JAKARTA — IHSG Anjlok 1,50 Persen Usai Investor Asing Lepas Saham
Layar papan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali didominasi warna merah pada penutupan sesi I akhir pekan ini. Pergerakan Indeks Harga S
Layar papan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali didominasi warna merah pada penutupan sesi I akhir pekan ini. Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat seiring berlanjutnya gelombang pelepasan aset oleh investor institusi mancanegara. Tekanan jual yang berlangsung masif sejak pembukaan pasar membuat indeks tak mampu bertahan di zona hijau dan terperosok secara signifikan menjelang jeda siang.
Kondisi ini mencerminkan dinamika pasar modal yang tengah dibayangi oleh volatilitas global serta penyesuaian portofolio investor. Para pelaku pasar cenderung mengambil posisi aman dengan melakukan realisasi keuntungan (profit taking) serta mengurangi porsi kepemilikan pada saham-saham berkapitalisasi pasar besar (big cap).
Tekanan Aksi Jual Membawa IHSG Tembus Level 6.490
Berdasarkan konsolidasi data pasar dari Stockbit pada penutupan perdagangan sesi I, Jumat (11/9), IHSG ditutup melorot tajam sebesar 98,43 poin atau 1,50 persen ke posisi 6.490,91. Penurunan ini menandai koreksi yang cukup dalam setelah pada beberapa sesi sebelumnya indeks berusaha mempertahankan area konsolidasinya.
Aktivitas perdagangan sepanjang sesi pertama tergolong sangat aktif dengan total nilai transaksi mencapai Rp 8,48 triliun. Volume saham yang ditransaksikan tercatat sebanyak 20,18 miliar lembar saham melalui frekuensi perdagangan yang menembus 1,24 juta kali transaksi.
Keterlibatan investor asing menjadi pemantik utama penurunan indeks kali ini. Berdasarkan rincian transaksi harian, nilai akumulasi pembelian asing (foreign buy) hanya mencapai Rp 2,33 triliun, sementara nilai penjualan saham oleh asing (foreign sell) membengkak hingga Rp 2,76 triliun. Dengan demikian, pasar modal domestik mencatatkan nilai jual bersih asing (net foreign sell) sebesar Rp 428,96 miliar di akhir sesi I.
Saham Perbankan dan Konglomerasi Jadi Sasaran Aksi Jual
Tekanan terbesar dialami oleh saham-saham unggulan yang memiliki bobot signifikan terhadap pergerakan indeks. Saham perbankan swasta terbesar di Indonesia, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), menduduki posisi puncak daftar saham yang paling banyak dilepas oleh investor asing.
Tercatat, saham BBCA mengantongi nilai jual bersih asing mencapai Rp 311,71 miliar dengan volume perdagangan mencapai 49,37 juta lembar saham. Pelepasan saham BBCA ini memberikan dampak langsung terhadap kerapuhan IHSG mengingat besarnya kapitalisasi pasar emiten perbankan tersebut.
Selain BBCA, aksi lego oleh investor luar negeri juga meluas ke emiten berbasis sumber daya alam dan konglomerasi besar lainnya. Berikut adalah rincian emiten yang mengalami aksi jual bersih terbanyak oleh investor asing pada sesi I:
| Kode Saham | Nama Emiten | Net Foreign Sell (Rp) | Volume Saham |
|---|---|---|---|
| BBCA | Bank Central Asia Tbk | Rp 311,71 Miliar | 49,37 Juta |
| CUAN | Petrindo Jaya Kreasi Tbk | Rp 99,73 Miliar | 104,63 Juta |
| TPIA | Chandra Asri Pacific Tbk | Rp 50,63 Miliar | 26,66 Juta |
| ANTM | Aneka Tambang Tbk | Rp 35,91 Miliar | - |
| CPIN | Charoen Pokphand Indonesia Tbk | Rp 34,44 Miliar | - |
| APIC | Pacific Strategic Financial Tbk | Rp 26,31 Miliar | - |
Dampak Sentimen Global dan Sikap Kehati-hatian Investor
Maraknya tekanan jual bersih ini ditengarai akibat meningkatnya ketidakpastian kondisi ekonomi global yang memicu perpindahan modal keluar dari pasar berkembang (capital outflow). Sikap kehati-hatian investor semakin menguat menjelang penutupan pekan perdagangan, di mana banyak pelaku pasar memilih memegang dana tunai guna mengantisipasi rilis data ekonomi terkini.
"Aksi pelepasan saham skala besar oleh investor asing, terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar seperti sektor perbankan dan industri dasar, mencerminkan strategi rebalancing portofolio secara ketat. Investor cenderung merespons ketidakpastian eksternal dengan mengurangi bobot risiko di pasar berkembang," ungkap analisis pasar modal senior di Jakarta.
Memasuki sesi II perdagangan sore hari, para pengamat memperkirakan pergerakan IHSG masih akan diwarnai oleh kecenderungan bergerak variatif dengan kecenderungan melemah (side-ways to bearish). Para investor domestik diimbau untuk tetap rasional, cermat memperhatikan level pendukung (support level) terdekat, serta menghindari aksi beli terburu-buru hingga sinyal pembalikan arah pasar (rebound) terkonfirmasi dengan jelas.
IHSG tertekan hebat pada penutupan sesi I akhir pekan. Investor asing melepas saham senilai Rp 2,76 triliun dengan net foreign sell Rp 428,96 miliar. Saham paling banyak dilepas: 1. BBCA (Rp 311,71 Miliar) 2. CUAN (Rp 99,73 Miliar) 3. TPIA (Rp 50,63 Miliar) Baca selengkapnya di Patokan.com.



Comments (0)