Gempa M 6,2 Guncang Parigi Moutong, Kantor Dinas PUPRP Sulteng Rusak

Guncangan tektonik yang cukup kuat baru-baru ini meluluhlantakkan sebagian kondisi bangunan di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Kejadian ini menimbulkan keprihatinan serius terkait ketahanan...

Aug 17, 2026 - 18:00
0 0
Gempa M 6,2 Guncang Parigi Moutong, Kantor Dinas PUPRP Sulteng Rusak

Guncangan tektonik yang cukup kuat baru-baru ini meluluhlantakkan sebagian kondisi bangunan di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Kejadian ini menimbulkan keprihatinan serius terkait ketahanan struktur fasilitas publik di wilayah rawan gempa. Salah satu bangunan yang menjalani kerusakan cukup signifikan adalah kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat setempat. Dinding pada sejumlah ruangan dilaporkan mengalami retak, sementara bagian plafon di beberapa titik ambruk akibat getaran yang melanda secara tiba-tiba. Kondisi tersebut memaksa pihak pengelola gedung untuk mengevakuasi seluruh aktivitas perkantoran guna menghindari risiko yang lebih besar.

Kerusakan yang dialami kantor Dinas PUPRP bukan sekadar masalah estetika, melainkan mengancam keselamatan para pegawai dan masyarakat yang mengurus berbagai perizinan. Beberapa ruang pelayanan dinilai tidak laik huni sementara waktu hingga proses pemeriksaan struktur menyeluruh dilakukan oleh tim ahli. Sementara itu, peralatan elektronik dan arsip dokumen juga harus dipindahkan ke lokasi yang lebih aman. Langkah ini diambil untuk memastikan kelangsungan pelayanan administrasi pembangunan tidak terhenti total, meskipun harus dijalankan dengan kapasitas terbatas.

Evaluasi Kerusakan di Lokasi Lain

Selain gedung dinas milik pemerintah daerah, gempa berkekuatan besar itu juga meninggalkan jejak kerusakan pada berbagai bangunan di sekitarnya. Warga setempat melaporkan adanya keretakan pada dinding rumah tinggal, rusaknya sebagian pagar pembatas, serta jatuhnya material bangunan seperti genteng dan batako. Meskipun belum ada laporan detail mengenai tingkat keparahan pada setiap objek, tim tanggap darurat telah diturunkan untuk melakukan survei cepat. Penilaian ini menjadi langkah awal dalam memetakan bangunan mana yang masih aman ditempati dan mana yang harus segera direhabilitasi.

Di tengah upaya pemulihan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah bersama instansi terkait terus berkoordinasi menyusun data kerusakan. Informasi yang terhimpun nantinya akan menjadi dasar dalam penyaluran bantuan perbaikan maupun rekomendasi teknis bagi pemilik bangunan. Masyarakat dihimbau untuk tetap waspada dan memeriksa kondisi rumah masing-masing, terutama pada bagian struktur utama seperti tiang penyangga dan fondasi. Kewaspadaan tinggi diperlukan mengingat aktivitas sesar di wilayah Sulawesi masih sangat dinamis.

Respons Pemerintah dan Langkah Mitigasi

Pasca kejadian, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong segera mengaktifkan mekanisme penanganan darurat untuk memastikan keselamatan warga. Rapat koordinasi dilakukan guna menentukan prioritas penanganan, termasuk meninjau ulang standar konstruksi gedung-gedung pemerintahan. Dinas PUPRP sendiri, meski gedungnya terdampak, tetap berperan aktif dalam membantu menilai kerusakan infrastruktur publik lainnya. Tugas ini menjadi tantangan tersendiri karena mereka harus beroperasi dari lokasi darurat sambil menunggu perbaikan kantor utama selesai dilakukan.

Para pimpinan daerah menekankan bahwa peristiwa ini menjadi pembelajaran penting dalam perencanaan tata ruang dan pembangunan. Ketahanan bangunan terhadap guncangan bumi harus menjadi pertimbangan utama, bukan hanya aspek fungsional dan estetika. Selain itu, sosialisasi mengenai prosedur evakuasi serta pengetahuan mitigasi bencana perlu ditingkatkan di kalangan masyarakat. Dengan pemahaman yang baik, diharapkan risiko korban jiwa dan kerugian material dapat ditekan seminimal mungkin ketika kejadian serupa terulang di masa mendatang.

Secara geografis, Sulawesi Tengah memang berada pada pertemuan lempeng aktif yang membuat wilayah ini rentan terhadap gempa bumi. Frekuensi kejadian tektonik yang relatif tinggi menuntut adaptasi serius dari seluruh komponen bangsa, mulai dari perencana infrastruktur hingga pemukim biasa. Pembangunan yang tidak memperhatikan aspek kebencanaan akan sangat rawan mengalami kerugian berulang kali. Oleh karena itu, penerapan standar bangunan tahan gempa harus diawasi dengan ketat, terlebih untuk fasilitas pelayanan publik yang dikunjungi banyak orang setiap harinya.

Hingga saat ini, proses inventarisasi dampak masih terus berlangsung di berbagai titik di Kabupaten Parigi Moutong. Tim gabungan dari berbagai disiplin ilmu terus berupaya mendokumentasikan setiap keretakan dan kerusakan struktural secara rinci. Hasil pemetaan tersebut akan menjadi acuan bagi alokasi anggaran perbaikan dan revitalisasi bangunan yang terdampak. Diharapkan dalam waktu dekat, kantor Dinas PUPRP dapat kembali beroperasi secara normal setelah melalui tahap perbaikan yang memenuhi syarat keselamatan.

Masyarakat diminta untuk tidak berpanik namun tetap siaga menghadapi kemungkinan gempa susulan. Instansi terkait telah menyiapkan posko-posko informasi yang dapat diakses warga untuk melaporkan kondisi bangunan mereka maupun meminta bantuan teknis. Keterlibatan aktif seluruh pihak dinilai sangat penting dalam mempercepat proses pemulihan pasca-bencana. Langkah kolektif ini diharapkan mampu membangun kembali kehidupan sosial dan pelayanan publik agar kembali stabil seperti sedia kala.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User