Kapolres Tangsel Pastikan Kasat Narkoba Diperiksa Sebagai Saksi

Kepolisian Resor Tangerang Selatan menegaskan bahwa Kepala Satuan Reserse Narkoba, AKP Pardiman, sama sekali tidak menjadi tersangka dalam pengungkapan jaringan penyalahgunaan etomidate. Ia hanya dimi...

Jul 28, 2026 - 10:13
0 0
Kapolres Tangsel Pastikan Kasat Narkoba Diperiksa Sebagai Saksi

Kepolisian Resor Tangerang Selatan menegaskan bahwa Kepala Satuan Reserse Narkoba, AKP Pardiman, sama sekali tidak menjadi tersangka dalam pengungkapan jaringan penyalahgunaan etomidate. Ia hanya dimintai keterangan sebagai saksi.

Klarifikasi Pimpinan

Kapolres Tangerang Selatan secara resmi menyampaikan penjelasan ini untuk meredakan spekulasi yang berkembang di masyarakat. Menurutnya, pemeriksaan terhadap seorang perwira bukanlah indikasi keterlibatan pidana, melainkan bagian dari prosedur standar untuk menggali informasi. AKP Pardiman, yang memimpin langsung upaya pemberantasan narkoba di wilayah itu, selama ini dikenal memiliki integritas tinggi. Kehadirannya dalam proses klarifikasi justru dianggap wajar karena ia bertanggung jawab atas pengawasan di lapangan dan dapat memberikan gambaran tentang kronologi penemuan awal.

Pimpinan menjelaskan bahwa setiap kasus besar yang melibatkan zat baru seperti etomidate memerlukan pemetaan menyeluruh. Tim khusus telah dibentuk guna menelusuri asal-usul peredaran zat anestesi itu. Dalam kerangka itu, keterangan dari Kasat Narkoba sangat dibutuhkan, terutama karena ia sempat menerima laporan intelijen sebelum operasi penggerebekan dilancarkan. "Kami tidak ingin ada kesan bahwa anggota yang diperiksa otomatis bersalah. Klarifikasi ini penting agar masyarakat memahami perbedaan antara saksi dan tersangka," ujar Kapolres.

Duduk Perkara Etomidate

Etomidate merupakan obat bius yang digunakan dalam prosedur medis, namun belakangan disalahgunakan oleh kelompok-kelompok tertentu sebagai alternatif narkotika konvensional. Zat ini bekerja dengan cepat menekan sistem saraf pusat dan dapat menimbulkan efek euforia apabila dikonsumsi di luar pengawasan tenaga kesehatan. Di kalangan aparat, kemunculan etomidate menjadi tantangan baru karena regulasi pengawasannya belum seketat morfin atau psikotropika lain. Pengungkapan kasus ini bermula dari informasi warga tentang adanya pesta terselubung yang mencurigakan di sebuah apartemen di bilangan Serpong.

Setelah penyelidikan selama hampir dua pekan, tim gabungan berhasil menyita puluhan vial etomidate, alat suntik, serta barang bukti digital yang menunjukkan transaksi melalui media sosial. Delapan orang ditangkap di lokasi, empat di antaranya diduga sebagai pengedar. Dalam proses pengembangan, polisi membutuhkan keterangan dari banyak pihak, termasuk pengawas internal, guna memastikan tidak ada kebocoran informasi dari dalam institusi. AKP Pardiman, sebagai pimpinan satuan, menjadi salah satu narasumber yang dipanggil untuk dimintai klarifikasi, bukan karena ia dicurigai terlibat.

Transparansi dan Pengawasan Internal

Kapolres menekankan bahwa transparansi menjadi prinsip utama dalam penanganan perkara ini. Untuk menjaga kepercayaan publik, setiap tahap pemeriksaan dilakukan oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) secara objektif. Hasil sementara menunjukkan bahwa AKP Pardiman tidak memiliki hubungan pribadi dengan para tersangka, tidak pernah menerima aliran dana, dan justru mendorong anak buahnya untuk segera menindaklanjuti laporan. "Kami tidak akan menutup-nutupi jika memang ditemukan fakta sebaliknya. Namun sejauh ini, yang bersangkutan murni sebagai pemberi keterangan tambahan," tegasnya.

Masyarakat sempat dihebohkan dengan kabar bahwa seorang perwira diperiksa, sehingga muncul dugaan adanya keterlibatan polisi dalam sindikat. Kapolres memahami keresahan itu dan memastikan bahwa institusi Polri tidak akan mentoleransi pelanggaran oleh personelnya. Pemeriksaan ini justru membuktikan bahwa mekanisme kontrol berjalan dengan baik. "Tidak ada yang kebal hukum di sini, termasuk kami sendiri. Namun kita harus adil: status saksi bukanlah aib, melainkan bentuk kerja sama dalam mengungkap kejahatan," tambahnya.

