IIFTIHAR Rayakan 30 Tahun, Gali Visi Teknologi Habibie
Jakarta – Ikatan Alumni Program Habibie (IIFTIHAR) menggelar sebuah forum kepemimpinan bertajuk Leaders Forum untuk memperingati hari jadinya yang ke-30 sekaligus merayakan 90 tahun B.J. Habibie, to...
Jakarta – Ikatan Alumni Program Habibie (IIFTIHAR) menggelar sebuah forum kepemimpinan bertajuk Leaders Forum untuk memperingati hari jadinya yang ke-30 sekaligus merayakan 90 tahun B.J. Habibie, tokoh teknologi dan mantan presiden yang menjadi inspirasi lahirnya organisasi tersebut. Acara ini dihelat dengan semangat membedah dan meneruskan visi teknologi Habibie, khususnya dalam konteks pengembangan peradaban Islam di era modern.
Diselenggarakan bekerja sama dengan platform media nasional, forum ini mengundang sejumlah tokoh nasional, akademisi, dan praktisi teknologi untuk berbagi perspektif mengenai inovasi dan teknologi di dunia Islam. Peringatan ini tidak sekadar seremoni, melainkan upaya untuk merefleksikan perjalanan IIFTIHAR yang selama ini konsisten menjadi wadah bagi para alumni program Habibie dalam berkontribusi bagi bangsa, sekaligus menjadi momentum untuk merumuskan langkah strategis ke depan.
Mengenang Warisan Intelektual Habibie
B.J. Habibie, yang lahir pada 25 Juni 1936, dikenal bukan hanya sebagai bapak teknologi Indonesia, tetapi juga seorang visioner yang percaya bahwa kemajuan teknologi adalah kunci kemandirian bangsa. Warisan intelektualnya terus hidup melalui ribuan alumni program Habibie yang tersebar di berbagai sektor strategis. IIFTIHAR sebagai organisasi yang mewadahi mereka, menjadikan peringatan 90 tahun sang maestro sebagai titik tolak untuk kembali menggali semangat inovasi yang beliau tanamkan. Ketua Umum IIFTIHAR dalam sambutannya menekankan bahwa Habibie selalu melihat ilmu pengetahuan sebagai jembatan menuju keadilan dan kesejahteraan, dan umat Islam harus menjadi pelopor dalam penguasaan teknologi.
“Pak Habibie mengajarkan bahwa kita tidak boleh hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi harus menjadi produsen. Di usia 90 tahun beliau, pesan itu semakin relevan, terutama bagi negara-negara dengan mayoritas penduduk Muslim yang masih bergulat dengan ketertinggalan teknologi,” ujar salah satu pembicara kunci.
Inovasi untuk Dunia Islam
Forum Leaders ini menyoroti berbagai aspek inovasi yang dapat diadopsi oleh dunia Islam, mulai dari teknologi digital, energi terbarukan, hingga pengembangan sumber daya manusia berbasis sains. Salah satu sesi panel membahas bagaimana kolaborasi antarnegara Muslim dapat menciptakan ekosistem riset yang kompetitif, sehingga tidak lagi bergantung pada teknologi dari Barat atau Timur. Para peserta juga diajak melihat peluang besar di sektor keuangan syariah berbasis teknologi, kesehatan digital, dan pertanian presisi yang dapat meningkatkan ketahanan pangan umat.
Diskusi semakin menarik ketika para pembicara mengaitkan konsep Habibie tentang “teknologi untuk kemanusiaan” dengan tantangan kontemporer seperti perubahan iklim dan kesenjangan digital. Mereka sepakat bahwa dunia Islam memiliki modal besar berupa populasi muda yang melek digital, namun memerlukan kepemimpinan visioner dan investasi serius agar potensi itu tidak sia-sia.
IIFTIHAR sendiri sepanjang tiga dekade telah melaksanakan berbagai program peningkatan kapasitas, beasiswa, dan inkubasi bisnis berbasis teknologi. Forum kali ini juga menjadi ajang peluncuran program baru yang akan memperkuat jejaring alumni Habibie dengan pusat-pusat inovasi di universitas dan industri di seluruh Indonesia. Diharapkan lahir lebih banyak technopreneur Muslim yang mampu menciptakan solusi bagi masalah lokal dan global.
Komitmen Berkelanjutan
Acara yang berlangsung secara hibrida ini turut dihadiri oleh perwakilan pemerintah, duta besar negara sahabat, serta para pemimpin organisasi Islam internasional. Mereka memberikan apresiasi atas inisiatif IIFTIHAR yang dinilai strategis dalam mendorong transformasi di dunia Islam. Menteri Komunikasi dan Informatika dalam pidato kuncinya menyatakan bahwa Indonesia siap menjadi hub teknologi Islam, dan peran alumni Habibie sangat vital untuk mewujudkannya.
“Kami melihat semangat IIFTIHAR sejalan dengan agenda besar pemerintah dalam membangun ekosistem digital yang inklusif. Dukungan penuh kami berikan,” kata menteri tersebut.
Selain sesi diskusi, forum ini juga menampilkan pameran inovasi karya para alumni, di antaranya aplikasi pendidikan berbasis kecerdasan buatan, alat kesehatan portabel untuk daerah terpencil, dan platform crowdfunding syariah. Pameran ini menjadi bukti nyata bahwa visi Habibie terus menginspirasi lahirnya karya-karya yang berdampak luas.
Peringatan 30 tahun IIFTIHAR dan 90 tahun B.J. Habibie ini menjadi ajang reflektif sekaligus akseleratif. Para peserta meninggalkan forum dengan catatan penting bahwa kemandirian teknologi bukanlah sekadar retorika, melainkan sebuah keniscayaan yang harus diperjuangkan bersama. IIFTIHAR berjanji untuk terus menjadi lokomotif gerakan inovasi di kalangan intelektual Muslim, melanjutkan api semangat yang telah dinyalakan oleh B.J. Habibie tiga dekade silam. Dengan semangat baru, IIFTIHAR optimistis teknologi dapat menjadi katalis kemajuan peradaban Islam yang lebih adil dan makmur.
Comments (0)