Lelang Komputer Apple Pertama di New York Diprediksi Tembus Rp5 Miliar

Industri koleksi barang bersejarah kembali diramaikan oleh sebuah artefak teknologi legendaris. Rumah lelang Sotheby’s yang bermarkas di New York akan menggelar lelang sebuah unit komputer Apple-1, ...

Jul 27, 2026 - 23:38
0 0
Lelang Komputer Apple Pertama di New York Diprediksi Tembus Rp5 Miliar

Industri koleksi barang bersejarah kembali diramaikan oleh sebuah artefak teknologi legendaris. Rumah lelang Sotheby’s yang bermarkas di New York akan menggelar lelang sebuah unit komputer Apple-1, produk perdana dari perusahaan yang kini mendominasi dunia teknologi, Apple Inc. Diperkirakan, perangkat langka ini akan terjual dengan harga selangit, menembus angka setidaknya 5 miliar rupiah. Para kolektor dan investor dari berbagai belahan dunia pun bersiap untuk memperebutkannya.

Mesin Waktu dari Silicon Valley

Komputer Apple-1 yang kini menjadi buruan para pemburu memorabilia, pertama kali diperkenalkan pada 1976 oleh duo Steve Jobs dan Steve Wozniak. Saat itu, keduanya masih bekerja dari garasi kecil milik orang tua Jobs di Los Altos, California. Desain sepenuhnya dikerjakan oleh Wozniak, yang merakit setiap papan sirkuit utama secara manual dengan tangannya sendiri. Sementara Jobs mengambil peran sebagai penggagas dan pemasar yang membawa papan tersebut ke toko elektronik lokal.

Awalnya, Apple-1 dijual dalam bentuk kit kepada para penghobi komputer. Harganya saat itu mencapai 666,66 dolar AS. Uniknya, pembeli hanya mendapatkan papan sirkuit tanpa pelindung, tanpa catu daya, tanpa keyboard, dan tanpa monitor. Mereka harus merakit sendiri atau mencarikan komponen tambahan untuk membuatnya beroperasi. Dari total sekitar 200 unit yang diproduksi, hanya sekitar 175 yang benar-benar terjual ke pasaran. Sisanya menjadi bagian dari sejarah yang berharga.

Dari sudut pandang teknis, Apple-1 sudah tergolong revolusioner di zamannya. Ia menjadi komputer pribadi pertama yang dijual dengan motherboard lengkap yang sudah terakit, berbeda dengan kebanyakan komputer kit lain yang mengharuskan pengguna menyolder dan merangkai sendiri seluruh komponen. Fitur ini membuatnya lebih mudah digunakan oleh para penggemar awal dan menandai langkah awal demokratisasi komputasi personal.

Lelang Bernilai Puluhan Ribu Dolar

Unit yang dilelang oleh Sotheby’s kali ini disebutkan dalam kondisi terawat dan telah melalui proses otentikasi ketat. Meski pihak rumah lelang belum mengungkapkan pemilik sebelumnya, diyakini bahwa unit tersebut berasal dari kolektor pribadi yang menyimpannya selama puluhan tahun. Perkiraan harga awal lelang dipasang pada kisaran 300.000 dolar AS hingga 500.000 dolar AS, atau sekitar 4,8 miliar hingga 8 miliar rupiah. Namun, para pakar lelang meyakini angka akhir bisa lebih tinggi, mengingat rekam jejak penjualan Apple-1 sebelumnya yang kerap melampaui perkiraan.

Sebagai contoh, pada tahun 2014 salah satu Apple-1 berhasil terjual melalui lelang seharga 905.000 dolar AS, jauh melebihi ekspektasi awal. Kemudian pada 2021, unit lainnya laku di kisaran 400.000 dolar AS. Dengan semakin langkanya barang-barang bersejarah dari era awal revolusi digital, bukan tidak mungkin unit yang akan dilelang di New York ini akan mencetak rekor baru bagi penjualan Apple-1.

Menariknya, kehadiran Apple-1 di ruang lelang tidak hanya menarik minat kolektor barang antik, tetapi juga museum teknologi, institusi pendidikan, dan investor dari sektor keuangan yang melihatnya sebagai aset alternatif. Benda-benda seperti ini menjadi simbol dari inovasi yang mengubah peradaban manusia. Kepala Departemen Sains dan Budaya Pop Sotheby’s dalam keterangan resmi menyebut unit Apple-1 ini sebagai "tonggak sejarah yang menghubungkan masa lampau dengan dunia yang kita tinggali saat ini."

Warisan yang Tak Ternilai

Keberadaan Apple-1 memang telah melampaui sekadar fungsi sebagai alat komputasi. Kini, ia menjelma menjadi monumen dari ambisi, kreativitas, dan keberanian dua orang muda yang bermimpi mengubah dunia. Dari garasi sempit di California, lahirlah perusahaan dengan kapitalisasi pasar triliunan dolar. Setiap motherboard Apple-1 yang masih bertahan menjadi saksi bisu atas dimulainya era baru dalam sejarah manusia—era di mana komputer pribadi menjadi jantung kehidupan modern.

Bagi para pemburu barang langka, memiliki Apple-1 sama artinya dengan memiliki sepotong DNA dari revolusi digital. Nilainya tidak hanya terletak pada kalkulasi komponen elektronik usang, melainkan pada cerita dan semangat yang dibawanya. Karena itu, wajar jika sebuah papan sirkuit berusia hampir setengah abad dihargai miliaran rupiah.

Lelang yang digelar Sotheby’s di New York ini sekaligus menjadi pengingat bahwa perjalanan panjang industri teknologi sering kali dimulai dari langkah paling sederhana. Komputer yang dulunya diabaikan oleh banyak perusahaan besar kini menjadi artefak termahal yang diinginkan seluruh dunia. Bagi siapa pun yang berhasil memenangkannya, mereka tidak hanya membawa pulang sebuah mesin tua, melainkan juga sebuah kronik hidup tentang bagaimana masa depan diciptakan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User