikan," ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya kepada wartawan di lokasi. Warga lain mengaku sudah terbiasa dengan situasi serupa, tetapi tetap berharap aksi berjalan damai.
Aksi Berlanjut Sejak Sore
Berdasarkan penelusuran di lapangan, kerumunan di kawasan ini sebenarnya mulai terbentuk sejak sore hari. Massa datang secara bertahap dari berbagai arah, sebagian besar menggunakan kendaraan roda dua. Isu yang diangkat beragam, mulai dari tuntutan ekonomi hingga kecaman atas kebijakan pemerintah yang dinilai merugikan rakyat kecil.
Hingga dini hari, sebagian massa mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan. Beberapa kelompok mulai meninggalkan lokasi secara perlahan, meski sebagian lainnya memilih bertahan dan menunggu perkembangan. Belum ada pernyataan resmi dari koordinator aksi mengenai rencana selanjutnya.
Pesan Damai di Tengah Ketegangan
Di tengah suasana yang memanas, sejumlah tokoh masyarakat dan aktivis sempat menyampaikan imbauan agar aksi tetap berjalan damai. Mereka menekankan pentingnya menyampaikan aspirasi tanpa merusak fasilitas umum maupun membahayakan keselamatan orang lain. "Aspirasi boleh disuarakan, tetapi jangan sampai merugikan masyarakat yang tidak terlibat," kata salah satu aktivis yang hadir di lokasi.
Pihak kepolisian, di sisi lain, memastikan akan terus mengawal situasi hingga benar-benar kondusif. Penambahan personel dan pengaturan lalu lintas akan dilakukan menyesuaikan perkembangan di lapangan. Masyarakat diimbau untuk menghindari kawasan tersebut apabila tidak memiliki kepentingan mendesak dan selalu mematuhi arahan petugas.
Situasi hingga berita ini diturunkan masih terus dipantau. Publik berharap aksi yang berlangsung dapat berakhir tanpa insiden berarti, dan aspirasi yang disampaikan dapat didengar oleh pihak-pihak terkait secara konstruktif. Perkembangan lebih lanjut akan kami sampaikan segera setelah ada informasi terbaru dari lapangan.




Comments (0)