Kafe di Ciracas Jaktim Dilalap Api, Enam Unit Damkar Diterjunkan

Jakarta - Sebuah kafe yang berlokasi di Jalan Lapangan Tembak, Ciracas, Jakarta Timur, hangus dilalap api pada Minggu dini hari (11/5/2026). Peristiwa kebakaran ini menggerakkan jajaran Suku Dinas Pen...

Jul 28, 2026 - 08:06
0 0
Kafe di Ciracas Jaktim Dilalap Api, Enam Unit Damkar Diterjunkan

Jakarta - Sebuah kafe yang berlokasi di Jalan Lapangan Tembak, Ciracas, Jakarta Timur, hangus dilalap api pada Minggu dini hari (11/5/2026). Peristiwa kebakaran ini menggerakkan jajaran Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur untuk mengerahkan enam unit mobil pemadam serta puluhan personel guna menjinakkan si jago merah.

Kobaran api pertama kali dilaporkan oleh warga sekitar yang melihat kepulan asap tebal membubung dari bangunan kafe tersebut sekitar pukul 01.30 WIB. Diduga api bermula dari bagian dapur yang kemudian dengan cepat merambat ke seluruh ruangan akibat banyaknya material mudah terbakar di dalam kafe.

Kronologi Kejadian dan Aks Cepat Petugas

Menurut saksi mata, Romy, yang bermukim tak jauh dari lokasi, api tampak sudah cukup besar ketika ia keluar rumah. "Saya kaget melihat nyala api yang sudah mencapai atap kafe. Asapnya hitam pekat dan bau menyengat," tuturnya. Ia bersama warga lain segera menghubungi layanan darurat 112.

Tak sampai sepuluh menit, unit pemadam kebakaran dari pos terdekat tiba di lokasi. Kepala Seksi Operasi Gulkarmat Jakarta Timur, Andi Saputra, mengatakan bahwa pihaknya mengerahkan total enam unit mobil pemadam dengan kekuatan 30 personel. "Begitu menerima laporan, kami langsung mengirim unit dari Pos Ciracas dan Pos Cijantung untuk mempercepat penanganan. Beruntung akses jalan menuju lokasi cukup longgar sehingga respons dapat dilakukan dengan cepat," ungkap Andi di sela proses pendinginan.

Meski demikian, petugas sempat mengalami kendala karena sumber air yang terbatas di sekitar lokasi. “Kami harus melakukan dropping air dari sumber terdekat yang berjarak sekitar 500 meter,” tambahnya. Kerja sama tim yang solid membuat api berhasil dilokalisir dalam waktu 30 menit dan sepenuhnya padam sekitar pukul 03.15 WIB.

Kerugian Material dan Dampak Lingkungan

Akibat kebakaran ini, bangunan kafe seluas kurang lebih 150 meter persegi itu nyaris rata dengan tanah. Pemilik kafe, yang diketahui berinisial DS, mengalami kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp750 juta. Kerugian tersebut meliputi bangunan, perabotan, peralatan dapur, dan stok bahan baku yang habis terbakar. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam musibah ini karena kafe sedang tidak beroperasi saat kejadian. Kafe tersebut biasanya buka mulai pukul 10.00 hingga 23.00 WIB.

Kebakaran juga sempat mengancam dua rumah warga yang berdempetan dengan kafe, namun berkat upaya petugas, api dapat dicegah merembet lebih jauh. “Alhamdulillah, rumah saya hanya kena panas dan beberapa bagian genteng pecah, tapi tidak sampai terbakar,” ujar Ibu Yanti, tetangga sebelah kafe.

Penyelidikan Lebih Lanjut

Hingga Minggu siang, tim Inafis dan Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Metro Jaya masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran. Andi Saputra menyebutkan bahwa dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik yang terjadi di area dapur. “Dari keterangan awal, pemilik mengakui ada beberapa instalasi listrik yang sudah berusia cukup tua. Namun kami masih menunggu hasil resmi dari tim Labfor,” jelasnya.

Pihak kepolisian juga telah meminta keterangan dari pemilik kafe dan beberapa saksi. Kapolsek Ciracas, Kompol Dwi Prasetyo, mengatakan bahwa penyelidikan masih berjalan dan pihaknya tidak ingin berspekulasi sebelum ada bukti ilmiah. “Kami imbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bahaya kebakaran, terutama di bangunan yang menggunakan banyak peralatan elektronik,” pesannya.

Imbauan Keselamatan Kebakaran

Musibah ini menjadi pengingat akan pentingnya standar keselamatan kebakaran pada bangunan komersial. Gulkarmat Jakarta Timur secara rutin melakukan inspeksi dan sosialisasi, namun banyak pemilik usaha yang masih abai terhadap pemeliharaan instalasi listrik dan penyediaan alat pemadam api ringan (APAR). “Kejadian seperti ini sebenarnya bisa diminimalkan risikonya jika setiap bangunan memiliki sistem proteksi kebakaran yang memadai, termasuk alarm dan APAR yang berfungsi,” kata Andi.

Pihaknya mengajak seluruh pengusaha, khususnya di sektor kuliner, untuk lebih peduli terhadap aspek keamanan kebakaran. Gulkarmat membuka layanan konsultasi gratis bagi warga yang ingin memeriksa atau meningkatkan sistem keselamatan di tempat usahanya. “Jangan menunggu musibah terjadi. Pencegahan jauh lebih murah dan menyelamatkan nyawa,” tegasnya.

Pantauan di lapangan, proses pembongkaran sisa bangunan yang hangus mulai dilakukan pada Minggu petang. Puing dan material terbakar akan segera dibersihkan agar tidak membahayakan warga sekitar. Sementara itu, pemilik kafe masih tampak shock dan belum dapat berkomentar banyak. “Saya masih syok, belum kepikiran ke sana. Yang penting tidak ada yang cedera,” ucapnya singkat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User