Kak Seto Apresiasi Polri Dekatkan Diri dengan Anak Lewat Kreativitas
Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Seto Mulyadi, menyampaikan pujian atas terselenggaranya kegiatan Apresiasi Kreasi Polri untuk Masyarakat. Sosok yang akrab disapa Kak Seto itu...
Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Seto Mulyadi, menyampaikan pujian atas terselenggaranya kegiatan Apresiasi Kreasi Polri untuk Masyarakat. Sosok yang akrab disapa Kak Seto itu menilai ajang tersebut menjadi bukti nyata kedekatan kepolisian dengan generasi muda, khususnya anak-anak, melalui pemberian penghargaan serta berbagai lomba yang mengasah kreativitas.
Menurut Kak Seto, kegiatan semacam ini memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar seremoni pemberian hadiah. Ia melihat ada upaya serius dari jajaran kepolisian untuk membuka ruang bagi anak-anak agar bisa mengekspresikan bakat dan potensi mereka dalam suasana yang menyenangkan. Pendekatan yang humanis seperti ini, lanjutnya, patut dicontoh dan diperluas ke berbagai daerah di Tanah Air.
Menghapus Citra Menakutkan, Polisi Jadi Sahabat Anak
Kak Seto menegaskan bahwa sosok polisi semestinya dipandang sebagai sahabat bagi anak-anak, bukan figur yang menakutkan. Ia kerap menemukan kebiasaan sebagian orang tua yang menakut-nakuti anaknya dengan ancaman akan dipanggilkan polisi ketika sang anak berbuat nakal. Kebiasaan tersebut, menurutnya, justru menanamkan rasa takut yang tidak perlu terhadap aparat penegak hukum sejak usia dini.
Melalui kegiatan yang melibatkan anak-anak secara langsung, kata dia, kepolisian dapat membangun hubungan emosional yang positif. Anak-anak diajak mengenal polisi dari sisi yang berbeda, yakni sebagai pelindung, pengayom, sekaligus teman yang bisa dipercaya. Ketika anak merasa aman dan nyaman berada di dekat polisi, mereka akan tumbuh dengan kesadaran hukum yang lebih baik dan rasa percaya kepada institusi negara.
Ia menambahkan, interaksi yang hangat antara polisi dan anak juga menjadi modal penting dalam menciptakan generasi yang patuh pada aturan tanpa harus dilandasi rasa takut. Kepatuhan yang lahir dari pemahaman, tuturnya, akan jauh lebih bertahan lama dibandingkan kepatuhan yang muncul karena ancaman. Oleh sebab itu, pendekatan persuasif dan edukatif harus terus dikedepankan dalam setiap program kepolisian yang menyentuh dunia anak.
Kreativitas sebagai Sarana Membangun Karakter
Selain kedekatan emosional, Kak Seto menyoroti pentingnya lomba kreativitas sebagai wahana pembentukan karakter anak. Lomba-lomba yang digelar dalam acara tersebut dinilai mampu melatih kepercayaan diri, keberanian tampil, sportivitas, serta kemampuan anak dalam bekerja sama dengan orang lain. Nilai-nilai itulah yang kelak menjadi bekal mereka menghadapi kehidupan di masa dewasa.
Ia menjelaskan bahwa anak-anak membutuhkan panggung untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Ketika karya dan prestasi mereka dihargai, rasa percaya diri akan tumbuh secara alami. Sebaliknya, anak yang tidak pernah mendapatkan apresiasi cenderung kehilangan motivasi untuk mengembangkan potensi dirinya. Karena itu, pemberian penghargaan kepada anak-anak berprestasi merupakan langkah yang sangat tepat dan perlu diapresiasi semua pihak.
Lebih jauh, Kak Seto berharap kegiatan serupa tidak berhenti pada satu momentum saja. Ia mendorong kepolisian di berbagai tingkatan, mulai dari markas besar hingga kantor polisi di tingkat kecamatan, untuk rutin menggelar program yang ramah anak. Dengan begitu, pesan bahwa polisi adalah sahabat masyarakat benar-benar sampai ke seluruh lapisan, termasuk kelompok usia dini yang membutuhkan perhatian khusus.
Sinergi Semua Pihak untuk Perlindungan Anak
Kak Seto juga mengingatkan bahwa membangun karakter anak bukan tanggung jawab satu lembaga semata. Orang tua, guru, tokoh masyarakat, dan aparat penegak hukum harus berjalan beriringan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang anak. Kegiatan yang digagas kepolisian ini, menurutnya, menjadi contoh bagaimana institusi negara bisa hadir secara langsung di tengah masyarakat dengan pendekatan yang lembut dan edukatif.
Di akhir kesempatan, ia menyampaikan harapan agar anak-anak Indonesia terus diberikan ruang aman untuk bermain, belajar, dan berkarya. Bagi Kak Seto, investasi terbesar sebuah bangsa terletak pada kualitas generasi penerusnya. Ketika anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang penuh kasih sayang, dukungan, dan penghargaan, mereka akan menjadi pribadi yang tangguh sekaligus berempati terhadap sesama.
Acara Apresiasi Kreasi Polri untuk Masyarakat sendiri diikuti oleh berbagai kalangan dan menampilkan sejumlah penampilan kreatif dari anak-anak. Suasana hangat dan penuh keceriaan mewarnai jalannya kegiatan, mencerminkan semangat kedekatan antara kepolisian dan masyarakat yang selama ini terus diupayakan demi masa depan generasi penerus bangsa.
Comments (0)