Makassar — Pertamina dan Pemprov Berhasil Mengurai Antrean BBM SPBU
Pemandangan antrean panjang kendaraan yang sempat mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Makassar kini secara bertahap mula
Pemandangan antrean panjang kendaraan yang sempat mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Makassar kini secara bertahap mulai melandai. Barisan mobil dan sepeda motor yang sebelumnya mengular hingga memakan sebagian ruas jalan protokol kini berangsur kembali normal. Kondisi yang membaik ini merupakan buah dari langkah cepat dan sinergi intensif yang dijalankan oleh PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) dalam menguatkan pasokan serta mengurai sumbatan distribusi energi di ibu kota provinsi tersebut.
Tekanan kebutuhan BBM masyarakat yang sempat melonjak tinggi direspons melalui serangkaian tindakan taktis di lapangan. Pertamina Patra Niaga mengambil langkah terobosan dengan mempertebal pasokan BBM harian, mengoperasikan depot secara penuh, serta mengerahkan armada mobil tangki tambahan. Langkah ini diambil untuk memastikan setiap tanki pendam SPBU di koridor utama Kota Makassar selalu terisi dan tidak mengalami kekosongan pasokan.
Sinergi Strategis Demi Menjamin Kelancaran Energi
Kolaborasi antara Pertamina Patra Niaga dan Pemprov Sulsel tidak sekadar berfokus pada tataran wacana teknis, melainkan menyentuh eksekusi penataan di lapangan secara langsung. Langkah konkret tersebut mencakup pemetaan kembali titik-titik SPBU yang memiliki tingkat kepadatan tertinggi. Lewat pemetaan presisi ini, alokasi BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Solar dapat disalurkan secara lebih fokus dan responsif sesuai dengan dinamika kebutuhan warga.
Di saat yang sama, Pemprov Sulsel menerjunkan personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang berkoordinasi dengan kepolisian setempat guna mengatur arus lalu lintas di sekitar area SPBU. Pengawasan ketat juga diberlakukan untuk mengantisipasi tindakan spekulatif dari oknum pelangsir BBM yang sering memanfaatkan situasi untuk mencari keuntungan pribadi secara tidak sah.
"Kerja sama lintas sektoral antara Pertamina, pemerintah daerah, dan aparat kepolisian sangat krusial. Kami tidak hanya mempertebal pengiriman BBM ke SPBU, tetapi juga memastikan penyalurannya tepat sasaran serta mencegah penimbunan oleh pihak tak bertanggung jawab," tegas perwakilan tim pengawasan distribusi energi lokal.
Berikut merupakan gambaran perbandingan kondisi operasional penanganan antrean BBM di Kota Makassar sebelum dan sesudah dilakukannya optimalisasi bersama:
| Indikator Evaluasi | Kondisi Sebelum Optimalisasi | Kondisi Setelah Sinergi |
|---|---|---|
| Rata-rata Waktu Antre | 60 hingga 120 menit | 15 hingga 30 menit |
| Pola Operasional SPBU | Terbatas hingga stok harian habis | Operasional 24 Jam di Titik Krusial |
| Pengawasan Lapangan | Pengawasan internal SPBU saja | Tim Gabungan (Satpol PP & Kepolisian) |
| Ketersediaan Stok Pendam | Sering menipis di jam sibuk | Terjaga dengan Bufer Stok 200% |
Optimalisasi Logistik dan Pengawasan Berbasis Digital
Dari sisi logistik pasokan, PT Pertamina Patra Niaga mengaktifkan skema pasokan siaga dengan mengoptimalkan Terminal BBM (TBBM) Makassar. Penambahan jam operasional armada pengangkut membuat proses bongkar muat bahan bakar dari kapal tanker hingga ke tangki SPBU berjalan terus-menerus tanpa henti. Di samping itu, pelaksanaan program Subsidi Tepat MyPertamina terus didorong guna memverifikasi bahwa konsumen BBM bersubsidi merupakan pihak yang benar-benar berhak.
Melandainya antrean ini disambut lega oleh para pengguna jalan dan pengemudi transportasi umum di Makassar. "Situasi yang kian kondusif ini memberikan dorongan psikologis positif bagi para pelaku usaha kecil dan pengemudi harian yang amat bergantung pada kepastian pasokan Solar dan Pertalite," ungkap seorang pengamat ekonomi daerah.
Imbauan Pembelian Bijak dan Komitmen Jangka Panjang
Pertamina bersama Pemprov Sulsel mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan aksi panic buying. Pembelian BBM dalam jumlah berlebihan justru memicu kecemasan buatan dan berpotensi merusak ritme distribusi yang sudah tertata rapi. Pihak otoritas menjamin bahwa ketersediaan BBM di wilayah Sulawesi Selatan berada pada posisi sangat aman dan sangat mencukupi untuk kebutuhan harian.
Ke depan, pola sinergi cepat ini akan dijadikan tolok ukur standar dalam menangani lonjakan permintaan energi di kawasan perkotaan. Evaluasi berkala akan terus dilakukan oleh tim gabungan untuk memantau dinamika di lapangan secara real-time. Dengan pengawasan ketat, pasokan yang terjaga, serta kesadaran masyarakat untuk membeli BBM secara bijak, Kota Makassar diharapkan sepenuhnya terbebas dari ancaman kelangkaan dan antrean panjang BBM.




Comments (0)