Leaders Forum IIFTIHAR Soroti Visi Teknologi BJ Habibie untuk Umat
Jakarta – Ikatan Ilmuwan dan Teknolog Islam Terkemuka (IIFTIHAR) menggelar hajatan akbar bertajuk Leaders Forum yang menyoroti pemikiran visioner Presiden ketiga Republik Indonesia, Prof. Dr. Ing. B...
Jakarta – Ikatan Ilmuwan dan Teknolog Islam Terkemuka (IIFTIHAR) menggelar hajatan akbar bertajuk Leaders Forum yang menyoroti pemikiran visioner Presiden ketiga Republik Indonesia, Prof. Dr. Ing. B.J. Habibie, di bidang teknologi dan inovasi. Acara ini menjadi puncak peringatan tiga dekade perjalanan organisasi sekaligus momentum memperingati 90 tahun sang putra bangsa yang telah meletakkan fondasi industri strategis di Tanah Air.
Berlangsung di Jakarta, forum yang dihadiri sejumlah tokoh nasional, akademisi, dan pakar teknologi ini mengusung semangat menggali kembali gagasan-gagasan Habibie yang relevan bagi kemajuan peradaban Islam di era modern. IIFTIHAR, yang selama ini berkomitmen menjembatani sains dan nilai-nilai keislaman, memandang penting untuk menerjemahkan kembali visi teknolog Habibie ke dalam konteks tantangan dunia Islam kontemporer.
Mengenang Warisan Intelektual B.J. Habibie
Leaders Forum ini secara khusus membedah peta jalan teknologi yang pernah dicetuskan Habibie melalui berbagai kebijakan dan proyek strategis kala menjabat sebagai Menteri Riset dan Teknologi. Sosok yang dikenal dengan julukan “Mr. Crack” itu diyakini telah meninggalkan cetak biru komprehensif tentang bagaimana sebuah bangsa, termasuk negara-negara dengan mayoritas Muslim, dapat melejit melalui penguasaan teknologi tinggi.
Pemikiran Habibie tentang pentingnya investasi besar-besaran pada riset dan pengembangan, pembangunan industri penerbangan, serta transformasi sumber daya manusia dinilai masih sangat aplikatif. Para pembicara forum menekankan bahwa umat Islam perlu kembali merujuk pada model pembangunan yang bertumpu pada inovasi, bukan sekadar mengandalkan kekayaan sumber daya alam.
“Habibie mengajarkan bahwa kemandirian teknologi adalah kunci martabat bangsa. Dalam konteks dunia Islam, ini berarti kita harus mampu menciptakan solusi bagi problem-problem besar, dari ketahanan pangan hingga energi terbarukan, dengan basis ilmu pengetahuan yang mumpuni,” ujar salah satu pembicara kunci dalam forum tersebut.
IIFTIHAR: Tiga Dekade Membangun Jembatan Iman dan Ilmu
Sejak berdiri tiga puluh tahun silam, IIFTIHAR telah menjadi wadah bagi para ilmuwan, insinyur, dan profesional Muslim untuk berkolaborasi, berbagi pengetahuan, serta mendorong lahirnya inovasi-inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Peringatan ulang tahun ke-30 ini menjadi refleksi atas konsistensi organisasi dalam mengawal isu-isu sains dan teknologi yang jarang mendapat perhatian di lingkungan organisasi keislaman arus utama.
Melalui forum ini, IIFTIHAR ingin menegaskan kembali komitmennya untuk terus menjadi katalisator perubahan. Organisasi ini percaya bahwa kemajuan peradaban Islam sangat bergantung pada kemampuan umatnya menguasai sains kontemporer, seperti yang dicontohkan era keemasan Islam di masa lampau. Tokoh-tokoh nasional yang hadir pun memberikan apresiasi terhadap peran strategis IIFTIHAR dalam membina generasi muda Muslim yang melek teknologi.
