LRT Velodrome-Manggarai Resmi Beroperasi 26 Agustus 2026

Jakarta, Patokan – Kabar gembira bagi pengguna transportasi publik di ibu kota. Pemerintah memastikan bahwa proyek Light Rail Transit (LRT) Jakarta Fase 1B yang menghubungkan kawasan Velodrome hingg...

Aug 07, 2026 - 01:33
0 0
LRT Velodrome-Manggarai Resmi Beroperasi 26 Agustus 2026

Jakarta, Patokan – Kabar gembira bagi pengguna transportasi publik di ibu kota. Pemerintah memastikan bahwa proyek Light Rail Transit (LRT) Jakarta Fase 1B yang menghubungkan kawasan Velodrome hingga Manggarai akan resmi dioperasikan pada 26 Agustus 2026. Kepastian ini disampaikan langsung oleh Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, dalam konferensi pers di kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Selasa (14/1/2025).

Peresmian ini menandai tonggak baru dalam upaya pemerintah memperluas jaringan transportasi massal berbasis rel di Jakarta. Dengan hadirnya rute ini, diharapkan mobilitas warga dari timur Jakarta menuju pusat kota menjadi lebih cepat, nyaman, dan ramah lingkungan. Proyek yang dikerjakan oleh PT Jakarta Propertindo (Jakpro) ini merupakan bagian dari masterplan pengembangan LRT Jakarta yang terintegrasi dengan moda transportasi lainnya.

Progres Konstruksi Mencapai 78 Persen

Menteri Dudy mengungkapkan bahwa hingga awal tahun 2025, progres fisik pembangunan LRT Jakarta Fase 1B telah mencapai angka 78 persen. Angka ini menunjukkan bahwa pengerjaan berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Pihaknya optimistis bahwa sisa pekerjaan, termasuk pemasangan sistem persinyalan, elektrifikasi, dan uji coba sarana, dapat diselesaikan tepat waktu.

"Kami memastikan bahwa peresmian akan dilakukan pada 26 Agustus 2026. Seluruh tahapan, mulai dari konstruksi hingga uji operasional, akan kami kawal ketat agar tidak ada keterlambatan. Target ini adalah komitmen kami kepada masyarakat," ujar Dudy di hadapan awak media.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa setelah peresmian, akan ada masa uji coba publik secara gratis selama dua minggu. Hal ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada warga untuk merasakan langsung layanan LRT serta mengumpulkan masukan sebelum tarif resmi diberlakukan.

Rute dan Stasiun yang Dilewati

LRT Jakarta Fase 1B memiliki panjang lintasan sekitar 6,4 kilometer yang membentang dari Stasiun Velodrome di kawasan Rawamangun hingga Stasiun Manggarai di Jakarta Selatan. Rute ini akan melewati beberapa stasiun penting, yaitu Stasiun Pemuda, Stasiun Pramuka, Stasiun Pasar Genjing, dan Stasiun Matraman. Kehadiran stasiun-stasiun tersebut diharapkan dapat menjangkau area permukiman padat dan pusat kegiatan ekonomi.

Stasiun Manggarai sendiri akan menjadi titik integrasi utama karena terhubung dengan Commuter Line (KRL), Kereta Cepat Whoosh, serta rencana kereta otonom (ART). Sementara itu, Stasiun Velodrome akan terhubung dengan koridor Transjakarta dan halte bus kota. Integrasi ini menjadi kunci untuk menciptakan sistem transportasi yang seamless bagi pengguna.

"Dengan integrasi di Manggarai, penumpang yang datang dari arah Bekasi atau Bogor menggunakan KRL dapat langsung berpindah ke LRT menuju kawasan timur Jakarta tanpa harus keluar stasiun. Ini akan memangkas waktu tempuh secara signifikan," tambah Dudy.

Dampak Ekonomi dan Sosial

Selain memperbaiki konektivitas, proyek ini diprediksi memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal. Selama masa konstruksi, proyek ini telah menyerap ribuan tenaga kerja. Setelah beroperasi, diharapkan muncul pusat-pusat kegiatan baru di sekitar stasiun, seperti ritel, perkantoran, dan hunian vertikal.

Dari sisi lingkungan, LRT yang menggunakan tenaga listrik ini mampu mengurangi emisi karbon hingga 30 persen dibandingkan kendaraan pribadi. Pemerintah menargetkan bahwa pada 2029, seluruh koridor LRT Jakarta akan terhubung dan mampu mengangkut hingga 200 ribu penumpang per hari.

Namun, tantangan tetap ada. Salah satunya adalah memastikan ketersediaan armada yang cukup dan pemeliharaan prasarana yang berkelanjutan. Menanggapi hal ini, Kementerian Perhubungan berjanji akan melakukan pengawasan berkala dan bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam hal operasional dan perawatan.

Harapan Masyarakat

Sejumlah warga yang ditemui Patokan menyambut positif rencana ini. Rina (32), seorang karyawati yang tinggal di Rawamangun dan bekerja di kawasan Sudirman, mengaku tidak sabar menantikan operasional LRT. "Selama ini saya naik KRL dari Stasiun Jatinegara, tapi harus naik ojek dulu ke stasiun. Kalau LRT sudah jalan, saya tinggal jalan kaki ke Velodrome. Lebih hemat dan pasti tepat waktu," tuturnya.

Senada dengan Rina, Andi (45), warga Matraman, berharap tarif LRT nantinya terjangkau. "Semoga tarifnya tidak mahal, supaya masyarakat beralih dari motor. Kalau nyaman dan murah, pasti banyak yang pakai," ujarnya.

Dengan segala persiapan yang dilakukan, peresmian LRT Jakarta Fase 1B pada 26 Agustus 2026 menjadi momen yang dinanti. Keberhasilan proyek ini tidak hanya diukur dari ketepatan waktu, tetapi juga dari kualitas layanan yang diberikan. Pemerintah berkomitmen untuk terus berinovasi demi mewujudkan Jakarta sebagai kota global dengan transportasi publik yang modern dan terintegrasi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User