MAKASSAR — Pertamina Operasikan 25 SPBU 24 Jam Urai Antrean BBM
Pemandangan antrean panjang kendaraan bermotor yang mengular di badan jalan raya Kota Makassar, Sulawesi Selatan, kini mulai diurai melalui langkah taktis
Pemandangan antrean panjang kendaraan bermotor yang mengular di badan jalan raya Kota Makassar, Sulawesi Selatan, kini mulai diurai melalui langkah taktis pengelola pasokan energi nasional. PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi secara resmi mengoperasikan 25 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) selama 24 jam penuh. Kebijakan terukur ini diambil demi memastikan kelancaran distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) serta memangkas waktu tunggu masyarakat yang sebelumnya sempat mengganggu arus lalu lintas utama kota.
Langkah Strategis Memutus Penumpukan Kendaraan
Fenomena antrean kendaraan, khususnya armada logistik, transportasi publik, hingga kendaraan pribadi yang kerap berburu BBM, sempat memicu kemadatan di beberapa titik krusial Makassar. Penumpukan tersebut umumnya terjadi pada jam-jam sibuk pagi dan sore hari. Dengan mengubah skema operasional menjadi 24 jam non-stop pada lokasi-lokasi strategis, beban pengisian yang sebelumnya terakumulasi pada siang hari kini dapat terdistribusi secara merata hingga malam dan dini hari.
Pihak Pertamina menegaskan bahwa ketersediaan BBM untuk wilayah Makassar dan sekitarnya berada dalam kondisi sangat aman. Penumpukan yang terjadi di lapangan lebih dipicu oleh akumulasi jam pembelian di waktu yang bersamaan serta munculnya kekhawatiran berlebih dari sebagian masyarakat (*panic buying*). Oleh sebab itu, pengoperasian SPBU 24 jam menjadi jawaban konkrit untuk memberikan kepastian layanan.
Beberapa langkah teknis pendukung yang dijalankan Pertamina meliputi:
- Monitoring stok secara real-time: Pemantauan isi tangki pendam SPBU secara terus-menerus melalui sistem digitalisasi Pertamina Integrated Command Centre (PICC).
- Prioritas pasokan malam hari: Penjadwalan ulang distribusi mobil tangki BBM untuk melakukan pasokan (*unloading*) pada jam-jam minim lalu lintas.
- Penataan jalur antrean: Pemasangan pembatas jalan dan koordinasi petugas untuk mencegah antrean melimpah ke bahu jalan umum.
Sinergi Pengawasan dan Keandalan Pasokan
Guna mendukung operasional penuh 24 jam, Pertamina memperketat koordinasi pengiriman dari Integrated Terminal Makassar. Armada truk tangki pengangkut BBM dikerahkan secara bergelombang tanpa henti guna memastikan tangki penyimpanan di 25 SPBU prioritas tidak mengalami kekosongan stok.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan membeli BBM sesuai dengan kebutuhan harian. Pengoperasian 25 SPBU selama 24 jam penuh di Makassar ini merupakan bentuk komitmen kami dalam menjamin keandalan pasokan, sehingga masyarakat dapat melakukan pengisian dengan nyaman tanpa harus terjebak antrean panjang," ungkap perwakilan manajemen Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi.
Selain optimalisasi internal, Pertamina juga menggandeng aparat kepolisian dan dinas perhubungan setempat untuk mengatur arus lalu lintas di sekitar area SPBU yang berada di jalur protokol. Kehadiran petugas pengatur antrean di lapangan sangat efektif menjaga agar kelancaran pengguna jalan umum lainnya tidak terganggu.
Pemetaan Layanan 24 Jam di Wilayah Makassar
Penetapan 25 SPBU 24 jam ini mencakup berbagai koridor utama, mulai dari kawasan pintu masuk kota, jalur logistik pelabuhan, hingga area pusat bisnis dan pemukiman padat di Kota Makassar.
| Koridor Wilayah | Alokasi SPBU 24 Jam | Fokus Layanan & Wilayah Distribusi |
|---|---|---|
| Jalur Perintis Kemerdekaan & Daya | 8 SPBU | Armada Logistik Antarkota & Transportasi Umum |
| Pusat Kota & Jalur Protokol (Pettarani / Ujung Pandang) | 10 SPBU | Kendaraan Pribadi, Komuter & Pengemudi Ojek Online |
| Kawasan Pesisir & Akses Pelabuhan Soekarno-Hatta | 7 SPBU | Truk Ekspedisi & Kendaraan Berat Rantai Pasok |
Dampak Positif Bagi Sektor Logistik dan Ekonomi
Kebijakan memperpanjang durasi operasional SPBU ini disambut hangat oleh para pelaku usaha sektor transportasi dan pengemudi angkutan barang. Sebelumnya, pengemudi truk sering kali harus kehilangan waktu produktif dan waktu istirahat hanya untuk mengantre pengisian bahan bakar. Kebijakan layanan 24 jam ini menjadi angin segar bagi kelancaran rantai pasok ekonomi di Sulawesi Selatan, mengingat Makassar berkedudukan sebagai pusat hub logistik utama bagi kawasan Indonesia Timur.
Dengan fleksibilitas waktu pengisian hingga dini hari, durasi tunggu pengemudi dapat dipangkas secara signifikan hingga lebih dari 50 persen. Hal ini juga berdampak positif pada penurunan risiko kelelahan pengemudi yang sebelumnya terpaksa menunggu antrean di bawah cuaca terik.
Pertamina berjanji akan terus melakukan evaluasi berkala terhadap efektivitas operasional 24 jam ini. Apabila tren antrean telah sepenuhnya melandai dan pola pembelian masyarakat kembali normal, penyesuaian strategi akan dilakukan secara dinamis tanpa mengurangi kualitas pelayanan publik di Kota Makassar.




Comments (0)