MANGGARAI — Pertamina Bangun Dua Sumur Bor Bantu Korban Gempa NTT
Pemerintah bersama badan usaha milik negara (BUMN) terus mempercepat langkah pemulihan pascabencana gempa bumi yang memicu kerusakan infrastruktur di wilay
Pemerintah bersama badan usaha milik negara (BUMN) terus mempercepat langkah pemulihan pascabencana gempa bumi yang memicu kerusakan infrastruktur di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Salah satu fokus vital dalam pemulihan ini adalah pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, terutama akses air bersih yang sempat terputus. Mengambil peran aktif dalam proses rehabilitasi tersebut, PT Pertamina (Persero) menghadirkan program pendampingan bagi warga terdampak di Kabupaten Manggarai melalui pembangunan dua unit sumur bor yang berlokasi di Kecamatan Reok.
Langkah tanggap ini dieksekusi guna mengatasi krisis sanitasi dan kesulitan warga dalam mendapatkan air layak konsumsi pasca-bencana. Kerusakan pipa jaringan air bersih lokal sebelumnya membuat ratusan keluarga harus mengandalkan pasokan darurat atau menempuh jarak jauh demi memenuhi kebutuhan harian mereka.
Kronologi dan Realisasi Program Pemulihan Air Bersih
Pelaksanaan program tanggap darurat hingga tahap rekonstruksi fasilitas pemenuhan air bersih oleh Pertamina dilakukan secara bertahap dan terukur. Berikut urutan langkah realisasi proyek di lapangan:
- Pemetaan dan Asesmen Krisis: Tim Pertamina Peduli bersama pemerintah daerah Kabupaten Manggarai melakukan survei titik krisis pasokan air di Kecamatan Reok untuk menentukan kedalaman dan lokasi paling strategis.
- Pengeboran Air Tanah Dalam (Deep Well): Pekerjaan teknis pengeboran dua titik sumur bor dimulai dengan spesifikasi kedalaman yang menjamin kualitas air bersih, higienis, dan terbebas dari pencemaran permukaan.
- Pemasangan Sistem Pipanisasi dan Toren Penampungan: Fasilitas ini dilengkapi dengan mesin pompa submersible berkapasitas tinggi serta tangki penampungan utama agar pendistribusian air ke masyarakat berjalan lancar.
- Penyerahan dan Pelatihan Kelompok Pengelola: Sarana air bersih secara resmi diserahterimakan kepada komunitas lokal disertai pembentukan tim pemeliharaan agar manfaat infrastruktur bersifat jangka panjang.
Analisis Dampak Infrastruktur Air Bersih terhadap Komunitas
Intervensi berupa pembangunan sumur bor ini terbukti membawa dampak signifikan terhadap stabilitas sosial dan kesehatan warga Kecamatan Reok. Sebelum bantuan ini hadir, tingkat kerentanan masyarakat terhadap penyakit menular berbasis air tergolong tinggi akibat keterbatasan sanitasi.
| Indikator Parameter | Kondisi Awal (Pasca-Gempa) | Kondisi Pasca-Intervensi Pertamina |
|---|---|---|
| Jarak Tempuh Air Bersih | 2 hingga 3 Kilometer | Kurang dari 100 Meter |
| Volume Pasokan Harian | Terbatas (Tergantung Tangki Darurat) | Mencapai >15.000 Liter/Hari |
| Cakupan Penerima Manfaat | Terisolasi dan Terbatas | Lebih dari 500 Kepala Keluarga |
| Potensi Risiko Sanitasi | Tinggi (Kategori Darurat Kesehatan) | Rendah (Memenuhi Standar Kemenkes) |
Kehadiran fasilitas air bersih ini memangkas waktu serta biaya ekonomi yang sebelumnya harus dikeluarkan warga untuk membeli air bersih dari pihak ketiga. Hal ini memberikan ruang bagi masyarakat untuk lebih fokus pada pemulihan hunian dan aktivitas ekonomi keluarga.
"Penyediaan sarana air bersih yang memadai merupakan fondasi tercepat dalam menekan risiko krisis kesehatan sekunder pascabencana alam. Inisiatif pembuatan sumur bor ini menjadi langkah krusial dalam mengembalikan norma kehidupan warga terdampak," ujar Drs. Yohanes Utama, pengamat kebijakan publik dan manajemen bencana daerah.
Komitmen Berkelanjutan Pemulihan Bencana Indonesia Timur
Pertamina menegaskan bahwa bantuan keberlanjutan ini merupakan bagian dari komitmen Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan. Langkah ini tidak berhenti pada pembuatan fisik sumur bor semata, tetapi juga mencakup pendampingan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) bagi warga setempat.
Dengan beroperasinya dua sumur bor di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai kini memiliki tambahan benteng pertahanan sanitasi dalam menghadapi masa pemulihan pasca-gempa. Sinergi antara BUMN, pemerintah daerah, dan partisipasi warga lokal diharapkan mampu mempercepat kebangkitan ekonomi dan pemulihan psikososial masyarakat di Nusa Tenggara Timur.




Comments (0)