Diskusi Inovasi: Dari Kecerdasan Buatan hingga Energi Berkelanjutan
Sesi diskusi dalam Leaders Forum dibagi ke dalam beberapa panel yang membahas spektrum luas inovasi. Mulai dari pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk pengembangan ekonomi syariah, pengembangan teknologi drone untuk pemantauan lahan pertanian di negara-negara berkembang, hingga rancangan sistem energi terbarukan yang cocok diterapkan di wilayah dengan populasi Muslim dominan.
Para panelis menekankan bahwa visi Habibie tentang teknologi tepat guna sebenarnya selaras dengan kebutuhan dunia Islam saat ini. Banyak negara Islam masih bergelut dengan isu keterbelakangan industri dan ketergantungan teknologi pada pihak asing. Oleh karena itu, kolaborasi antarilmuwan Muslim lintas negara dipandang sangat mendesak untuk membangun ekosistem riset yang tangguh.
Salah satu pembahasan menarik adalah terkait potensi besar bumi Islam yang kaya akan mineral langka dan sumber daya energi, yang jika diolah dengan teknologi mutakhir dapat menjadi pengungkit ekonomi. Forum menyimpulkan bahwa kunci utamanya adalah transfer ilmu dan pengembangan kapasitas lokal, persis seperti yang diimpikan Habibie saat memulai industri pesawat terbang di Indonesia.
Apresiasi Tokoh Nasional dan Generasi Muda
Para tokoh nasional yang hadir dalam forum ini tidak hanya mengenang Habibie sebagai negarawan, tetapi juga sebagai mentor dan inspirator yang gagasannya melampaui zamannya. Mereka menggarisbawahi pentingnya narasi seperti ini disebarkan kepada generasi muda Muslim agar termotivasi menekuni bidang sains dan teknologi, bukan hanya bidang-bidang yang selama ini lebih populer.
“Kita membutuhkan lebih banyak Habibie-Habibie muda. IIFTIHAR melalui forum ini membuktikan bahwa benih itu sudah mulai tumbuh,” ujar seorang tokoh yang hadir. Para peserta forum, terutama dari kalangan mahasiswa dan profesional muda, tampak antusias mengikuti setiap sesi.
Peringatan 30 tahun IIFTIHAR ini juga dimeriahkan dengan pameran proyek-proyek teknologi buatan anggota organisasi, mulai dari aplikasi digital untuk pembelajaran Al-Qur’an hingga prototipe alat kesehatan sederhana untuk daerah terpencil. Hal ini menunjukkan bahwa warisan Habibie tidak berhenti pada cerita sejarah, melainkan terus hidup dan berkembang melalui karya-karya nyata.
Menatap Masa Depan: Melek Teknologi, Kokoh Beriman
Leaders Forum ini diakhiri dengan deklarasi bersama untuk memperkuat kolaborasi riset dan pengembangan di lingkungan komunitas Muslim Indonesia dan internasional. IIFTIHAR berencana merangkul lebih banyak institusi pendidikan dan industri untuk menciptakan ekosistem inovasi yang berkelanjutan. Forum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa umat Islam perlu mengambil peran lebih besar dalam lanskap teknologi dunia, bukan hanya sebagai pengguna, melainkan sebagai pencipta dan pemilik.
Dengan semangat 90 tahun B.J. Habibie dan tiga dekade kiprah IIFTIHAR, forum ini menebarkan optimisme bahwa jalan menuju kebangkitan teknologi peradaban Islam masih terbuka lebar. Pertemuan ini diharapkan menjadi katalis bagi lahirnya kolaborasi-kolaborasi strategis yang membawa manfaat bagi negeri dan umat.
Warisan intelektual Habibie, tentang pentingnya mencintai tanah air melalui penguasaan ilmu pengetahuan, tampaknya akan terus bergema di hati para ilmuwan Muslim yang berkumpul di forum ini. IIFTIHAR telah membuktikan bahwa mempertemukan para pemikir dan praktisi teknologi adalah cara terbaik untuk menjaga nyala api inovasi yang telah dinyalakan oleh sang begawan teknologi Indonesia.
Comments (0)