Kemensos Tawarkan Sekolah Rakyat untuk Anak Terduga Pencuri Ayam di Bali

Kementerian Sosial (Kemensos) bergerak cepat menanggapi kasus penganiayaan terhadap seorang anak berinisial KD yang diduga mencuri ayam di Bali dengan menawarkan paket pendidikan gratis di Sekolah Rak...

Jul 28, 2026 - 09:46
0 0
Kemensos Tawarkan Sekolah Rakyat untuk Anak Terduga Pencuri Ayam di Bali

Kementerian Sosial (Kemensos) bergerak cepat menanggapi kasus penganiayaan terhadap seorang anak berinisial KD yang diduga mencuri ayam di Bali dengan menawarkan paket pendidikan gratis di Sekolah Rakyat. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam melindungi hak anak serta mencegah terulangnya aksi main hakim sendiri di masyarakat.

Kronologi Penganiayaan Anak di Bali

Insiden memilukan itu terjadi di sebuah desa di Kabupaten Karangasem, Bali, pada pekan lalu. KD, seorang anak laki-laki berusia 12 tahun, diduga mengambil seekor ayam milik warga setempat. Sayangnya, aksi tersebut justru direspons dengan tindakan kekerasan oleh sejumlah orang. Bocah tersebut dikeroyok hingga mengalami luka-luka serius di sekujur tubuhnya. Kejadian ini merekam dan tersebar luas di media sosial, memicu kecaman publik terhadap budaya vigilante yang menempatkan anak sebagai sasaran.

Pihak keluarga KD awalnya tidak berani melaporkan tindak kekerasan ini karena khawatir akan tekanan dari lingkungan sekitar. Namun, setelah video tersebut viral, aparat kepolisian setempat turun tangan dan mengamankan beberapa terduga pelaku pengeroyokan. Kasus ini kini ditangani oleh Polres Karangasem, sementara KD telah mendapatkan perawatan medis di puskesmas terdekat.

Penawaran Sekolah Rakyat dan Dukungan Komprehensif

Mendengar adanya kasus tersebut, Kemensos segera mengirim tim reaksi cepat untuk berkoordinasi dengan dinas sosial setempat dan mendatangi langsung keluarga KD. Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa negara akan hadir memberikan perlindungan dan kesempatan baru bagi anak yang terlanjur menjadi korban. "Kami sudah siapkan tempat khusus di salah satu Sekolah Rakyat kami untuk KD. Di sana ia akan mendapatkan pendidikan yang layak, pengasuhan intensif, serta kebutuhan nutrisi yang terjamin," ujar Mensos Gus Ipul, sapaan akrabnya.

Sekolah Rakyat merupakan program unggulan Kemensos yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera, korban kekerasan, putus sekolah, atau mereka yang berisiko kehilangan masa depan akibat kemiskinan ekstrem. Lewat pendekatan asrama, para siswa tidak hanya belajar akademik, tetapi juga pembinaan karakter dan keterampilan vokasional. Seluruh biaya pendidikan, makan, pakaian seragam, hingga kebutuhan harian ditanggung penuh oleh negara.

Tak hanya jaminan pendidikan, Mensos juga memastikan bahwa keluarga KD akan menerima pendampingan psikososial secara intensif. Psikolog dari Kementerian Sosial akan membantu KD dan keluarganya memulihkan trauma akibat pengalaman pahit tersebut. Sesi konseling akan dilakukan secara berkala dengan pendekatan ramah anak. "Kita ingin memastikan anak ini tidak tumbuh dengan dendam atau rasa rendah diri. Justru, ia harus menjadi pribadi yang tangguh dan percaya diri," terang Mensos.

Selain itu, Kemensos langsung memasukkan keluarga KD ke dalam basis Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sehingga mereka berhak menerima bantuan sosial reguler, seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan pangan nontunai. Bantuan ekonomi ini diharapkan mampu mengurangi beban hidup keluarga yang tinggal di gubuk sederhana dengan penghasilan harian yang tidak menentu. Mensos juga menginstruksikan pendamping PKH setempat untuk memonitor perkembangan keluarga ini secara berkelanjutan.

Pentingnya Penghentian Kekerasan terhadap Anak

Kasus yang menimpa KD sekaligus menjadi alarm bagi semua pihak bahwa praktik penghakiman massa terhadap anak masih terjadi dan perlu dihentikan. Mensos mengingatkan bahwa tindakan main hakim sendiri adalah pelanggaran hukum yang serius, apalagi jika korbannya adalah anak di bawah umur. Pemerintah melalui Kemensos, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta kepolisian terus mengkampanyekan perlindungan anak dan penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku kekerasan.

"Tidak ada satu pun anak yang pantas diperlakukan seperti itu, apa pun kesalahannya. Kita harus mengedepankan pendekatan restorative justice yang mendidik, bukan kekerasan," tegas Mensos. Ia juga berharap agar masyarakat lebih sadar untuk melaporkan setiap dugaan tindak pidana, termasuk pencurian kecil, kepada aparat penegak hukum, bukannya menyelesaikan sendiri dengan cara yang biadab.

Harapan Baru untuk KD dan Keluarga

Saat ini KD masih dalam masa pemulihan fisik dan psikis. Pihak keluarga menyambut baik tawaran dari Kemensos dan menyatakan siap bekerja sama agar anak mereka dapat meraih masa depan yang lebih baik. Sang ibu, yang sehari-hari bekerja sebagai buruh cuci, mengaku terharu karena pemerintah memberikan perhatian khusus kepada anaknya. "Saya hanya ingin anak saya sekolah dan tidak seperti kami, hidup susah terus. Mudah-mudahan program ini jadi jalan keluar," ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

Dengan adanya intervensi total dari Kemensos, diharapkan KD bisa segera bangkit dari keterpurukan dan memiliki kehidupan yang layak. Program Sekolah Rakyat diyakini menjadi jembatan emas bagi anak-anak Indonesia yang terpinggirkan untuk mengubah nasib mereka sendiri, sekaligus menjadi bukti bahwa negara tidak pernah abai terhadap warganya yang paling rentan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User