Application Name Application Name

Patokan

Nasional

Mapala Leuser dan Aktivis Bersihkan Sampah di Jalur Gunung Seulawah

Belasan pendaki gabungan dari organisasi Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Leuser bersama komunitas pencinta lingkungan menggelar aksi konservasi terpadu den

Mapala Leuser dan Aktivis Bersihkan Sampah di Jalur Gunung Seulawah

Belasan pendaki gabungan dari organisasi Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Leuser bersama komunitas pencinta lingkungan menggelar aksi konservasi terpadu dengan membersihkan timbulan sampah di sepanjang jalur pendakian Gunung Seulawah, Kabupaten Aceh Besar, Aceh. Inisiatif sukarela ini menyasar jalur-jalur krusial yang kerap menjadi titik penumpukan limbah anorganik akibat tingginya aktivitas wisata minat khusus di kawasan tersebut.

Kawasan Gunung Seulawah yang memiliki keanekaragaman hayati tinggi dan panorama hutan hujan tropis yang asri menghadapi ancaman degradasi lingkungan. Meningkatnya intensitas kunjungan pendaki dalam beberapa waktu terakhir berbanding lurus dengan peningkatan volume sampah, khususnya kemasan plastik sekali pakai, botol minuman, kaleng makanan, hingga puntung rokok yang tertinggal di area perkemahan.

Mengurai Beban Ekologis di Sepanjang Rute Pendakian

Aksi bersih gunung (mountain clean-up) ini dimulai dari titik awal pendakian di pos registrasi hingga mendekati area puncak. Para relawan menyisir setiap sudut jalur terjal dan pos peristirahatan (shelter) yang sering dijadikan tempat bermalam oleh para pendaki. Dengan berbekal kantong sampah berukuran besar, tim mengumpulkan serta memilah sampah berdasarkan karakteristik materialnya sebelum diangkut turun.

Koordinator lapangan aksi tersebut menegaskan bahwa keberadaan sampah di kawasan hutan lindung dan pegunungan memiliki dampak rantai yang sangat merusak bagi ekosistem lokal.

"Gunung Seulawah bukan sekadar destinasi rekreasi, melainkan kawasan tangkapan air dan habitat alami beragam flora serta fauna endemik. Keberadaan sampah plastik tidak hanya merusak estetika alam, tetapi juga berpotensi meracuni tanah, mencemari mata air, hingga tertelan oleh satwa liar yang mengira itu makanan," tegas perwakilan Mapala Leuser di sela-sela pembersihan.

Strategi Penanganan dan Prinsip 'Leave No Trace'

Dalam operasi pembersihan ini, tim berhasil mengumpulkan puluhan kilogram sampah anorganik. Sebagian besar sampah didominasi oleh bungkus mi instan, kantong kresek, botol air mineral, dan sisa perlengkapan luar ruang yang rusak lalu ditinggalkan begitu saja. Sampah yang telah diturunkan kemudian dibawa ke tempat penampungan sementara sebelum didistribusikan ke fasilitas daur ulang terdekat.

Aksi ini tidak semata-mata berfokus pada kegiatan fisik pengumpulan limbah, melainkan juga menggaungkan kembali etika pendakian ramah lingkungan melalui prinsip Leave No Trace (tanpa meninggalkan jejak). Komunitas menyoroti sejumlah poin penting yang wajib dipatuhi oleh setiap penggiat alam terbuka:

  • Membawa Turun Seluruh Sampah: Menjadikan kewajiban membawa pulang kembali setiap logistik dan kemasan yang dibawa ke atas gunung tanpa terkecuali.
  • Mengurangi Penggunaan Plastik Sekali Pakai: Mengganti kemasan konsumsi harian dengan wadah guna ulang (reusable containers).
  • Menjaga Integritas Sumber Air: Menghindari mencuci peralatan masak atau membuang sisa detergen dan sabun langsung ke aliran sungai atau mata air pegunungan.
  • Sistem Registrasi dan Pemeriksaan Logistik: Mendorong pengelola pintu rimba untuk memeriksa potensi sampah logistik sebelum mendaki dan memverifikasinya saat pendaki turun.

Mendorong Regulasi Ketat dan Kesadaran Kolektif

Aktivitas konservasi yang dimotori generasi muda ini diharapkan dapat memantik kesadaran kolektif dari seluruh pemangku kepentingan, mulai dari kalangan pendaki pemula, pemandu lokal, hingga instansi kehutanan setempat. Perlunya regulasi yang lebih ketat serta mekanisme sanksi bagi pendaki yang kedapatan mencemari lingkungan dinilai menjadi langkah mutlak demi menjamin keberlanjutan ekosistem Gunung Seulawah.

Melalui aksi nyata ini, para relawan berupaya menumbuhkan pola pikir bahwa mencintai alam harus dibuktikan melalui tindakan konkret menjaga kebersihan, bukan sekadar menaklukkan puncak demi kepuasan pribadi atau dokumentasi di media sosial.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
writer5
TENTANG PENULIS writer5

Bacaan Terkait

Comments (0)

User