Application Name Application Name

Patokan

Sumatera Barat

Karhutla Suaka Margasatwa Padang Sugihan Hanguskan 2.300 Hektare Lahan Gambut

BANYUASIN — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan konservasi Suaka Margasatwa (SM) Padang Sugihan, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selata

Karhutla Suaka Margasatwa Padang Sugihan Hanguskan 2.300 Hektare Lahan Gambut

BANYUASIN — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan konservasi Suaka Margasatwa (SM) Padang Sugihan, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, hingga kini masih terus berlangsung. Berdasarkan data pemantauan tim gabungan di lapangan, luasan area gambut yang hangus terbakar telah mencapai lebih dari 2.300 hektare. Kondisi ini memicu kekhawatiran mendalam mengingat kawasan tersebut merupakan salah satu habitat alami paling krusial bagi populasi gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus).

Tim Satuan Tugas (Satgas) Pengendalian Karhutla yang terdiri dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan, Manggala Agni, BPBD, TNI, Polri, serta kelompok masyarakat peduli api terus berjibaku memadamkan titik api yang menyebar di beberapa petak kawasan konservasi.

Kronologi dan Perkembangan Kebakaran di Padang Sugihan

Karakteristik lahan gambut yang tebal dan kondisi kekeringan ekstrem mempercepat laju perambatan api di bentang lanskap Padang Sugihan. Berikut adalah catatan kronologis eskalasi kebakaran di lapangan:

  1. Deteksi Titik Panas Pertama: Citra satelit dan pantauan udara mendeteksi kemunculan anomali suhu di bagian selatan kawasan suaka margasatwa pada awal musim kemarau, yang dengan cepat meluas akibat terpaan angin kencang.
  2. Perambatan Bawah Permukaan: Api menjalar ke lapisan gambut dalam (*ground fire*), memicu kepulan asap pekat putih yang membubung dan menyulitkan identifikasi batas luar titik bakar secara visual.
  3. Lonjakan Luasan Area Terdampak: Dalam hitungan hari, api merambat melintasi kanal-kanal kering hingga luasan areal yang terbakar terakumulasi melampaui 2.300 hektare.
  4. Mobilisasi Operasi Terpadu: Pengerahan helikopter water bombing oleh BNPB diintensifkan guna mendukung pemadaman regu darat yang terhambat kendala aksesibilitas geografis.
"Karakteristik gambut di SM Padang Sugihan membuat pemadaman tidak bisa sekadar menyiram bagian atas. Api terus merayap di kedalaman 1 hingga 2 meter di bawah permukaan, sehingga proses pendinginan atau mopping up memerlukan volume air yang sangat masif," ungkap salah seorang petugas satgas lapangan.

Ancaman Serius terhadap Habitat Gajah Sumatera

Suaka Margasatwa Padang Sugihan memiliki fungsi strategis sebagai kantong habitat dan koridor jelajah gajah sumatera di lanskap dataran rendah pantai timur Sumatra Selatan. Kebakaran yang terus meluas tidak hanya merusak vegetasi pakan alami, tetapi juga memicu potensi konflik antara satwa liar dan manusia apabila kawanan gajah terdesak keluar dari batas kawasan lindung untuk menghindari kobaran api dan kepulan asap.

BKSDA bersama mitra konservasi terus memantau pergerakan kelompok gajah liar menggunakan pemancar GPS collar dan patroli intensif guna memastikan satwa-satwa tersebut tidak bergerak menuju permukiman warga atau perkebunan produktif di sekitar batas suaka margasatwa.

Kendala Operasional dan Strategi Penanganan

Upaya pemadaman api di kawasan rawa gambut Padang Sugihan menghadapi beragam rintangan teknis yang cukup berat di lapangan:

  • Sumber Air Mengering: Kanal-kanal primer dan sekunder di sekitar area konsesi maupun zona penyangga mengalami penurunan debit air drastis akibat kemarau panjang.
  • Medan Sulit Ditembus: Jalur darat yang berlumpur dan tertutup pakis rawa menyulitkan pengangkutan pompa air portabel serta selang bertekanan tinggi menuju kepala api (*head fire*).
  • Cuaca dan Arah Angin: Fluktuasi kecepatan angin yang tinggi pada siang hari kerap menyalakan kembali bara api yang sebelumnya telah berstatus padam.

Guna mencegah kebakaran semakin meluas, tim satgas terus membuat sekat bakar (*firebreak*) basah di sepanjang titik kritis serta mengoptimalkan operasi pembasahan lahan melalui teknologi modifikasi cuaca (TMC) dan pemboman air secara kontinu dari udara.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
writer3
TENTANG PENULIS writer3

Bacaan Terkait

Comments (0)

User