Lima ABK KM Virgo Transport 8 Selamat Usai Mengapung Sembilan Jam
Di tengah kegelapan malam dan hantaman gelombang laut yang ganas, keberuntungan serta insting bertahan hidup menjadi tumpuan utama bagi lima anak buah kapa
Di tengah kegelapan malam dan hantaman gelombang laut yang ganas, keberuntungan serta insting bertahan hidup menjadi tumpuan utama bagi lima anak buah kapal (ABK) KM Virgo Transport 8. Berada di perairan lepas tanpa menemukan rakit karet maupun sekoci penolong yang memadai saat kapal mengalami kecelakaan, mereka terpaksa mempertaruhkan nyawa dengan berpegangan pada sebuah benda tak terduga: tabung gas LPG tiga kilogram yang kosong.
Selama hampir sembilan jam berturut-turut, benda berbahan besi berkapasitas kecil tersebut menjadi sarana penyelamat tunggal yang menjaga tubuh mereka tetap mengapung di atas permukaan air laut. Tragedi maritim ini terjadi ketika kapal yang mereka awaki mengalami musibah pada Minggu dini hari sekitar pukul 01.00 WITA. Kondisi yang serba cepat dan mencekam membuat para ABK terlempar ke laut tanpa sempat menjangkau peralatan keselamatan standar pelayaran.
Perjuangan Melawan Sembilan Jam Gelombang Laut
Salah seorang korban selamat, Akmal, membeberkan detik-detik menegangkan saat dirinya bersama empat rekan sesama ABK berusaha mempertahankan kesadaran di tengah hempasan ombak. Dalam perairan yang dingin dan gelap, keberadaan satu tabung LPG kosong yang mengapung di dekat mereka menjadi secercah harapan untuk bertahan hidup.
“Kami lima orang pegang satu tabung LPG. Tabung LPG tiga kilo yang kosong,” kata Akmal saat ditemui setelah berhasil dievakuasi dan mendarat di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Kondisi fisik dan mental para korban diuji secara ekstrem. Sejak menceburkan diri ke laut pada pukul 01.00 WITA hingga pertolongan datang sekitar pukul 10.00 WITA, kelimanya harus saling menguatkan agar pegangan tangan mereka pada tabung LPG tidak terlepas. Dalam rentang waktu sembilan jam yang penuh kepanikan dan kelelahan luar biasa, mereka mengapung tanpa arah di tengah laut lepas sebelum akhirnya bayangan kapal penolong terlihat di horizon.
Proses Evakuasi Berantai Menuju Pelabuhan Trisakti
Titik terang penyelamatan muncul ketika sebuah kapal tunda (tugboat) yang melintas di area tersebut melihat keberadaan lima ABK yang terapung. Kapal tunda tersebut segera bergerak mendekat dan mengangkat kelima korban dari dalam air. Di atas kapal tunda itu, Akmal menyaksikan bahwa proses evakuasi korban lain juga sedang berlangsung, baik korban selamat maupun korban yang telah meninggal dunia.
Proses pemindahan para korban dilakukan secara berantai melibatkan unsur Tim SAR Gabungan. Dari kapal tunda, para korban selamat sempat dipindahkan ke kapal perang TNI Angkatan Laut, KRI Nala, untuk mendapatkan perawatan medis awal. Selanjutnya, Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Banjarmasin menerjunkan Kapal *Rigid Buoyancy Boat* (RBB) untuk menjemput dan membawa para survivor menuju daratan di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin.
Akmal, pemuda asal Kabupaten Garut, Jawa Barat, menuturkan bahwa dirinya bekerja sebagai petugas kebersihan di KM Virgo Transport 8. Ia baru mengabdi sekitar tiga bulan di kapal tersebut sebelum musibah tenggelamnya kapal menghancurkan pelayarannya. Musibah ini menjadi pengalaman kelam yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Evaluasi Keselamatan Pelayaran dan Data Penyelamatan
Insiden ini menyoroti kembali aspek vital kelaikan dan ketersediaan fasilitas mitigasi bencana pada kapal niaga. Keberadaan alat keselamatan seperti *life raft* (rakit penolong otomatik) dan *life jacket* yang memadai merupakan syarat mutlak dalam pelayaran guna mencegah jatuhnya korban jiwa saat situasi darurat di laut lepas.
Berikut adalah ringkasan data terkait proses penyelamatan korban selamat KM Virgo Transport 8:
| Parameter Kejadian | Rincian Informasi |
|---|---|
| Nama Kapal | KM Virgo Transport 8 |
| Waktu Kejadian Laut | Sekitar pukul 01.00 WITA |
| Durasi Terapung ABK | Sekitar 9 Jam (Ditemukan pukul 10.00 WITA) |
| Sarana Darurat Utuh | 1 Tabung Gas LPG 3 Kg Kosong |
| Jumlah Korban Selamat Dievakuasi Lanal | 22 Orang |
| Titik Evakuasi Darat | Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan |
Hingga Selasa pagi pukul 09.00 WITA, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengonfirmasi pendataan terbaru terkait jumlah korban selamat dan meninggal dunia. Penyelidikan mendalam kini tengah dilakukan oleh otoritas maritim guna mengusut penyebab pasti kecelakaan kapal serta mengevaluasi penerapan standar keselamatan pelayaran pada KM Virgo Transport 8.




Comments (0)