Application Name Application Name

Patokan

Nasional

Gubernur NTB Dorong Pelibatan Talenta Lokal di MotoGP Mandalika

Deru mesin motor balap kelas dunia yang menggema di Pertamina Mandalika International Circuit tak lagi sekadar menjadi dentuman hiburan bagi warga Nusa Ten

Gubernur NTB Dorong Pelibatan Talenta Lokal di MotoGP Mandalika

Deru mesin motor balap kelas dunia yang menggema di Pertamina Mandalika International Circuit tak lagi sekadar menjadi dentuman hiburan bagi warga Nusa Tenggara Barat (NTB). Di balik gemerlap sorotan kamera internasional dan kecepatan tinggi para pembalap mancanegara, terhampar harapan besar agar keterserapan tenaga kerja domestik semakin mendominasi helatan megah tersebut. Pemerintah Provinsi NTB secara konsisten menuntut komitmen yang lebih nyata dari para penyelenggara untuk menempatkan masyarakat setempat di barisan depan operasional event internasional ini.

Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan bahwa keberadaan sirkuit balap berstandar internasional di Lombok Tengah harus memberikan dampak instruksional dan rasional bagi kesejahteraan ekonomi masyarakat. Menurutnya, penyelenggaraan ajang balap sekelas MotoGP tidak boleh hanya memosisikan warga NTB sebagai penonton di tanah lahir mereka sendiri, melainkan harus melibatkan mereka secara aktif dalam jajaran profesionalitas kerja.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal

Transformasi Peran: Dari Penonton Menjadi Aktor Utama

Langkah proaktif yang diusung oleh Pemprov NTB berfokus pada perluasan aksesibilitas lapangan kerja bagi para pemuda dan profesional lokal. Pelibatan ini mencakup berbagai sektor kritikal, mulai dari manajemen operasional lapangan, tim medis, teknisi pendukung, hingga sektor pelayanan hospitality dan logistik. Kehadiran ajang akbar ini dipandang sebagai momentum emas untuk transfer pengetahuan dan keterampilan dari tenaga ahli internasional kepada SDM lokal.

"MotoGP tidak boleh hanya menjadi ajang yang ditonton oleh warga NTB dari luar pagar, melainkan panggung utama tempat putra-putri daerah membuktikan kapabilitas dan profesionalisme mereka di tingkat dunia. Keterlibatan talenta lokal adalah kunci utama keberlanjutan investasi ini," ujar Gubernur NTB.

Pemerintah daerah menggarisbawahi bahwa partisipasi talenta lokal telah membuktikan hasil positif pada gelaran-gelaran sebelumnya, terutama di jajaran marshal sirkuit yang mendapat pujian langsung dari Federasi Sepeda Motor Internasional (FIM). Keberhasilan tersebut harus menjadi batu pijakan untuk memperluas porsi penyerapan di divisi teknis dan manajerial yang lebih strategis.

Pemetaan Sektor Tenaga Kerja dan Target Pemberdayaan

Untuk memastikan penyerapan tenaga kerja berjalan optimal, Pemprov NTB bekerja sama dengan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) serta Mandalika Grand Prix Association (MGPA) melakukan pemetaan kebutuhan SDM secara berkala. Fokus penyerapan diarahkan pada sektor-sektor yang membutuhkan keahlian khusus maupun pendukung harian.

Sektor Pekerjaan Peran Talenta Lokal Target Keterlibatan SDM (%)
Petugas Sisi Lintasan (Marshal) Keselamatan lintasan, evakuasi, penanganan bendera 90% - 95%
Hospitality & Katering Manajemen VIP, pelayanan makanan, akomodasi 80%
Logistik & Operasional Event Bongkar muat kargo, transportasi, keamanan kawasan 75%
Manajemen & Administrasi Koordinator lapangan, integrasi humas, tiket 50%

Tabel di atas menunjukkan komitmen bertahap yang terus didorong oleh pemerintah daerah. "Kami ingin keterlibatan warga lokal tidak berhenti pada pekerjaan kasar atau level bawah saja, tetapi terus naik ke jajaran manajemen taktis," tambah Iqbal saat meninjau kesiapan infrastruktur pendukung.

Standarisasi Global dan Penguatan Kapasitas SDM

Penguatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi syarat mutlak dalam memenuhi kualifikasi ketat yang ditetapkan oleh Dorna Sports. Oleh karena itu, Pemprov NTB memfasilitasi berbagai program pelatihan berkesinambungan melalui Balai Latihan Kerja (BLK) dan lembaga sertifikasi profesi. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa para pekerja lokal tidak hanya terserap karena kuota, tetapi juga karena kompetensi standar global yang mereka miliki.

  • Pelatihan Bahasa Asing: Meningkatkan kemampuan komunikasi interaktif bagi personel pelayanan dan pemandu lapangan.
  • Sertifikasi Keselamatan Internasional: Pembekalan regulasi keselamatan balap bagi seluruh marshal dan tim tanggap darurat.
  • Pendampingan UMKM Kuliner dan Souvenir: Standarisasi kualitas produk lokal agar mampu menembus pasar pengunjung internasional.

Melalui integrasi antara kebijakan pemerintah, komitmen pengelola sirkuit, dan semangat pembekalan keahlian bagi warga lokal, ajang MotoGP Mandalika diharapkan tidak sekadar menjadi etalase pariwisata. Lebih jauh dari itu, ekosistem balap internasional ini dapat menjelma menjadi mesin penggerak kemandirian ekonomi masyarakat Nusa Tenggara Barat secara berkelanjutan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
writer5
TENTANG PENULIS writer5

Bacaan Terkait

Comments (0)

User