JAKARTA — Rano Karno Resmikan Halte Transjakarta Universitas Pancasila
Suasana di sepanjang koridor Jalan Lenteng Agung Raya, Jagakarsa, Jakarta Selatan, tampak berbeda pada Selasa (15/9/2026). Di bawah terik matahari siang, W
Suasana di sepanjang koridor Jalan Lenteng Agung Raya, Jagakarsa, Jakarta Selatan, tampak berbeda pada Selasa (15/9/2026). Di bawah terik matahari siang, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, secara resmi meresmikan Halte Universitas Pancasila. Kehadiran infrastruktur transportasi publik yang diperbarui ini menjadi angin segar bagi ribuan mahasiswa, pekerja, serta masyarakat sekitar yang menggantungkan mobilitas harian mereka pada layanan moda transportasi massal.
Peresmian halte ini bukan sekadar seremoni fisik semata, melainkan bagian dari program strategis Pemprov DKI Jakarta dalam memperluas jangkauan layanan integrasi antarmoda di kawasan penyangga ibu kota. Lokasinya yang sangat strategis—berada tepat di depan kawasan kampus Universitas Pancasila dan berdekatan dengan Stasiun KRL Commuter Line—menjadikan halte ini sebagai titik krusial perpindahan arus penumpang dari koridor selatan menuju pusat kota.
Komitmen Modernisasi Layanan Transportasi Selatan Jakarta
Dalam sambutannya, Wagub DKI Jakarta Rano Karno menegaskan bahwa revitalisasi sarana transportasi umum di wilayah Jakarta Selatan terus dipacu guna mengurai kemacetan kronis yang kerap terjadi pada jam-jam sibuk. Pemerintah daerah memandang konektivitas kawasan pendidikan tinggi dengan jaringan transportasi umum yang andal sebagai prioritas utama tata kota.
"Kami ingin memastikan seluruh warga Jakarta, termasuk para mahasiswa yang menuntut ilmu di kawasan Lenteng Agung ini, dapat menikmati akses transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau. Halte Universitas Pancasila ini dirancang untuk menghadirkan kenyamanan maksimal serta kemudahan akses mobilitas harian," tegas Rano Karno di sela-sela peresmian.
Beliau menambahkan bahwa keberadaan halte baru ini selaras dengan target perluasan cakupan layanan Transjakarta hingga menjangkau lebih dari 95 persen wilayah DKI Jakarta. Dengan fisik bangunan halte yang kini lebih luas dan representatif, kapasitas tampung penumpang dapat meningkat signifikan dibanding infrastruktur lama yang kerap mengalami penumpukan.
Peningkatan Fasilitas dan Integrasi Antarmoda
Halte Universitas Pancasila kini dilengkapi dengan berbagai sarana pendukung modern. Sistem pembayaran elektronik yang lebih cepat, layar informasi kedatangan bus secara real-time, hingga penambahan kamera pengawas CCTV 24 jam menjadi standar baru keamanan dan kenyamanan di halte tersebut.
| Indikator Fasilitas | Halte Lama | Halte Baru (2026) |
|---|---|---|
| Kapasitas Penumpang | 50-70 Orang | 150-200 Orang |
| Aksesibilitas Difabel | Terbatas / Tangga Biasa | Ramp Inklusif & Tactile Paving |
| Pengawasan Keamanan | Pengawasan Manual | CCTV 24 Jam & Petugas Siaga |
| Integrasi Moda | Parsial | Terintegrasi Stasiun KRL & Microtrans |
Penerapan fasilitas ramah disabilitas menjadi perhatian utama dalam desain halte anyar ini. Penggunaan lantai pemandu (tactile paving) bagi penyandang tunanetra serta jalur landai (ramp) memastikan seluruh lapisan masyarakat dapat memanfaatkan transportasi publik tanpa ada hambatan fisik.
Menekan Kemacetan Koridor Utama Jakarta Selatan
Koridor Jalan Lenteng Agung Raya dikenal sebagai salah satu titik kepadatan lalu lintas tertinggi di Jakarta Selatan. Tingginya volume kendaraan pribadi dari arah Depok menuju Jakarta kerap mengalami kemacetan di area perlintasan dan titik pemberhentian angkutan umum yang kurang tertata.
Melalui pengoperasian halte anyar ini, pola naik-turun penumpang kini berlangsung lebih tertata di dalam area terlindung, sehingga tidak memicu antrean kendaraan di bahu jalan raya.
"Integrasi antarmoda antara bus Transjakarta dan Stasiun KRL Universitas Pancasila kini menjadi jauh lebih mulus. Warga dan pengguna jasa tidak perlu lagi menyeberang jalan secara berbahaya atau menunggu angkutan di bahu jalan," ujar perwakilan Dinas Perhubungan DKI Jakarta.
Langkah ini disambut positif oleh sivitas akademika dan warga lokal. Penataan kawasan sekitar halte juga mencakup penataan trotoar bagi pejalan kaki. Pemprov DKI Jakarta berharap pengoperasian Halte Universitas Pancasila mampu mengakselerasi beralihnya gaya hidup masyarakat dari kendaraan pribadi menuju transportasi publik yang ramah lingkungan.




Comments (0)