Kasus Pembunuhan Remaja 14 Tahun: Penyanyi d4vd Didakwa Sembunyikan Jasad Selama Berbulan-bulan
Jakarta, Patokan.com — Jaksa penuntut mengungkapkan serangkaian tuduhan baru yang mencekam dalam kasus pembunuhan yang menjerat penyanyi muda berbakat, d4v
Jakarta, Patokan.com — Jaksa penuntut mengungkapkan serangkaian tuduhan baru yang mencekam dalam kasus pembunuhan yang menjerat penyanyi muda berbakat, d4vd. Berdasarkan dokumen pengadilan yang dirilis pada Selasa (15/4/2025), penyanyi berusia 21 tahun itu disebut terlibat dalam perencanaan pembunuhan terhadap remaja perempuan berusia 14 tahun, Celeste Rivas Hernandez, sebelum akhirnya menyembunyikan jasad korban di dalam mobilnya selama berbulan-bulan.
"Kami memiliki bukti yang menunjukkan bahwa terdakwa terlibat dalam pertengkaran sengit dengan korban pada malam kejadian, dan setelah itu, korban tidak pernah terlihat lagi," ujar Jaksa Wilayah Los Angeles, Marcus Chen, dalam konferensi pers yang digelar di luar gedung pengadilan. "Ini bukan kasus yang muncul tiba-tiba, melainkan hasil penyelidikan panjang yang melibatkan analisis digital dan forensik."## Kronologi Dugaan Pembunuhan yang Mengejutkan Menurut berkas dakwaan yang diajukan ke Pengadilan Tinggi Los Angeles, peristiwa berdarah itu terjadi pada akhir April 2025. d4vd—yang nama aslinya David Osei—dituding terlibat dalam pertengkaran hebat dengan Celeste di kediaman penyanyi tersebut di kawasan Encino, California. Pertengkaran yang dipicu oleh perselisihan pribadi itu dilaporkan berubah menjadi kekerasan fatal. Jaksa menduga setelah insiden tersebut, d4vd tidak hanya menghilangkan nyawa korban, tetapi juga melakukan tindakan mutilasi untuk mempersulit identifikasi. Bagian tubuh Celeste kemudian diduga disembunyikan di dalam bagasi Tesla milik terdakwa. Fakta kunci: Jasad korban baru ditemukan pada September 2025 setelah pihak keluarga melaporkan Celeste hilang pada awal Mei 2025. Selama periode itu, d4vd diketahui masih aktif tampil di berbagai panggung musik, termasuk konser di New York dan Chicago. ## Bantahan Keras dari Tim Kuasa Hukum Di tengah tekanan publik yang semakin besar, tim kuasa hukum d4vd dengan tegas membantah seluruh tuduhan tersebut. Pengacara terkenal, Rachel Goldstein, yang mewakili penyanyi itu, menyatakan bahwa kliennya tidak bersalah dan bukti yang diajukan jaksa masih lemah.
"David tidak pernah membunuh Celeste, dan dia juga tidak menyebabkan kematiannya. Kami memiliki alibi yang kuat dan akan membuktikannya di persidangan," tegas Goldstein dalam pernyataan resmi. "Kami meminta publik untuk tidak menghakimi sebelum seluruh fakta terungkap di ruang sidang."d4vd sendiri telah mengajukan pleidoi tidak bersalah atas seluruh dakwaan, termasuk pembunuhan tingkat satu, perusakan barang bukti, dan penyembunyian jenazah. Sidang perdana dijadwalkan berlangsung pada 12 November 2025, dan penyanyi itu ditahan tanpa jaminan mengingat beratnya tuduhan yang dihadapinya. ## Dampak pada Karier Musik dan Publik Kabar ini mengguncang industri musik, terutama karena d4vd tengah berada di puncak popularitas. Penyanyi yang dikenal lewat hits "Here With Me" dan "Romantic Homicide" itu baru saja merampungkan tur dunia dan dinominasikan dalam tiga kategori di ajang penghargaan musik bergengsi. Label rekamannya, Darkroom Records, telah mengumumkan penghentian semua promosi dan perilisan materi baru untuk menghormati proses hukum.
"Ini adalah tragedi yang memilukan. Kami berduka atas kehilangan Celeste dan keluarganya. Kami juga menghentikan semua aktivitas komersial yang melibatkan David hingga proses hukum selesai," ujar juru bicara label dalam keterangan singkat.Sementara itu, keluarga Celeste Rivas Hernandez melalui pengacara mereka menyampaikan rasa syukur atas perkembangan kasus ini. Mereka berharap keadilan segera ditegakkan.
"Kami kehilangan anak kami dengan cara yang paling mengerikan. Kami percaya pada proses hukum dan berharap pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal," kata Maria Hernandez, ibu korban, dengan suara bergetar.## Analisis Ahli Hukum Pidana Profesor hukum pidana dari Universitas California, Dr. Alan Whitmore, menilai kasus ini memiliki kompleksitas tinggi, terutama dari sisi pembuktian. Menurutnya, jaksa harus menunjukkan bukti yang tak terbantahkan untuk menguatkan tuduhan pembunuhan berencana.
"Faktor waktu penyembunyian jasad selama berbulan-bulan menjadi sangat memberatkan. Namun, jaksa juga harus membuktikan adanya niat atau perencanaan sebelumnya. Jika tidak, dakwaan bisa turun ke pembunuhan tidak berencana," jelas Whitmore. "Kasus ini akan menjadi ujian besar bagi sistem peradilan pidana California."Para pengamat juga menyoroti penggunaan bukti digital, termasuk rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian dan data navigasi Tesla milik terdakwa, yang diduga menunjukkan pergerakan kendaraan pada malam kejadian. Jaksa meyakini data tersebut dapat menjadi senjata utama dalam persidangan. ## Masa Depan yang Suram Bagi d4vd, kasus ini hampir dipastikan mengakhiri karier musiknya yang sempat bersinar. Para promotor konser telah membatalkan jadwal penampilannya hingga tahun depan, dan sejumlah merek dagang telah mencabut kontrak endorsement. Meskipun ia masih berstatus tidak bersalah di mata hukum, opini publik telah menjatuhkan vonisnya sendiri.
"Ini adalah kejatuhan paling cepat yang pernah saya saksikan dalam industri musik," komentar seorang kritikus musik senior. "Dari puncak ketenaran, langsung terjerembab ke jurang kehancuran."Persidangan d4vd diperkirakan akan berlangsung berbulan-bulan, dengan puluhan saksi yang akan dihadirkan. Publik menanti dengan napas tertahan, berharap kebenaran segera terungkap di balik tragedi yang merenggut nyawa seorang remaja belia. Sementara itu, pihak kepolisian Los Angeles mengimbau masyarakat yang memiliki informasi tambahan untuk segera melapor. Kasus ini menjadi pengingat kelam bahwa di balik gemerlap dunia hiburan, selalu ada sisi gelap yang tak terduga. --- [SOCIAL_TWEET]: "Mengejutkan! Penyanyi d4vd didakwa bunuh remaja 14 tahun & sembunyikan jasad di Tesla selama berbulan-bulan. Sidang perdana 12 November. #d4vd #KasusPembunuhan" [SOCIAL_TG]: "BREAKING: Jaksa ungkap tuduhan baru terhadap d4vd—pembunuhan berencana, mutilasi, dan penyembunyian jasad. Penyanyi itu tetap menyatakan tidak bersalah. Detail lengkap di Patokan.com."
Comments (0)