Jasa Marga Bagi Ilmu Kelola Command Center di Danantara

PT Jasa Marga (Persero) Tbk mengambil peran strategis sebagai mentor dalam ajang Marketing Center of Excellence (CoE) yang diinisiasi oleh Danantara. Perusahaan operator jalan tol terbesar di Indonesi...

Jul 20, 2026 - 05:57
0 0
Jasa Marga Bagi Ilmu Kelola Command Center di Danantara

PT Jasa Marga (Persero) Tbk mengambil peran strategis sebagai mentor dalam ajang Marketing Center of Excellence (CoE) yang diinisiasi oleh Danantara. Perusahaan operator jalan tol terbesar di Indonesia itu diundang secara khusus untuk membagikan praktik unggulannya dalam mengelola command center terintegrasi, sebuah pendekatan yang terbukti mendongkrak kualitas layanan publik di lintasan tol yang dikelolanya. Langkah ini menjadi momentum penting bagi ekosistem BUMN untuk saling memperkuat kapabilitas melalui transfer pengetahuan langsung dari pelaku yang telah sukses menerapkannya.

Peran Marketing CoE Danantara

Program Marketing CoE merupakan wadah kolaborasi antar BUMN yang digagas oleh Danantara untuk meningkatkan kompetensi pemasaran dan layanan publik di lingkungan perusahaan pelat merah. Wadah ini tidak sekadar menjadi forum diskusi, melainkan ruang inkubasi bagi praktik-praktik terbaik yang bisa diadopsi secara luas. Jasa Marga dipilih karena rekam jejaknya dalam mengembangkan command center yang tidak hanya berfungsi sebagai pusat pemantauan lalu lintas, tetapi juga sebagai hub layanan pelanggan real-time yang responsif dan adaptif. Dengan mengusung semangat berbagi, sesi mentorship ini menjadi titik temu antara pengalaman panjang Jasa Marga dan kebutuhan BUMN lain yang tengah bertransformasi digital.

Rahasia di Balik Command Center Jasa Marga

Dalam paparannya, tim dari Jasa Marga memaparkan filosofi dasar yang melandasi operasional command center mereka: integrasi data, respons cepat, dan personalisasi layanan. Command center Jasa Marga tidak hanya memantau volume kendaraan atau titik kemacetan, melainkan juga memproyeksikan potensi gangguan, mengelola komunikasi multidimensi dengan pengguna jalan, dan menjadi pusat kendali distribusi bantuan saat terjadi insiden. Semua itu dimungkinkan karena sistem yang dibangun mampu mengonsolidasi data dari ratusan kamera pengawas, sensor lalu lintas, aplikasi mobile, dan laporan petugas lapangan menjadi satu dashboard cerdas yang memudahkan pengambilan keputusan.

Peserta dari berbagai BUMN antusias menggali lebih dalam mengenai mekanisme kerja pusat kendali tersebut. Mereka belajar bahwa kunci utama bukan hanya pada teknologi, melainkan pada standar operasional prosedur yang terukur dan pelatihan berkelanjutan bagi personel yang bertugas. Jasa Marga menekankan bahwa command center yang efektif harus mampu menjawab tiga pertanyaan setiap saat: apa yang terjadi, apa dampaknya, dan apa yang harus dilakukan. Pendekatan ini telah mengubah cara perusahaan melihat layanan publik—bukan sekadar memenuhi kewajiban, tetapi menjadi bagian dari pengalaman pengguna yang utuh.

Selain itu, Jasa Marga juga membeberkan strategi mereka dalam menjaga keandalan sistem selama 24 jam sepanjang tahun. Mereka menggunakan protokol eskalasi berjenjang yang memungkinkan koordinasi lintas fungsi secara cepat, mulai dari tim lapangan, manajemen, hingga pihak eksternal seperti kepolisian dan rumah sakit. Latihan simulasi rutin dengan skenario beragam—mulai dari kecelakaan beruntun hingga gangguan cuaca ekstrem—menjadi bumbu wajib yang menjaga ketajaman respons. Semua itu dilakukan dengan biaya operasional yang tetap efisien karena ditopang oleh otomatisasi dan kecerdasan buatan yang memfilter informasi sebelum sampai ke operator manusia.

Transfer pengetahuan ini disambut hangat oleh peserta. Perwakilan dari perusahaan energi dan logistik, misalnya, melihat langsung potensi adaptasi model command center Jasa Marga untuk mengelola jaringan distribusi dan armada mereka. Sementara BUMN yang bergerak di bidang jasa keuangan tertarik mengaplikasikan sistem pemantauan sentral untuk meningkatkan kualitas interaksi dengan nasabah. Jasa Marga membuka pintu bagi kunjungan lanjutan dan sesi konsultasi teknis agar setiap BUMN bisa merancang pusat kendali yang sesuai dengan karakteristik industrinya masing-masing.

Kolaborasi semacam ini diyakini akan mempercepat peningkatan kapabilitas layanan publik di seluruh BUMN. Jika selama ini transformasi digital sering berjalan sendiri-sendiri, lewat Marketing CoE Danantara, setiap perusahaan bisa belajar dari keberhasilan dan kegagalan yang sudah dialami rekannya. Jasa Marga, sebagai salah satu pionir command center di sektor infrastruktur, telah membuktikan bahwa investasi pada sistem kendali terpadu bukan hanya meningkatkan kepuasan pengguna, tetapi juga menekan jumlah keluhan dan memperbaiki citra perusahaan di mata publik.

Ke depan, program mentorship ini direncanakan akan berlanjut dengan tema-tema lain yang tak kalah krusial, seperti pengelolaan media sosial krisis, personalisasi pemasaran berbasis data, dan pengembangan produk layanan digital. Jasa Marga, bersama BUMN mentor lainnya, akan terus dilibatkan dalam rangkaian lokakarya dan proyek percontohan yang dijadwalkan sepanjang tahun. Langkah ini sejalan dengan visi besar Danantara untuk menciptakan ekosistem BUMN yang saling terhubung, inovatif, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat—sebuah cita-cita yang hanya bisa terwujud jika tembok eksklusivitas antar perusahaan dirobohkan dan diganti dengan budaya berbagi yang tulus seperti yang dicontohkan Jasa Marga.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User