Komunitas Pajero One Jatim Minta Maaf Usai Konvoi Menuai Keluhan

Rangkaian aksi konvoi kendaraan Mitsubishi Pajero di ruas jalan tol wilayah Jawa Timur mendadak menjadi sorotan tajam publik. Pasalnya, iring-iringan mobil SUV tersebut dituding melakukan penguasaan l...

Jul 28, 2026 - 03:09
0 0
Komunitas Pajero One Jatim Minta Maaf Usai Konvoi Menuai Keluhan

Rangkaian aksi konvoi kendaraan Mitsubishi Pajero di ruas jalan tol wilayah Jawa Timur mendadak menjadi sorotan tajam publik. Pasalnya, iring-iringan mobil SUV tersebut dituding melakukan penguasaan lajur kanan secara tidak wajar serta menunjukkan perilaku mengemudi yang dinilai agresif oleh sesama pengguna jalan. Insiden yang terjadi pada akhir pekan lalu ini dengan cepat memicu gelombang kemarahan di media sosial setelah sejumlah rekaman video amatir beredar luas.

Dalam video yang diunggah ke berbagai platform, terlihat puluhan unit Pajero berjajar rapi di lajur kanan tol dengan kecepatan rendah, sementara kendaraan lain tampak kesulitan mendahului. Klakson panjang dari pengemudi yang frustasi saling bersahutan. Sejumlah saksi mata melaporkan bahwa konvoi tersebut bahkan berlangsung selama lebih dari satu jam, membuat arus lalu lintas di belakangnya mengular hingga beberapa kilometer. “Saya terjebak hampir 20 menit. Saya klakson berkali-kali, tapi mereka seperti tidak peduli. Padahal saya ada janji medis di Surabaya,” tutur Dian Purnama, salah satu pengemudi yang terhambat.

Menyikapi reaksi keras publik, Komunitas Pajero One Jatim yang diketahui menjadi penyelenggara konvoi itu segera mengambil langkah klarifikasi. Melalui siaran pers yang diterima pada hari Minggu (26/7/2026), mereka menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. “Kami sepenuhnya sadar bahwa kegiatan kami telah menimbulkan ketidaknyamanan dan berpotensi membahayakan pengguna jalan lain. Untuk itu, Komunitas Pajero One Jatim dengan tulus meminta maaf kepada seluruh masyarakat, khususnya mereka yang terkena dampak langsung,” begitu bunyi pernyataan yang ditandatangani oleh Ketua Umum komunitas tersebut.

Kronologi dan Penjelasan Komunitas

Menurut keterangan resmi komunitas, konvoi ini merupakan agenda temu anggota tahunan yang diikuti oleh sekitar 150 kendaraan dari berbagai daerah di Jawa Timur. Rute yang diambil meliputi Tol Surabaya-Mojokerto hingga kawasan Malang. Pihak panitia menjelaskan bahwa mereka telah berupaya mengatur formasi dengan menempatkan mobil komando di depan dan belakang untuk menjaga jarak dan ketertiban. Namun, kondisi jalan tol yang hanya memiliki dua lajur di beberapa segmen, ditambah dengan volume lalu lintas yang padat, membuat rombongan tidak selalu bisa segera beralih ke lajur kiri setelah mendahului.

Seorang pengurus yang enggan disebutkan namanya mengakui adanya kekurangan dalam pengelolaan konvoi. “Kami akui evaluasi internal kami kurang maksimal. Mestinya ada protokol lebih ketat agar konvoi tidak memonopoli lajur kanan. Jika sampai ada anggota yang mengemudi ugal-ugalan, itu jelas pelanggaran dan akan kami tindak tegas,” ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa tidak ada instruksi untuk mengabaikan kendaraan lain atau sengaja menghalangi laju.

Aturan dan Sanksi Berlaku

Pakar hukum lalu lintas dari Universitas Airlangga, Dr. Rina Anggraini, menjelaskan bahwa peraturan di Indonesia sangat jelas mengatur penggunaan lajur di jalan tol. Mengacu pada Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan serta Peraturan Pemerintah terkait, lajur kanan hanya boleh digunakan untuk mendahului. Kendaraan yang berjalan lambat wajib berada di lajur kiri. “Ketika sebuah konvoi mengklaim lajur kanan dalam waktu lama, itu bisa dikategorikan sebagai tindakan menghalangi arus lalu lintas yang melanggar Pasal 274 ayat (1) UU LLAJ, dengan ancaman pidana kurungan atau denda,” tegasnya.

Senada dengan itu, Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Timur, Komisaris Besar Hendro Prasetyo, menyatakan akan memanggil pimpinan komunitas untuk dimintai keterangan. Ia juga mengingatkan bahwa polisi berhak memberikan sanksi tilang terhadap pengemudi yang terbukti menguasai lajur kanan tanpa alasan yang dibenarkan. “Kami akan mempelajari rekaman video yang beredar. Jika ditemukan unsur pelanggaran, tidak menutup kemungkinan kami terapkan sanksi sesuai ketentuan,” katanya dalam jumpa pers di Surabaya.

Respons Pengelola Tol dan Tindak Lanjut

Pihak PT Jasa Marga Tollroad Operator selaku operator ruas tol yang dilintasi turut angkat bicara. Public Relation Manager wilayah timur, Ari Wibowo, menyampaikan bahwa setiap kegiatan konvoi berskala besar sepatutnya dilaporkan terlebih dahulu kepada pengelola tol agar dapat difasilitasi pengawalan atau pengaturan lalu lintas khusus. “Kami tidak melarang konvoi, selama dilakukan dengan tertib dan tidak mengganggu pengguna lain. Ke depan, kami akan memperketat koordinasi dengan komunitas otomotif dan kepolisian untuk mencegah kejadian serupa,” jelasnya.

Jasa Marga juga berencana memasang papan peringatan tambahan di titik-titik strategis tentang kewajiban menggunakan lajur kiri bagi kendaraan lambat. Selain itu, patroli mobile akan ditingkatkan secara periodik, terutama di akhir pekan saat masyarakat kerap melakukan perjalanan wisata.

Pelajaran bagi Komunitas Otomotif

Kasus ini memantik diskusi lebih luas tentang tanggung jawab komunitas otomotif ketika menggelar kegiatan di ruang publik. Antusiasme dan solidaritas anggota tidak boleh menodai hak mendasar pengguna jalan lain. Sejumlah komunitas sejenis pun menyatakan akan mengevaluasi prosedur konvoi masing-masing agar tidak meniru kesalahan yang sama.

Komunitas Pajero One Jatim berjanji akan melakukan perbaikan internal menyeluruh. Di antaranya dengan menyusun panduan keselamatan konvoi, menggelar briefing wajib sebelum keberangkatan, serta menugaskan marshall yang bertugas memastikan rombongan tetap di lajur kiri setelah mendahului. “Kami akan jadikan kejadian ini sebagai pelajaran berharga. Kami ingin menunjukkan bahwa komunitas kami bertanggung jawab dan menjunjung tinggi keselamatan bersama,” ungkap Ketua Komunitas.

Masyarakat pun diimbau untuk segera melaporkan kepada call center jalan tol atau kepolisian jika menemui aksi serupa yang membahayakan. Dengan sinergi antara pengguna jalan, komunitas, dan otoritas, diharapkan tercipta budaya berkendara yang aman dan saling menghormati di jalan tol Indonesia. Permintaan maaf yang sudah disampaikan menjadi awal yang baik, namun konsistensi dalam bertindak akan jauh lebih menentukan untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User