Kinerja Satuan Narkoba Tetap Berjalan

Di tengah klarifikasi ini, operasi rutin Satresnarkoba Polres Tangerang Selatan tidak pernah berhenti. AKP Pardiman tetap memimpin penggerebekan terhadap beberapa tempat hiburan malam yang dicurigai menjadi lokasi transaksi narkotika. Dalam sebulan terakhir, satuan tersebut bahkan mencatatkan peningkatan jumlah barang bukti yang disita, menandakan bahwa fokus kerja tidak terganggu oleh pemeriksaan internal.

Beberapa anggota menyatakan bahwa Kasat Narkoba selalu menekankan pentingnya profesionalisme. Sejak awal bertugas, ia menolak segala bentuk kompromi dan menerapkan kebijakan "zero tolerance" terhadap penyalahgunaan narkotika di kalangan aparat. Fakta ini menjadi salah satu pertimbangan kuat bahwa kecil kemungkinan ia terseret dalam pusaran kasus ini. "Beliau kerap mengingatkan kami bahwa perang melawan narkoba bukan hanya soal menangkap pengedar, tapi juga membersihkan diri sendiri," tutur seorang personel yang enggan disebutkan namanya.

Perbedaan Saksi dan Tersangka

Kapolres merasa perlu memberikan edukasi singkat kepada publik terkait perbedaan mendasar antara saksi dan tersangka. Seseorang yang dipanggil sebagai saksi berarti ia diminta memberikan informasi yang diketahuinya untuk membantu proses penyidikan, tanpa dianggap melakukan tindak pidana. Sementara itu, tersangka adalah orang yang diduga kuat melakukan pelanggaran hukum berdasarkan bukti permulaan yang cukup. Dalam konteks AKP Pardiman, pemanggilan itu murni untuk menyempurnakan berkas penyidikan dan memastikan tidak ada celah informasi yang terlewat.

Penjelasan ini diharapkan dapat meluruskan persepsi keliru yang beredar di media sosial. Beberapa akun sempat mengunggah narasi bahwa seorang pejabat polisi diciduk karena terlibat, padahal tidak demikian adanya. Pihak Polres pun tengah berkoordinasi dengan kepolisian daerah untuk memastikan penanganan kasus ini berjalan sesuai prosedur dan tidak ada intervensi dari pihak mana pun.

Respons Masyarakat dan Harapan

Warga Tangerang Selatan mengapresiasi langkah cepat Kapolres yang langsung memberikan klarifikasi. "Kami sempat bingung karena banyak isu yang simpang siur. Dengan adanya penjelasan ini, kami jadi tenang," ujar Hendra, seorang tokoh pemuda di wilayah Ciputat. Ia berharap polisi tetap konsisten dalam memberantas narkotika, terutama karena etomidate bisa merusak generasi muda.

Di sisi lain, pemerhati kepolisian mengingatkan bahwa transparansi harus diimbangi dengan penegakan hukum yang tegas terhadap pihak mana pun yang terbukti bersalah. Kasus ini juga menjadi momentum untuk memperkuat sistem pengawasan internal di Polri sehingga tidak ada celah bagi oknum untuk bermain di belakang layar. Permintaan agar hasil pemeriksaan Propam disampaikan kepada publik secara berkala juga disuarakan sebagai bentuk akuntabilitas.

Langkah Selanjutnya

Polres Tangerang Selatan kini berkonsentrasi pada pengembangan lebih lanjut kasus etomidate tersebut. Penyidik tengah melakukan uji laboratorium terhadap sampel yang disita serta menelusuri jaringan pemasok hingga ke luar daerah. Keterangan dari AKP Pardiman dan saksi-saksi lain akan dihimpun untuk melengkapi pemberkasan sebelum dilimpahkan ke kejaksaan. Kapolres berjanji akan terus memberi informasi terbaru sepanjang tidak mengganggu proses penyidikan.

Dengan demikian, masyarakat diimbau untuk tidak terpancing isu yang belum terverifikasi. Klarifikasi ini menegaskan bahwa institusi Polri tetap berkomitmen menjalankan tugas secara profesional dan terbuka. Kasus ini justru menunjukkan bahwa tidak ada personel yang luput dari pengawasan, sehingga kepercayaan publik diharapkan tetap terjaga.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User