JAKARTA — Basarnas Siapkan Operasi Pengangkatan Bangkai KM Virgo Transport 8
JAKARTA — Memasuki hari keenam pasca-insiden kecelakaan laut di Perairan Laut Jawa, Tim SAR Gabungan resmi mematangkan rencana operasi pengangkatan kapal (
JAKARTA — Memasuki hari keenam pasca-insiden kecelakaan laut di Perairan Laut Jawa, Tim SAR Gabungan resmi mematangkan rencana operasi pengangkatan kapal (salvage) terhadap bangkai KM Virgo Transport 8. Langkah strategis ini diambil menyusul evaluasi pencarian permukaan yang belum membuahkan hasil signifikan terhadap keberadaan 129 korban yang hingga kini masih dinyatakan hilang dan diduga terjebak di dalam lambung kapal.
Direktur Operasi Basarnas, Laksma TNI Rudhi Bramantyo, mengonfirmasi bahwa seluruh unsur terkait telah menyepakati pergeseran fokus teknis operasi. Langkah ini melibatkan kerja sama erat antara otoritas SAR nasional, TNI Angkatan Laut, Kementerian Perhubungan, serta pihak pemilik armada kapal untuk memobilisasi sarana pendukung berat ke lokasi kejadian.
Strategi Operasi Salvage dan Penyiapan Peralatan Berat
Keputusan untuk menggelar operasi salvage menjadi opsi paling realistis setelah mempertimbangkan berbagai faktor keselamatan dan teknis bawah air. Menurut otoritas SAR, keberadaan 129 penumpang yang belum ditemukan memicu urgensi tinggi untuk mengakses area kompartemen dalam kapal yang tenggelam dan terbalik.
“Malam ini juga akan digeser perlengkapan-perlengkapan dari pihak owner, dalam hal ini untuk melaksanakan operasi salvage seperti yang saya sampaikan di awal,” ujar Laksma TNI Rudhi Bramantyo saat memberikan keterangan pers resmi di Posko SAR Nasional KM Virgo Transport 8, Kamis (17/9) malam.
Operasi salvage sendiri didefinisikan sebagai serangkaian tindakan teknis penyelamatan maritim yang kompleks. Kegiatan ini meliputi penstabilan posisi kapal, pemotongan atau pengangkatan struktur lambung, hingga evakuasi material dan korban dari dalam kapal yang terbalik di kedalaman perairan. Mobilisasi crane terapung (floating crane) dan kapal tunda berkapasitas besar mulai dikerahkan dari pelabuhan terdekat menuju koordinat jatuhnya kapal.
Kronologi dan Evaluasi Tahapan Pencarian Korban
Rangkaian operasi pencarian dan pertolongan telah berlangsung secara intensif sejak hari pertama kecelakaan. Berikut adalah tahapan evolusi operasi pencarian yang dilakukan oleh Tim SAR Gabungan:
- Hari Pertama (Minggu, 13/9): Pelaporan kecelakaan KM Virgo Transport 8 yang terbalik di Perairan Laut Jawa. Tim SAR mendistribusikan armada penyisiran awal untuk menyelamatkan korban selamat di permukaan air.
- Hari Kedua hingga Ketiga (14–15/9): Pemetaan lokasi bangkai kapal dan penyisiran udara mengandalkan helikopter SAR serta patroli laut lintas sektor. Penyebaran radius pencarian diperluas hingga belasan mil laut.
- Hari Keempat hingga Kelima (16–17/9): Penyelaman terbatas oleh tim Basarnas Special Group (BSG) dan KOPASKA. Kendala jarak pandang nol dan arus bawah laut yang deras menghambat akses masuk ke dalam kabin kapal.
- Hari Keenam (Kamis Malam, 17/9): Pelaksanaan rapat koordinasi strategis dan penetapan eksekusi operasi salvage guna mengangkat badan kapal ke permukaan.
Perbandingan Fokus Operasi SAR KM Virgo Transport 8
Untuk memberikan gambaran mengenai perubahan metode pencarian, berikut tabel perbandingan antara fase pencarian permukaan dan fase operasi pengangkatan kapal:
| Parameter Operasi | Fase 1: Penyisiran Permukaan & Penyelaman | Fase 2: Operasi Salvage (Pengangkatan) |
|---|---|---|
| Fokus Utama | Penyisiran korban mengapung & akumulasi data | Pengangkatan lambung kapal & pencarian kompartemen |
| Alat Utama | RIB, KRI, Helikopter, Sonar Scan | Floating Crane, Kapal Tunda, Peralatan Las Bawah Air |
| Target Korban | Pencarian 129 korban di area terbuka | Evakuasi korban yang terperangkap di dalam kapal |
| Penanggung Jawab Teknis | Basarnas & Tim SAR Gabungan | Basarnas bekerjasama dengan Pemilik Kapal (Owner) |
Tantangan Teknis dan Risiko Keselamatan Bawah Air
Melaksanakan operasi salvage di perairan terbuka seperti Laut Jawa menyimpan potensi risiko tinggi. Faktor cuaca yang dinamis serta gelombang tinggi dapat menggoyahkan posisi kapal pengangkat. Selain itu, kondisi kapal KM Virgo Transport 8 yang berada dalam posisi terbalik menuntut perhitungan ketat agar struktur kapal tidak hancur saat diangkat.
“Operasi ini mencakup tindakan teknis yang sangat komprehensif dan berisiko tinggi. Presisi perhitungan buoyancy (daya apung) dan kekuatan tali pancang adalah kunci agar proses evakuasi di dalam kapal berjalan aman bagi para penyelam,” ungkap analis keselamatan maritim dalam keterangannya terpisah.
Tim SAR Gabungan memastikan bahwa keselamatan personil penyelam tetap menjadi prioritas utama selama proses pengangkatan berlangsung. Pihak keluarga korban yang berada di Posko Nasional terus menerima pembaruan informasi berkala terkait perkembangan teknis di lapangan, seiring harapan agar seluruh 129 korban dapat segera ditemukan.
Memasuki hari keenam pencarian, Basarnas resmi mengalihkan strategi ke operasi pengangkatan kapal (salvage) untuk menemukan 129 korban yang masih hilang. Alat berat mulai dikerahkan ke lokasi terbaliknya kapal di Laut Jawa. Baca laporan mendalam Patokan.com di sini: [Link]



Comments (0)