Galaxy Watch Ultra 2 dan Watch 9: Inovasi Layar, Baterai, dan AI Kesehatan

Jakarta — Samsung kembali menggebrak industri jam tangan pintar melalui peluncuran dua model terbarunya, Galaxy Watch Ultra 2 dan Galaxy Watch 9. Keduanya tidak sekadar membawa penyegaran tampilan, ...

Jul 27, 2026 - 23:30
0 0
Galaxy Watch Ultra 2 dan Watch 9: Inovasi Layar, Baterai, dan AI Kesehatan

Jakarta — Samsung kembali menggebrak industri jam tangan pintar melalui peluncuran dua model terbarunya, Galaxy Watch Ultra 2 dan Galaxy Watch 9. Keduanya tidak sekadar membawa penyegaran tampilan, melainkan menghadirkan lompatan signifikan pada sektor layar, ketahanan baterai, serta integrasi kecerdasan buatan untuk fitur kesehatan yang lebih personal dan akurat. Langkah ini menegaskan ambisi raksasa teknologi Korea Selatan itu untuk memimpin pasar wearable premium sekaligus memperdalam ekosistem pemantauan keseharian penggunanya.

Desain Tangguh Galaxy Watch Ultra 2

Galaxy Watch Ultra 2 tampil dengan postur kokoh yang langsung membedakannya dari keluarga Galaxy Watch reguler. Material titanium kelas dirgantara menjadi pondasi bodi, diperkuat kaca sapphire crystal yang amat resistan terhadap goresan. Sertifikasi MIL-STD-810H memastikan perangkat mampu bertahan dalam lingkungan ekstrem, dari suhu beku hingga terik, sekaligus tahan terhadap debu dan air hingga kedalaman 10 ATM—kini mendukung mode penyelaman rekreasi dengan sensor tekanan khusus. Tombol Quick Button baru yang dapat diprogram menambah fleksibilitas instan untuk memulai olahraga atau menandai titik lokasi saat petualangan.

Berbeda dari pendahulunya, Ultra 2 mengusung sistem tali gelang magnetik yang memungkinkan pelepasan-pemasangan dalam hitungan detik tanpa harus melepas pin. Samsung menyediakan varian tali Ocean Band, Trail Loop, dan Alpine Loop dengan palet warna yang terinspirasi alam liar. Bodinya sendiri tersedia dalam finishing Titanium Gray, Titanium Silver, dan Titanium Yellow edisi khusus.

Galaxy Watch 9: Peningkatan Elegan untuk Keseharian

Di sisi lain, Galaxy Watch 9 mempertahankan siluet klasik yang bulat dengan sentuhan lebih ramping dan ringan. Bodi aluminium berpadu dengan bezel digital sentuh yang responsif, memberikan keseimbangan antara estetika modern dan kenyamanan pemakaian seharian. Samsung menghadirkan dua pilihan ukuran, 40 mm dan 44 mm, dengan bobot yang nyaris tak terasa di pergelangan tangan, cocok bagi pengguna yang menginginkan jam tangan cerdas multiguna tanpa tampilan militer.

Palet warna Galaxy Watch 9 ikut disegarkan: Graphite, Silver, dan Pink Gold untuk ukuran kecil, serta Graphite dan Silver untuk ukuran besar. Tali karet silikon standar juga mengalami perbaikan material sehingga lebih lembut dan tidak mudah memicu iritasi, bahkan saat dipakai berolahraga intensif. Meski tak setangguh Ultra 2, perangkat ini masih mengantongi sertifikasi IP68 dan ketahanan air 5 ATM, memadai untuk hujan deras atau sesi renang di kolam.

Kecerdasan Buatan sebagai Pusat Pengalaman Kesehatan

Lonjakan terbesar dari kedua arloji terletak pada mesin BioActive Sensor generasi keempat yang kini diperkuat prosesor Exynos W1000 dengan Neural Processing Unit khusus. Samsung memanfaatkan kekuatan itu untuk menjalankan algoritma AI on-device yang menganalisis data kesehatan secara real-time tanpa sepenuhnya bergantung pada koneksi ponsel. Fitur Energy Score dan Wellness Tips yang diolah dari pola tidur, aktivitas harian, detak jantung istirahat, dan variabilitas detak jantung kini menjadi kompas harian pengguna. Skor ini bukan sekadar angka, melainkan disertai saran personal—misalnya mengurangi kafein atau menambah durasi latihan zona dua—yang terus dipelajari dari kebiasaan pengguna selama berminggu-minggu.

Tak berhenti di situ, Sleep Apnea Detection yang telah mendapat izin FDA kini hadir lebih peka dengan memanfaatkan osilasi aliran pernapasan dan kadar oksigen darah. Sementara itu, pemantau tekanan darah dan elektrokardiogram (EKG) diperbarui agar mampu memberikan notifikasi dini jika terdeteksi pola fibrilasi atrium atau lonjakan tekanan darah di luar ambang normal. Untuk pengguna wanita, sensor suhu kulit ditingkatkan presisinya sehingga prediksi siklus menstruasi dan perkiraan masa subur menjadi lebih tepercaya.

Layar Lebih Terang dan Baterai Tahan Lama

Kedua arloji memakai panel Super AMOLED dengan peningkatan kecerahan puncak. Galaxy Watch Ultra 2 mencapai 3.000 nits—dua kali lipat generasi sebelumnya—sehingga informasi tetap terbaca di bawah terik matahari gurun atau pantulan salju. Galaxy Watch 9 mencatat 2.000 nits, masih sangat nyaman untuk penggunaan luar ruangan sehari-hari. Teknologi always-on display pun disempurnakan dengan adaptive refresh rate yang turun hingga 1 Hz ketika menampilkan jam statis, berkontribusi pada efisiensi daya.

Bicara daya, Galaxy Watch Ultra 2 dibekali baterai 590 mAh yang sanggup menemani aktivitas hingga lima hari dalam mode normal, atau sekitar 72 jam dengan always-on display aktif penuh. Galaxy Watch 9 dengan baterai 425 mAh menawarkan daya tahan dua hari, cukup untuk rutinitas tanpa perlu mengisi daya setiap malam. Keduanya mendukung pengisian cepat: 15 menit pengisian sudah cukup untuk memakai perangkat sepanjang sesi olahraga pagi.

Harga dan Ketersediaan di Indonesia

Galaxy Watch Ultra 2 dilepas dengan banderol Rp10.999.000 untuk varian Wi-Fi dan LTE, sementara Galaxy Watch 9 mulai dari Rp4.999.000 untuk ukuran 40 mm Wi-Fi, naik hingga Rp5.699.000 untuk 44 mm LTE. Pre-order dibuka mulai hari ini hingga dua pekan mendatang dengan bonus tali tambahan dan e-voucher senilai Rp500.000. Pasar Indonesia sendiri menjadi salah satu yang paling awal menerima kedua model ini—bersamaan dengan peluncuran global—menandakan betapa seriusnya Samsung merawat basis penggemar di Tanah Air.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User