Application Name Application Name

Patokan

Hukum

KRI Gajah Mada Segera Tiba, DPR Tekankan Transfer Teknologi

Ketua Komisi I DPR Utut Adianto menilai kedatangan KRI Gajah Mada perlu diarahkan tidak hanya sebagai penambahan kekuatan alat utama sistem senjata. Kapal tersebut juga diharapkan menjadi sarana penti...

KRI Gajah Mada Segera Tiba, DPR Tekankan Transfer Teknologi

Ketua Komisi I DPR Utut Adianto menilai kedatangan KRI Gajah Mada perlu diarahkan tidak hanya sebagai penambahan kekuatan alat utama sistem senjata. Kapal tersebut juga diharapkan menjadi sarana penting untuk mempercepat penguasaan teknologi pertahanan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Menurut Utut, pembangunan kemampuan pertahanan nasional harus berjalan seiring dengan pengadaan maupun kedatangan peralatan militer baru. Setiap platform pertahanan idealnya memberikan manfaat yang lebih luas, termasuk membuka kesempatan bagi teknisi, prajurit, peneliti, dan industri dalam negeri untuk memahami teknologi yang digunakan.

Transfer teknologi menjadi salah satu aspek strategis karena dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap pihak luar. Dengan penguasaan pengetahuan dan keterampilan yang memadai, Indonesia berpeluang mengembangkan kemampuan perawatan, perbaikan, hingga peningkatan sistem kapal secara mandiri pada masa mendatang.

Kapal sebagai pusat pembelajaran

KRI Gajah Mada diharapkan tidak berhenti pada fungsi operasional. Kehadirannya dapat dimanfaatkan sebagai pusat pembelajaran bagi personel pertahanan, khususnya dalam mengoperasikan sistem navigasi, komunikasi, persenjataan, serta teknologi pendukung lain yang terintegrasi di dalam kapal.

Proses pembelajaran tersebut membutuhkan perencanaan yang matang. Kementerian Pertahanan dan institusi terkait perlu menyiapkan program pelatihan berjenjang, melibatkan tenaga ahli, serta memastikan adanya dokumentasi teknis yang dapat dipelajari oleh generasi berikutnya.

Komisi I DPR memandang peningkatan kompetensi personel sebagai fondasi utama untuk memastikan investasi pertahanan memberikan hasil maksimal. Peralatan canggih tidak akan bekerja optimal apabila tidak didukung operator dan teknisi dengan kemampuan yang sesuai.

Dorong keterlibatan industri nasional

Selain pengembangan SDM, kedatangan KRI Gajah Mada juga dapat menjadi momentum untuk memperkuat industri pertahanan domestik. Perusahaan nasional, perguruan tinggi, dan lembaga penelitian dapat dilibatkan dalam berbagai bidang yang relevan, mulai dari pemeliharaan komponen hingga pengembangan perangkat pendukung.

Keterlibatan tersebut penting agar manfaat pengadaan kapal tidak hanya dirasakan dalam aspek pertahanan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekosistem teknologi nasional. Kolaborasi antara pemerintah, militer, industri, dan akademisi dapat melahirkan inovasi yang kemudian digunakan untuk memperkuat produk pertahanan buatan dalam negeri.

Transfer teknologi juga perlu disertai mekanisme pengawasan dan target yang terukur. Pemerintah dapat menetapkan indikator mengenai jumlah tenaga ahli yang dilatih, kemampuan teknis yang berhasil dikuasai, serta porsi pekerjaan pemeliharaan yang dapat dilakukan oleh pihak Indonesia.

Perkuat kemandirian pertahanan

Utut menilai pembangunan kekuatan pertahanan harus ditempatkan dalam kerangka jangka panjang. Indonesia perlu memiliki kemampuan untuk mengoperasikan dan merawat alutsista secara berkelanjutan, bukan sekadar menerima produk akhir dari kerja sama dengan negara lain.

Kemandirian tersebut menjadi semakin penting karena kebutuhan pertahanan terus berkembang. Ancaman di kawasan dapat berubah, sementara teknologi militer juga mengalami kemajuan pesat. Karena itu, penguasaan pengetahuan harus menjadi bagian tak terpisahkan dari setiap kerja sama pengadaan.

Kehadiran KRI Gajah Mada diharapkan memperkuat kesiapan operasional sekaligus memperluas kapasitas nasional di bidang maritim. Kapal ini dapat menjadi instrumen untuk meningkatkan profesionalisme personel dan memperdalam pemahaman Indonesia terhadap teknologi pertahanan modern.

Komisi I DPR akan terus mendorong agar agenda penguatan pertahanan berjalan transparan dan menghasilkan manfaat strategis. Kedatangan kapal tersebut dinilai harus diikuti kebijakan yang memastikan proses alih teknologi, pelatihan, serta pengembangan industri nasional benar-benar terlaksana.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
writer6
TENTANG PENULIS writer6

Bacaan Terkait

Comments (0)

User