Hippindo Nilai Paylater Kini Jadi Gaya Hidup Belanja Warga

Jakarta, Patokan - Fenomena belanja dengan sistem bayar di kemudian hari atau yang lebih dikenal dengan istilah buy now pay later (BNPL) kini semakin mengakar di tengah masyarakat Indonesia. Ketua Umu...

Aug 07, 2026 - 16:56
0 0
Hippindo Nilai Paylater Kini Jadi Gaya Hidup Belanja Warga

Jakarta, Patokan - Fenomena belanja dengan sistem bayar di kemudian hari atau yang lebih dikenal dengan istilah buy now pay later (BNPL) kini semakin mengakar di tengah masyarakat Indonesia. Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo), Budihardjo Iduansjah, membenarkan adanya pergeseran perilaku konsumen yang kini semakin masif memanfaatkan layanan tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari maupun gaya hidup.

Menurut Budihardjo, tren ini bukanlah sesuatu yang mengejutkan. Justru, ia menilai penggunaan paylater sebagai bagian dari evolusi sistem pembayaran yang wajar di era digital. Ia menjelaskan bahwa kemudahan akses, proses yang cepat, serta tawaran promosi yang menggiurkan menjadi daya tarik utama yang membuat masyarakat berbondong-bondong beralih dari metode konvensional menuju skema kredit instan ini.

Paylater Bukan Lagi Barang Asing

Budihardjo menegaskan bahwa saat ini paylater sudah menjadi bagian tidak terpisahkan dari ekosistem ritel modern. Banyak konsumen, terutama dari kalangan generasi milenial dan Gen Z, yang menjadikan layanan ini sebagai opsi utama saat berbelanja, baik di gerai fisik maupun platform daring. Ia menambahkan bahwa para peritel pun turut merasakan dampak positif dari meningkatnya transaksi yang menggunakan metode pembayaran ini.

“Ini adalah keniscayaan. Konsumen mencari fleksibilitas dan kemudahan. Dengan adanya paylater, mereka bisa mendapatkan barang yang diinginkan tanpa harus menunggu gajian atau menguras tabungan,” ujar Budihardjo dalam sebuah diskusi industri di Jakarta, Selasa (18/6). Ia menilai bahwa persepsi negatif yang sempat melekat pada layanan ini perlahan terkikis seiring dengan meningkatnya literasi keuangan digital di masyarakat.

Dorongan untuk Konsumsi Produktif

Lebih lanjut, Budihardjo berharap penggunaan paylater tidak hanya terbatas pada pembelian barang-barang konsumtif seperti fesyen, elektronik, atau makanan. Ia mendorong agar masyarakat juga memanfaatkan fasilitas ini untuk hal-hal yang bersifat produktif, misalnya membeli peralatan kerja, membayar kursus, atau bahkan modal usaha kecil. Dengan begitu, dampak ekonominya akan lebih luas dan berkelanjutan.

“Kalau bisa, gunakan untuk hal yang menghasilkan. Misalnya membeli laptop untuk bekerja atau membeli bahan baku untuk usaha rumahan. Itu jauh lebih baik daripada sekadar membeli barang yang tidak terlalu dibutuhkan,” imbuhnya. Ia juga mengingatkan agar konsumen tetap bijak dalam menggunakan layanan ini, terutama dalam hal pengelolaan keuangan pribadi agar tidak terjerat utang yang berlebihan.

Regulasi dan Perlindungan Konsumen

Di sisi lain, Budihardjo menyambut baik langkah pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mulai memperketat regulasi terkait industri pembiayaan digital ini. Menurutnya, pengawasan yang ketat justru akan membuat industri paylater semakin sehat dan terpercaya. Ia juga mengapresiasi upaya perusahaan penyedia layanan yang mulai melakukan verifikasi ketat terhadap calon pengguna serta memberikan edukasi mengenai pentingnya skor kredit.

Ia pun mengingatkan bahwa meskipun tren ini meningkat, para peritel tetap harus berhati-hati dalam menggandeng mitra penyedia paylater. Kerja sama harus didasari oleh sistem yang transparan, suku bunga yang wajar, serta perlindungan data pribadi yang kuat. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan konsumen jangka panjang.

Dengan segala dinamika yang ada, Hippindo optimistis bahwa tren paylater akan terus tumbuh seiring dengan meningkatnya penetrasi internet dan adopsi teknologi finansial di Indonesia. Namun, kuncinya tetap ada pada kesadaran konsumen untuk menggunakan layanan ini secara bertanggung jawab. Jika dijalankan dengan tepat, paylater bukan hanya menjadi solusi belanja, tetapi juga instrumen yang mampu menggerakkan roda perekonomian nasional.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User