Application Name Application Name

Patokan

Kategori 9

KORSEL — Pendiri Smilegate Diputus Bayar Pesangon Cerai Rp23 Triliun

Dunia industri gim internasional diguncang oleh keputusan hukum bersejarah dari Pengadilan Keluarga Seoul, Korea Selatan. Pendiri sekaligus pemilik raksasa

KORSEL — Pendiri Smilegate Diputus Bayar Pesangon Cerai Rp23 Triliun

Dunia industri gim internasional diguncang oleh keputusan hukum bersejarah dari Pengadilan Keluarga Seoul, Korea Selatan. Pendiri sekaligus pemilik raksasa gim Smilegate, Kwon Hyuk-bin, resmi diperintahkan untuk menyerahkan sebagian besar kekayaannya kepada mantan istrinya dalam salah satu putusan pembagian harta gana-gini terbesar yang pernah dicatat dalam sejarah Asia. Keputusan ini mempertegas tren baru di ranah hukum keluarga Korea Selatan yang semakin mengakui kontribusi signifikan pasangan dalam membangun imperium bisnis dari nol.

Berdasarkan amaran putusan majelis hakim, konglomerat teknologi berusia 50 tahun tersebut diwajibkan mengalihkan 35 persen saham Smilegate Holdings milik perusahaannya kepada mantan istrinya. Selain pengalihan aset berupa saham yang diperkirakan bernilai USD 1,45 miliar (sekitar Rp22,7 triliun), pengadilan juga menginstruksikan pembayar tunai sebesar USD 49 juta (sekitar Rp766 miliar). Jika ditotal, nilai keseluruhan paket perceraian ini menembus angka fantastis USD 1,5 miliar atau setara Rp23,5 triliun.

Kontribusi Historis dan Jejak Pendirian Smilegate

Keputusan pengadilan untuk membagi porsi saham hingga 35 persen bukanlah tanpa alasan. Majelis hakim menyoroti bahwa mantan istri Kwon—yang dikenal dengan nama keluarga Lee—bukan sekadar pendamping hidup, melainkan sosok kunci pada era awal berdirinya perusahaan. Saat Smilegate didirikan pada tahun 2002, Lee menjabat sebagai direktur dan ikut menanggung beban finansial awal perusahaan di tengah ketidakpastian industri gim lokal saat itu.

Smilegate kemudian tumbuh pesat menjadi entitas konglomerasi gim terbesar ketiga di Korea Selatan, di belakang Nexon dan Netmarble. Portofolio utamanya mencakup gim tembak-menembak bergenre first-person shooter (FPS) ikonik CrossFire yang menjadi fenomena global dengan ratusan juta pemain di kawasan Asia dan Tiongkok, serta gim MMORPG populer Lost Ark. Kesuksesan finansial kedua judul gim ini melontarkan kekayaan bersih Kwon hingga diperkirakan mencapai USD 3,5 miliar hingga USD 4 miliar sebelum pembacaan putusan cerai.

"Pengadilan memberikan bobot substansial pada fakta bahwa aset yang disengketakan dibangun secara bersama-sama selama masa pernikahan. Mantan istri tidak hanya memberikan dukungan domestik, tetapi juga berkontribusi secara langsung pada pembentukan pondasi kelembagaan Smilegate pada masa-masa krusial awal berdirinya," ujar pakar hukum bisnis dari Seoul National University dalam analisisnya mengenai putusan tersebut.

Rincian Pembagian Aset dan Nilai Kepemilikan

Untuk memahami besarnya skala pembagian harta gana-gini ini, berikut adalah rincian pembagian kekayaan yang diputuskan oleh Pengadilan Keluarga Seoul:

Komponen Aset Nilai / Porsi Pembagian Estimasi Nilai (IDR)
Saham Smilegate Holdings 35% dari total kepemilikan Kwon ~ Rp22.700.000.000.000
Kompensasi Tunai USD 49 Juta ~ Rp766.000.000.000
Total Nilai Putusan USD 1,5 Miliar ~ Rp23.466.000.000.000

Pengalihan saham dalam porsi besar ini diprediksi dapat merubah dinamika tata kelola internal Smilegate Holdings. Meskipun Kwon Hyuk-bin diperkirakan masih memegang kendali mayoritas kepemilikan operasional, kehadiran mantan istrinya sebagai pemegang saham pemangku porsi 35 persen memunculkan preseden baru bagi perusahaan swasta non-terbuka di Negeri Ginseng tersebut.

Yurisprudensi Baru bagi Konglomerat Teknologi Korea Selatan

Gugatan perceraian ini telah berlangsung sejak akhir 2022 ketika Lee mengajukan permohonan pembagian harta atas dasar perpisahan yang tak lagi dapat didamaikan. Kasus Smilegate ini menjadi sorotan tajam publik Korea Selatan karena menantang tradisi lama hukum perceraian chaebol (konglomerat keluarga tradisional), di mana harta pendiri kerap dianggap sebagai warisan atau hasil kerja individu yang tak terbagi.

Kemenangan hukum bagi Lee menegaskan norma hukum modern: keberhasilan startup hingga menjadi raksasa industri merupakan hasil dedikasi bersama pasangan suami-istri. Kasus ini menyusul pembagian harta spektakuler lainnya yang melibatkan pimpinan SK Group, Chey Tae-won, sekaligus memperkuat kesadaran baru di ranah korporasi Korea Selatan mengenai kesetaraan hak kekayaan dalam ikatan pernikahan.

Pihak tim kuasa hukum Kwon diprakirakan akan mempertimbangkan langkah banding ke Pengadilan Tinggi Seoul. Namun demikian, sinyal teguh yang dikirimkan oleh majelis hakim memberikan pesan transparan kepada para eksekutif industri teknologi bahwa kontribusi non-materi dan dukungan masa awal usaha memiliki nilai ekonomi konkret di mata hukum modern.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
writer3
TENTANG PENULIS writer3

Bacaan Terkait

Comments (0)

User