Kronologi Penemuan Jasad Sutrimo di Halaman Klinik Mordent

Warga Kebayoran Baru dikejutkan oleh penemuan seorang pria yang tak bernyawa di pelataran depan Klinik Mordent pada Minggu dini hari. Korban yang belakangan diketahui bernama Sutrimo itu ditemukan ter...

Jul 27, 2026 - 21:55
0 0
Kronologi Penemuan Jasad Sutrimo di Halaman Klinik Mordent

Warga Kebayoran Baru dikejutkan oleh penemuan seorang pria yang tak bernyawa di pelataran depan Klinik Mordent pada Minggu dini hari. Korban yang belakangan diketahui bernama Sutrimo itu ditemukan tergeletak tanpa tanda-tanda kehidupan, memicu kehebohan di lingkungan sekitar yang biasanya tenang. Sejumlah saksi mata memberikan keterangan berbeda-beda mengenai detik-detik sebelum jasad itu pertama kali terlihat, namun sebagian besar menunjuk pada rentang waktu yang sama: jelang subuh, saat aktivitas warga baru mulai menggeliat.

Kesaksian Pedagang Pagi

Sumiati, seorang penjual bubur yang biasa membuka lapak di seberang klinik, menjadi salah satu orang pertama yang menyadari keberadaan jasad tersebut. Ia menuturkan bahwa sekitar pukul 04.30 WIB, saat ia tengah menata dagangan, matanya menangkap sesosok tubuh yang terbaring miring di dekat pagar klinik. "Awalnya saya kira hanya gelandangan tidur, karena posturnya menyamping dan tidak bergerak," ujarnya. Namun setelah beberapa saat tidak ada tanda-tanda bangun, Sumiati memberanikan diri mendekat bersama seorang tukang ojek yang juga mulai mangkal. Keduanya langsung syok melihat wajah pria itu pucat dan bibirnya membiru.

Menurut Sumiati, di sekitar tubuh korban tidak tampak banyak darah atau luka terbuka yang mencolok. Ia hanya melihat sedikit lecet di pelipis kiri dan lengan. Pakaian korban—kemeja lengan panjang abu-abu dan celana bahan hitam—masih rapi, seolah tak terjadi pergulatan hebat. Keadaan itu membuat para saksi awal menduga korban mungkin mengalami serangan jantung atau penyakit mendadak lainnya.

Detik-detik yang Terekam Warga Lain

Sementara itu, seorang satpam kompleks perumahan yang berlokasi sekitar 200 meter dari klinik, Budi Hartono, mengaku mendengar suara langkah kaki yang terseret sekitar pukul 03.00 WIB. Ia tidak langsung keluar karena mengira hanya warga yang pulang larut malam. Namun dalam retrospeksi, ia kini merasa langkah itu aneh—seperti langkah yang berat dan tidak stabil. "Biasanya orang malam lewat biasa saja, tapi yang ini ada suara gesekan sepatu di aspal," kata Budi. Ia tidak bisa memastikan apakah saat itu korban sedang berjalan sendiri atau dibantu seseorang, karena jarak pandang dari posnya terhalang rimbunan pohon trembesi.

Rekaman kamera pengawas milik minimarket terdekat kini tengah diperiksa oleh pihak kepolisian. Diharapkan dari rekaman itu dapat terlihat jelas apakah Sutrimo tiba sendirian atau bersama orang lain, serta pada pukul berapa tepatnya ia mulai tergeletak di depan klinik.

Respons Pihak Klinik

Klinik Mordent sendiri adalah fasilitas kesehatan swasta yang melayani praktik dokter umum dan gigi. Pada hari kejadian, klinik masih tutup karena dimulainya jam operasional pukul 08.00. Seorang petugas kebersihan klinik, Roni, yang tiba pukul 06.00 untuk bersiap-siap, langsung kaget melihat kerumunan. Ia segera menghubungi pengelola klinik dan melaporkan ke polisi. Roni menyatakan bahwa pagar depan klinik sering dijadikan tempat beristirahat pejalan kaki, namun tak pernah ada kejadian kematian sebelumnya. "Klinik tidak ada hubungannya dengan korban, setahu saya dia bukan pasien kami," tegasnya.

Identitas Korban dan Dugaan Sementara

Dari kartu identitas yang ditemukan dalam dompet korban, diketahui pria tersebut bernama Sutrimo, berusia 52 tahun, beralamat di Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Belum diketahui apa yang membawanya ke wilayah Kebayoran Baru pada dini hari. Pihak keluarga telah dihubungi dan datang ke lokasi untuk identifikasi. Mereka menolak berkomentar banyak, hanya menyebutkan bahwa Sutrimo memiliki riwayat hipertensi dan sering keluar malam untuk mencari udara segar.

Kepolisian belum menetapkan dugaan apa pun secara terbuka, namun ada dua kemungkinan yang mengemuka: kematian alami akibat penyakit atau faktor lain yang masih diselidiki. Tim identifikasi dan Puslabfor telah melakukan olah TKP, mengambil sampel benda di sekitar jenazah, dan memeriksa isi kantung pakaian. Tidak ditemukan barang berharga yang hilang, sehingga perampokan untuk sementara dikesampingkan.

Langkah Penyelidikan Lanjutan

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan menyatakan bahwa penyidik sedang memeriksa sejumlah saksi tambahan, termasuk pengendara ojek daring yang melintas di jam rawan. Hasil visum dari rumah sakit akan sangat menentukan arah penyelidikan. "Kami mengimbau masyarakat yang mungkin melihat atau mengetahui sesuatu agar melapor, sekecil apa pun informasinya," ujar Kasat Reskrim. Jika hasil visum menunjukkan adanya kekerasan, kasus ini akan naik ke tahap penyidikan kriminal.

Kompleksitas muncul karena minimnya saksi langsung yang melihat detik-detik Sutrimo tergeletak. Warga hanya menemukan jasad saat sudah dalam posisi terbujur. Sampai saat ini, garis polisi masih membentang di depan Klinik Mordent, dan warga diminta tidak mendekat sampai proses olah TKP dinyatakan selesai.

Kejadian ini mengguncang kenyamanan warga Kebayoran Baru yang terkenal sebagai kawasan elit dan aman. Banyak yang berharap kepolisian segera mengungkap terang peristiwa ini, apakah murni musibah kesehatan atau terdapat unsur pidana di baliknya. Untuk sementara, nama Sutrimo menjadi perbincangan sekaligus tanda tanya besar yang menggantung di benak publik.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User