Application Name Application Name

Patokan

Kategori 9

Inggris — Earl Spencer Klaim Raja Charles Gembira Saat Diana Wafat

Gelombang kontroversi kembali mengguncang tembok kokoh Istana Buckingham setelah tuduhan mengejutkan datang dari lingkaran dalam keluarga mendiang Putri Di

Inggris — Earl Spencer Klaim Raja Charles Gembira Saat Diana Wafat

Gelombang kontroversi kembali mengguncang tembok kokoh Istana Buckingham setelah tuduhan mengejutkan datang dari lingkaran dalam keluarga mendiang Putri Diana. Charles Spencer, adik kandung dari *Princess of Wales*, melontarkan pernyataan tajam yang menyebut bahwa Raja Charles III—yang saat itu masih berstatus Pangeran Wales—merasa "sangat gembira hingga lepas kontrol" usai mendengar kabar wafatnya Diana dalam kecelakaan maut di Paris pada Agustus 1997 silam.

Klaim yang berhembus kencang di media internasional ini membuka kembali luka lama dari tragedi terbesar dalam sejarah modern Kerajaan Inggris. Menurut publikasi terbaru yang memuat pengakuan Earl Spencer, sikap yang ditunjukkan oleh calon penguasa Britania Raya kala itu tidak mencerminkan duka yang mendalam, melainkan sebuah kebebasan dari beban politik keluarga kerajaan yang selama berlanjut-lanjut mengapit kehidupannya.

Ungkapan Kontroversial "Pemenang Lotre"

Dalam penjelasannya, Earl Spencer menggambarkan atmosfer emosional di sekitar Charles pasca-insiden Pont de l'Alma secara dramatis. Menurutnya, reaksional awal Charles bukan sekadar rasa lega, melainkan euforia yang sulit disembunyikan dari orang-orang terdekatnya.

"Dia tampak seperti seorang pemenang lotre yang baru saja mendapatkan tiket emasnya. Ada sensasi kegirangan yang tak terkendali karena rintangan terbesar dalam hidup dan reputasi politiknya telah lenyap dalam semalam," ungkap perwakilan keluarga Spencer yang menirukan kesaksian sang Earl.

Pernyataan ini merujuk pada konfrontasi panjang antara Charles, Diana, dan sosok Camilla Parker Bowles. Meninggalnya Diana secara tragis dianggap secara implisit menghilangkan penghalang moral dan opini publik yang selama ini menghambat niat Charles untuk meresmikan hubungannya dengan Camilla. Kematian Diana di usia 36 tahun memang mengubah peta politik internal Istana secara drastis, tetapi klaim bahwa Charles menyambutnya dengan gembira menuai kecaman hebat dari pengamat monarki.

Respon Tegas Istana Buckingham

Istana Buckingham tidak tinggal diam menghadapi tuduhan yang berpotensi merusak legitimasi dan citra moral Raja Charles III yang kini memegang mahkota. Pihak kerajaan merilis pernyataan bantahan resmi untuk meredam spekulasi publik yang kian liar.

Sumber resmi istana menegaskan bahwa narasi yang dibangun oleh Earl Spencer sangat tidak berdasar dan tidak mencerminkan realita yang terjadi di balik pintu tertutup Balmoral pada malam kelam 1997 tersebut. Istana menyatakan bahwa Charles sangat terpukul dan fokus utamanya saat itu adalah melindungi kedua putranya, Pangeran William dan Pangeran Harry, dari trauma media.

Seorang pengamat senior kerajaan, Dr. Alistair Ross, menilai bahwa klaim Spencer mungkin dipengaruhi oleh rasa trauma dan kepahitan yang belum terselesaikan. "Sangat mustahil mengaitkan reaksi seorang ayah yang kehilangan mantan istrinya sekaligus ibu dari anak-anaknya dengan perasaan sukacita. Narasi ini berisiko memperkeruh hubungan keluarga yang sudah rapuh," ujar Ross.

Analisis Perbandingan Narasi Tragedi 1997

Untuk memahami perbedaan mencolok antara klaim keluarga Spencer dan posisi resmi Istana Buckingham, tabel berikut merangkum dua sudut pandang utama yang berkembang di publik:

Aspek Evaluasi Klaim Earl Spencer Pernyataan Resmi Istana
Reaksi Emosional Pertama Disebut gembira luar biasa (giddily elated) bagai pemenang lotre. Syok berat, berduka mendalam, dan fokus menjaga psikologis anak.
Motif Politik Kerajaan Membuka jalan tanpa hambatan untuk menikahi Camilla Parker Bowles. Menjaga stabilitas monarki dan menghormati masa duka nasional.
Dampak Hubungan Menciptakan keretakan permanen antara dinasti Spencer dan Windsors. Upaya rekonsiliasi demi kesejahteraan William dan Harry.

Tuduhan ini menambah panjang daftar ketegangan antara keluarga Spencer dan Dinasti Windsor. Sejak pidato bersejarah Earl Spencer pada pemakaman Diana di Westminster Abbey tahun 1997—di mana ia secara terbuka mengkritik institusi kerajaan—hubungan kedua belah pihak memang selalu diwarnai kecurigaan pasif.

Kini, di tengah masa pemerintahan Raja Charles III yang terus diuji oleh berbagai skandal internal dan kesehatan keluarga, tuduhan lama yang mencuat kembali ini menjadi ujian berat bagi tim kehumasan istana. Publik Britania kini terbelah antara memercayai ingatan seorang saudara yang berduka atau narasi resmi dari institusi monarki yang berusaha menjaga kehormatannya.

Konflik lama antara keluarga Spencer dan Kerajaan Inggris kembali memanas. Earl Spencer sebut Charles bereaksi bagai 'pemenang lotre' saat mendengar kabar kematian Diana pada 1997. Istana Buckingham membantah tegas klaim tersebut. BACA SELENGKAPNYA DI PATOKAN.COM

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
writer7
TENTANG PENULIS writer7

Bacaan Terkait

Comments (0)

User