Kuasa Hukum Don Ritto Bantah Uang dan Emas di Sentul Milik Febrie
JAKARTA - Kuasa hukum Don Ritto, Handika, meluruskan kabar terkait penemuan uang tunai dan emas batangan di sebuah rumah mewah kawasan Sentul. Ia menegaskan seluruh aset yang ditemukan tim penyidik di...
JAKARTA - Kuasa hukum Don Ritto, Handika, meluruskan kabar terkait penemuan uang tunai dan emas batangan di sebuah rumah mewah kawasan Sentul. Ia menegaskan seluruh aset yang ditemukan tim penyidik di brankas rumah tersebut bukan merupakan milik Febrie Adiwinata, melainkan terkait dengan aktivitas yayasan yang dijalankan kliennya.
Penjelasan tersebut disampaikan Handika kepada awak media di Jakarta, Kamis (9/7). Ia menilai pemberitaan yang menyebut uang dan logam mulia di rumah Sentul sebagai aset pribadi Febrie tidak tepat dan cenderung menyesatkan publik.
Rumah Dipinjamkan untuk Kepentingan Yayasan
Handika menjelaskan bahwa rumah mewah di kawasan Sentul, Bogor, tersebut sejatinya bukan milik pribadi Febrie. Properti itu, menurutnya, dipinjamkan oleh Don Ritto untuk kepentingan operasional sebuah yayasan yang selama ini bergerak di bidang sosial dan keagamaan.
"Klien kami meminjamkan rumah itu untuk kegiatan yayasan. Jadi segala sesuatu yang ada di dalam rumah, termasuk brankas dan isinya, merupakan bagian dari pengelolaan yayasan, bukan harta pribadi siapapun," ujar Handika saat ditemui di kantornya.
Lebih lanjut, pengacara tersebut menekankan bahwa Don Ritto tidak pernah merasa memiliki maupun menguasai uang tunai dan emas yang belakangan menjadi sorotan publik. Ia menyebut kliennya hanya menyediakan fasilitas tempat bagi yayasan tersebut.
Menurut Handika, yayasan yang dimaksud telah beroperasi selama bertahun-tahun dan memiliki kegiatan rutin seperti pembagian bantuan sosial, santunan kepada anak yatim, serta program keagamaan. Rumah Sentul dipilih sebagai pusat operasional karena dianggap memiliki fasilitas memadai untuk mendukung kegiatan tersebut.
Penjelasan soal Brankas dan Isinya
Menurut Handika, brankas yang ditemukan di rumah Sentul berisi dokumen yayasan, uang operasional, serta beberapa keping emas yang biasa digunakan untuk keperluan kegiatan sosial seperti santunan dan bantuan kepada masyarakat kurang mampu.
"Emas yang ada di sana bukan untuk investasi pribadi. Itu adalah bagian dari program yayasan yang memang memiliki tradisi memberikan bantuan dalam bentuk logam mulia kepada penerima manfaat," paparnya.
Handika juga membantah anggapan bahwa temuan tersebut mengindikasikan adanya aliran dana mencurigakan dari atau kepada Febrie. Ia menegaskan tidak ada bukti yang menunjukkan keterlibatan langsung Febrie dalam pengelolaan aset di rumah Sentul.
Ia menambahkan, setiap transaksi yang dilakukan oleh yayasan selalu tercatat dalam pembukuan resmi dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Dengan demikian, klaim yang menyebut adanya praktik menyimpang perlu dibuktikan terlebih dahulu sebelum disebarluaskan.
Klarifikasi untuk Publik
Pengacara Don Ritto berharap klarifikasi ini dapat meluruskan pemahaman masyarakat yang sempat ramai membahas kasus tersebut. Ia meminta semua pihak, termasuk media, untuk tidak langsung menarik kesimpulan sebelum seluruh proses hukum selesai dilakukan.
"Kami meminta masyarakat menunggu hasil pemeriksaan resmi dari aparat penegak hukum. Jangan sampai ada asumsi liar yang justru merugikan pihak-pihak tertentu," tegas Handika.
Handika menambahkan bahwa Don Ritto sendiri telah kooperatif selama proses penyidikan berlangsung. Kliennya, kata dia, selalu memenuhi panggilan penyidik dan memberikan keterangan yang diperlukan tanpa ada hambatan.
Ia juga meminta awak media untuk menyiarkan informasi secara berimbang dengan mengonfirmasi kebenaran dari berbagai pihak. Hal ini penting agar opini publik tidak terbentuk dari kabar yang belum terverifikasi.
Konteks Penggeledahan
Sebelumnya, rumah mewah di kawasan Sentul sempat digeledah oleh aparat gabungan terkait kasus hukum yang menyeret nama beberapa pihak. Penggeledahan tersebut berlangsung pada awal Juli dan menarik perhatian publik karena lokasi properti yang dikenal sebagai kawasan elite.
Dalam penggeledahan itulah tim penyidik menemukan brankas berisi uang tunai dalam jumlah signifikan serta beberapa keping emas batangan. Temuan ini kemudian memicu spekulasi luas di masyarakat, termasuk kemungkinan adanya kaitan dengan kasus yang menjerat Febrie.
Febrie sendiri merupakan sosok yang tengah menghadapi proses hukum terkait kasus tertentu. Spekulasi yang menyebut aset di Sentul miliknya membuat namanya semakin menjadi sorotan publik di berbagai platform media sosial.
Komitmen Don Ritto pada Proses Hukum
Handika memastikan kliennya menghormati seluruh proses hukum yang berjalan. Don Ritto, menurut dia, tidak pernah berupaya menghindar dari panggilan penyidik maupun menghalangi jalannya penyidikan.
"Klien kami adalah warga negara yang taat hukum. Beliau siap memberikan keterangan kapan pun diminta dan siap menjalani proses ini dengan terbuka," ujar Handika.
Dengan klarifikasi ini, Handika berharap publik dapat melihat kasus secara proporsional dan tidak terjebak pada narasi yang belum tentu kebenarannya. Ia juga mengajak semua pihak untuk memberikan ruang bagi aparat penegak hukum bekerja secara profesional dan objektif.
Handika juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah memberikan dukungan moral kepada kliennya. Ia menyebut Don Ritto tetap tegar menghadapi situasi ini dan terus menjalankan aktivitas sehari-hari seperti biasa.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak Febrie maupun tim kuasa hukumnya belum memberikan tanggapan resmi terkait klaim yang disampaikan kuasa hukum Don Ritto tersebut. Publik berharap klarifikasi dari sisi Febrie dapat segera diberikan agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi di tengah masyarakat.
Comments (0)