GenCoopRun Ajak Gen Z Dekat dengan Koperasi
Jakarta — Suasana Car Free Day di Bundaran HI pada Minggu pagi terasa berbeda dari biasanya. Ribuan pelari muda berbaju putih dan biru memadati kawasan tersebut, bukan sekadar untuk berolahraga, mel...
Jakarta — Suasana Car Free Day di Bundaran HI pada Minggu pagi terasa berbeda dari biasanya. Ribuan pelari muda berbaju putih dan biru memadati kawasan tersebut, bukan sekadar untuk berolahraga, melainkan untuk merayakan semangat gotong royong dalam balutan GenCoopRun. Acara yang digelar oleh Kementerian Koperasi ini menjadi puncak peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 yang jatuh setiap 12 Juli. Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, bersama Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, turut hadir melepas peserta dan berlari bersama.
Lebih dari Sekadar Lari Pagi
GenCoopRun bukanlah ajang lari biasa. Kata "Gen" pada namanya merupakan kependekan dari generasi, khususnya generasi muda yang akrab disebut Gen Z. Kementerian Koperasi sengaja memilih format lari santai di tengah keramaian car free day untuk menarik perhatian anak muda. Menurut pihak penyelenggara, koperasi sering dianggap sebagai lembaga kuno yang hanya relevan bagi petani atau pedagang pasar. Padahal, prinsip koperasi—kebersamaan, keadilan, dan kemandirian—sangat relevan dengan gaya hidup modern.
"Kami ingin meruntuhkan stigma itu. Koperasi bisa menjadi solusi ekonomi bagi generasi muda, mulai dari simpan pinjam, bisnis bersama, hingga investasi sosial. Melalui GenCoopRun, kami mengajak mereka berlari sambil belajar bahwa koperasi itu asyik dan kekinian," ujar Menteri Ferry dalam sambutannya sebelum acara dimulai.
Antusiasme Peserta dan Makna di Baliknya
Peserta yang sebagian besar mahasiswa dan pekerja muda tampak antusias. Tidak sedikit yang membawa spanduk bertuliskan slogan-slogan seperti "Koperasi Masa Kini" dan "Generasi Koperasi Indonesia." Setelah finis, mereka diajak mengunjungi stan-stan yang menampilkan produk dan layanan koperasi modern, mulai dari koperasi digital, koperasi syariah, hingga koperasi yang bergerak di bidang kreatif seperti fesyen dan kuliner.
Salah satu peserta, Rania (21), mahasiswi Universitas Indonesia, mengaku baru pertama kali mengikuti acara bertema koperasi. "Awalnya saya pikir koperasi cuma tempat simpan pinjam untuk orang tua. Tapi ternyata banyak koperasi anak muda yang bergerak di bidang content creator dan thrifting. Menarik banget," katanya.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang ikut berlari sejauh 5 kilometer, menambahkan bahwa Pemprov DKI mendukung penuh inovasi koperasi sebagai salah satu pilar ekonomi kerakyatan. "Koperasi adalah tulang punggung ekonomi di masa sulit. Jakarta sebagai kota metropolitan harus menjadi contoh bagaimana koperasi bisa bertransformasi digital," ujarnya.
Mendorong Koperasi Digital dan Inklusif
GenCoopRun menjadi ajang promosi program-program baru Kementerian Koperasi, seperti Koperasi Digital dan Koperasi Pemuda. Kementerian menargetkan pembentukan 1.000 koperasi pemuda baru di seluruh Indonesia hingga akhir 2026. Setiap koperasi ini diharapkan bisa menjadi wadah bagi anak muda untuk berwirausaha bersama, mengakses modal tanpa bunga tinggi, dan membangun jejaring bisnis.
"Kita tidak bisa terus-menerus mengandalkan model koperasi konvensional. Anak muda suka hal yang cepat, mudah, dan digital. Makanya kami dorong aplikasi koperasi yang bisa diakses via smartphone. Simpanan, pinjaman, bahkan investasi bisa dilakukan online," kata Ferry.
Acara ini juga menghadirkan talkshow interaktif dengan para founder koperasi muda sukses. Mereka berbagi cerita tentang bagaimana koperasi bisa menjadi solusi untuk tantangan seperti mahalnya biaya kuliah, minimnya akses permodalan, hingga kesulitan memasarkan produk lokal.
Koperasi di Mata Gen Z: Peluang Baru Ekonomi Kerakyatan
Data Kementerian Koperasi menunjukkan bahwa jumlah anggota koperasi di Indonesia saat ini mencapai lebih dari 30 juta orang, namun hanya 15 persen di antaranya berusia di bawah 30 tahun. Padahal, lebih dari 70 persen populasi Indonesia adalah generasi muda. Ketimpangan ini ingin dijembatani lewat acara seperti GenCoopRun.
"Saya lihat potensi besar di sini. Gen Z punya semangat kolaborasi tinggi, mereka suka bisnis yang berdampak sosial. Itu sejalan dengan prinsip koperasi. Yang kurang adalah literasi dan brand awareness. Lewat acara ini kami coba bangun citra baru koperasi," jelas Sekretaris Kementerian Koperasi, Ahmad Zabadi, di sela-sela acara.
Peserta juga diajak mengikuti kuis berhadiah yang bertema koperasi. Hadiah utama berupa tabungan di koperasi digital senilai Rp5 juta. Langkah ini diharapkan mendorong anak muda untuk mulai menyisihkan uang mereka di lembaga keuangan yang berbasis gotong royong.
Harapan ke Depan: Koperasi sebagai Gaya Hidup
GenCoopRun ditutup dengan penampilan musik dari band indie lokal yang cukup populer di kalangan Gen Z. Menteri Ferry berharap acara ini tidak berhenti di Jakarta. "Kami rencanakan roadshow ke kota-kota besar lain seperti Bandung, Surabaya, dan Yogyakarta. Kami ingin GenCoopRun menjadi gerakan, bukan sekadar acara," tegasnya.
Menutup hari yang cerah itu, ratusan peserta pulang dengan membawa goodie bag berisi buku saku tentang koperasi dan kaos bertuliskan "Koperasi Muda, Indonesia Maju." Sebuah pesan sederhana namun penuh makna: bahwa koperasi kini bukan lagi milik orang tua—ia adalah masa depan yang bisa dirajut oleh tangan-tangan muda.
Dengan antusiasme yang meluap, GenCoopRun membuktikan bahwa koperasi bisa bersanding dengan gaya hidup kekinian. Kini, tinggal bagaimana anak muda menerjemahkan semangat itu ke dalam aksi nyata: bergabung, mendirikan, atau bahkan memodernisasi koperasi yang sudah ada. Sebab, di balik setiap langkah lari bersama, ada semangat gotong royong yang tak lekang oleh waktu.
Comments (0)