Islamabad — Kebakaran Ruang Ginekologi RS PIMS Tewaskan 14 Bayi
Sebanyak 14 bayi ditemukan tewas dalam kebakaran hebat yang menghanguskan ruang ginekologi di Pakistan Institute of Medical Sciences (Pims), Islamabad, pad
Sebanyak 14 bayi ditemukan tewas dalam kebakaran hebat yang menghanguskan ruang ginekologi di Pakistan Institute of Medical Sciences (Pims), Islamabad, pada Rabu pagi waktu setempat. Tragedi tersebut kembali mengungkap betapa rapuhnya sistem keselamatan kebakaran di fasilitas kesehatan Pakistan, yang selama bertahun-tahun telah menelan korban jiwa berulang kali.
Pihak rumah sakit dan otoritas setempat langsung melancarkan operasi evakuasi begitu api mulai berkobar. Petugas pemadam kebakaran berjuang berjam-jam untuk menguasai si jago merah yang menjalar di salah satu bangsal paling sensitif di rumah sakit rujukan utama ibu kota itu. Kabar duka tentang meninggalnya puluhan bayi dalam satu peristiwa langsung memicu gelombang kemarahan publik serta pertanyaan serius mengenai pengawasan keselamatan di rumah sakit negara.
Kebakaran di Bangunan Besar Masih Sering Terjadi
Kebakaran di gedung-gedung besar terbilang sering terjadi di Pakistan. Penyebabnya umumnya merujuk pada peraturan keselamatan dan kode bangunan yang lemah, ditambah penegakan hukum yang longgar. Fasilitas kesehatan publik termasuk yang paling rentang, mengingat banyaknya peralatan listrik tua, jalur evakuasi sempit, serta minimnya sistem deteksi asap dan sprinkler otomatis.
Data yang dikumpulkan dari berbagai laporan media memperlihatkan bahwa sejak tahun 2010, sejumlah insiden kebakaran rumah sakit telah tercatat dengan korban jiwa tidak sedikit. Ironisnya, setiap tragedi selalu disertai janji evaluasi, namun pembelajaran nyata nyaris tak pernah terealisasi.
"Respons tepat waktu dari petugas berhasil mencegah kerugian material yang lebih besar. Namun kondisi infrastruktur kami jelas membutuhkan pembenahan menyeluruh," ungkap seorang pejabat rumah sakit terkait salah satu insiden kebakaran sebelumnya.
Kronologi Tragedi di Pims Islamabad
Berdasarkan keterangan awal, kebakaran pecah pada pagi hari di ruang ginekologi Pims ketika sejumlah bayi yang dirawat intensif berada di dalam ruangan. Asap tebal dengan cepat memenuhi lorong bangunan, menyulitkan tim medis melakukan evakuasi. Korban selamat dialirkan ke unit gawat darurat, sementara keluarga para pasien mendesak penjelasan resmi dari manajemen rumah sakit.
Otoritas belum menetapkan penyebab pasti kebakaran tersebut. Namun, pengalaman insiden-insiden sebelumnya menunjukkan korsleting listrik menjadi biang keladi paling umum, terutama pada sistem pendingin ruangan yang bekerja tanpa henti di ruang perawatan pasien.
Deretan Tragedi Kebakaran Rumah Sakit Sejak 2010
Sejumlah insiden kebakaran rumah sakit yang tercatat dalam kurun waktu lebih dari satu dekade terakhir antara lain:
- 9 November 2025: Kebakaran merusak parah bagian gawat darurat dan dialisis di Syed Abdullah Shah Institute of Medical Sciences, Sehwan. Tak ada korban jiwa karena bagian tersebut saat itu sedang tutup.
- 18 Oktober 2025: Api berkobar di basement Ziauddin Hospital, kawasan Clifton, Karachi. Respons cepat petugas mencegah kerugian material lebih besar.
- 8 Juni 2024: Sebelas bayi meninggal dunia di ruang perawatan pediatrik Sahiwal Teaching Hospital akibat korsleting listrik pada sistem pendingin udara.
- 11 Februari 2024: Empat pegawai rumah sakit, termasuk dua paramedis, tewas setelah kebakaran melanda gawat darurat Sindh Government Hospital Liaquatabad, Karachi. Tiga pegawai lain mengalami luka bakar serius.
- 14 Januari 2024: Kebakaran melanda Shireen Shah Hospital, rumah sakit swasta di Peshawar. Beruntung tak ada korban jiwa dilaporkan.
- 27 Mei 2023: Seorang bayi baru lahir dilaporkan meninggal dalam insiden kebakaran fasilitas kesehatan, menambah panjang daftar korban termuda.
Akar Masalah: Regulasi Lemah dan Penegakan Buruk
Pengamat keselamatan kerja menilai rangkaian tragedi tersebut bukan sekadar kecelakaan, melainkan cerminan kegagalan sistemik. Banyak rumah sakit publik beroperasi tanpa audit keselamatan berkala, instalasi listrik tidak sesuai standar, serta pelatihan tanggap darurat bagi staf medis sangat terbatas.
- Sistem deteksi asap dan alarm kebakaran sering tidak berfungsi atau bahkan tidak tersedia.
- Jalur evakuasi sempit dan sering diblokir peralatan maupun kendaraan.
- Perawatan rutin instalasi listrik terabaikan meski risiko korsleting tinggi.
- Penegakan sanksi terhadap pelanggaran kode bangunan nyaris tidak pernah dijalankan.
Dalam kasus Sahiwal Teaching Hospital pada Juni 2024, penyelidikan resmi menyimpulkan korsleting pada unit pendingin ruangan sebagai penyebab kematian sebelas bayi. Temuan serupa berulang pada berbagai insiden lain, menandakan rekomendasi investigasi sebelumnya tidak pernah ditindaklanjuti secara konsisten.
Tuntutan Reformasi Keselamatan Fasilitas Kesehatan
Tragedi Pims ini diyakini akan kembali menuntut transparansi investigasi serta reformasi menyeluruh atas standar keselamatan rumah sakit di seluruh Pakistan. Masyarakat sipil menuntut pemerintah menetapkan audit kebakaran wajib bagi semua fasilitas kesehatan publik dan swasta, modernisasi instalasi listrik, serta pelatihan tanggap darurat rutin bagi seluruh staf.
Tanpa langkah konkret, khawatir deretan tragis yang telah mencabut nyawa puluhan bayi dan tenaga medis selama lebih dari satu dekade akan kembali terulang. Bagi keluarga korban di Islamabad, janji-janji pembenahan kini bukan lagi sekadar wacana administratif, melainkan soal nyawa yang tak boleh dikorbankan demi kelalaian berulang.
[SOCIAL_TWEET]: 14 bayi tewas dalam kebakaran ruang ginekologi RS Pims Islamabad. Tragedi ini kembali membuka luka deretan kebakaran rumah sakit Pakistan sejak 2010. Kapan reformasi keselamatan fasilitas kesehatan benar-benar dijalankan? #Pakistan #Islamabad [SOCIAL_TG]: 🔴 BREAKING — 14 bayi tewas dalam kebakaran ruang ginekologi RS Pims Islamabad. Deretan tragedi kebakaran rumah sakit Pakistan sejak 2010 kembali terulang. Baca kronologi lengkap dan analisis akar masalahnya di Patokan.com.



Comments (0)