Kecelakaan Kapal di Selayar, 6 Penumpang Berhasil Dievakuasi
Sebuah insiden maritim terjadi di perairan Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, ketika kapal motor penumpang KLM Nurul Salsa mengalami kecelakaan saat mengarungi laut yang tengah dilanda cuaca buruk. ...
Sebuah insiden maritim terjadi di perairan Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, ketika kapal motor penumpang KLM Nurul Salsa mengalami kecelakaan saat mengarungi laut yang tengah dilanda cuaca buruk. Kapal tersebut mengangkut 46 penumpang beserta sejumlah awak kapal dalam pelayaran antar pulau. Hingga berita ini diturunkan, tim Search and Rescue (SAR) gabungan telah berhasil mengevakuasi enam orang penumpang, sementara pencarian terhadap puluhan lainnya terus dilakukan di tengah gelombang tinggi dan angin kencang.
Peristiwa nahas itu dilaporkan pertama kali oleh masyarakat pesisir yang mendengar sinyal darurat dari kapal. Basarnas setempat segera mengerahkan personel dan peralatan, termasuk kapal cepat dan tim penyelam, menuju lokasi kejadian. Kepala Kantor SAR Makassar dalam keterangan pers menyebutkan bahwa evakuasi awal terfokus pada penumpang yang berhasil ditemukan terapung atau terdampar di sekitar perairan. Namun, kondisi cuaca yang ekstrem menjadi kendala utama, memperlambat proses pencarian dan penyelamatan.
Kronologi Kecelakaan
KLM Nurul Salsa dilaporkan berangkat dari Pelabuhan Bira menuju Kepulauan Selayar pada pagi hari. Sekitar pukul 14.00 WITA, kapal kehilangan kontak setelah diterjang gelombang setinggi lebih dari tiga meter. Sejumlah nelayan yang berada di sekitar lokasi mengaku mendengar suara benturan keras sebelum kapal hilang dari radar. Dugaan sementara, kapal mengalami kebocoran akibat hantaman ombak dan akhirnya oleng, lalu tenggelam sebagian. Tim SAR masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan.
Data manifest menunjukkan total 46 penumpang, termasuk tiga anak-anak dan dua lansia. Belum ada keterangan resmi mengenai korban jiwa, namun enam penumpang yang berhasil dievakuasi dilaporkan dalam kondisi selamat meskipun mengalami hipotermia ringan dan luka-luka. Mereka kini mendapat perawatan di Puskesmas terdekat. Sementara itu, proses identifikasi penumpang lainnya masih berlangsung dengan mengacu pada dokumen perjalanan yang tersisa.
Evakuasi Terhambat Cuaca Buruk
Cuaca buruk yang melanda perairan Selayar sejak beberapa hari terakhir menjadi tantangan terbesar bagi tim penyelamat. Gelombang tinggi mencapai 4 meter, disertai angin kencang dan hujan deras, memaksa tim SAR untuk menghentikan operasi penyelamatan pada malam hari. Kepala Pos SAR Selayar menyatakan bahwa prioritas saat ini adalah menjangkau titik-titik yang diduga menjadi lokasi terakhir kapal sebelum tenggelam. “Kami terus berupaya maksimal, namun keselamatan tim penyelamat juga harus diutamakan,” ujarnya.
Helikopter dari TNI AU turut diterjunkan untuk melakukan pemantauan udara, namun jarak pandang yang terbatas akibat kabut dan hujan membuat operasi udara belum optimal. Di sisi lain, kapal-kapal nelayan setempat ikut membantu pencarian secara sukarela. Masyarakat pesisir juga diminta melaporkan jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban atau puing kapal di sekitar pantai.
Nasib 40 Penumpang Masih Misteri
Hingga berita ini ditulis, 40 penumpang lainnya masih belum ditemukan. Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, Polairud, TNI AL, dan relawan terus memperluas radius pencarian. “Kami berharap masih ada yang selamat, tetapi waktu menjadi faktor kritis,” ungkap Koordinator Lapangan Basarnas. Pencarian difokuskan di area sekitar koordinat terakhir kapal, sekitar 12 mil laut dari Pantai Tanjung Bira. Tim penyelam juga dikerahkan untuk memeriksa kemungkinan keberadaan korban di dalam bangkai kapal.
Pemerintah daerah setempat telah mendirikan posko darurat di Kantor Camat Bontosunggu untuk memfasilitasi keluarga penumpang yang menunggu informasi. Suasana haru menyelimuti posko, dengan puluhan keluarga berdoa dan berharap sanak saudara mereka selamat. Bupati Kepulauan Selayar dalam kunjungannya ke posko menyampaikan dukungan moral dan memastikan seluruh sumber daya dikerahkan untuk percepatan evakuasi.
Imbauan dan Langkah Selanjutnya
Insiden ini kembali menyoroti pentingnya keselamatan pelayaran di wilayah yang rawan cuaca ekstrem. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di perairan Selayar hingga beberapa hari ke depan. Otoritas pelabuhan setempat mengimbau semua kapal untuk tidak memaksakan diri berlayar dalam kondisi cuaca buruk. Sementara itu, proses investigasi penyebab kecelakaan akan dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) setelah operasi pencarian selesai.
Masyarakat dan keluarga korban berharap tim SAR dapat menemukan lebih banyak penumpang selamat. Setiap informasi dari warga sangat berarti bagi upaya penyelamatan. Operasi pencarian akan terus dilakukan tanpa henti selama kondisi memungkinkan, dengan harapan bahwa berita baik masih bisa diperoleh dari perairan Selayar yang ganas itu.
Comments (0)